Sosialisasi KUR Pariwisata di Tobasa, Begini Kata Kabid Investasi Kemenpar Nurwan Hadiyono

Kemenpar Sosialisasikan KUR Untuk Pelaku Wisata di Tobasa, Ini Tujuannya.

Balige, Bataknews – Kabid Investasi Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata, Nurwan Hadiyono. MM mengatakan, “Guna memajukan dunia usaha pada sektor pariwisata, untuk pencapaian target 20 juta wisatawan Mancanegara dan 275 juta wisatawan Nusantara, Kementerian Pariwisata gelar sosialisasi di Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara,” pada Rabu (13/2/2019).

Sosialisasi dan Coaching Clinik Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata melalui kebijakan Kementerian Keuangan, untuk memudahkan dunia usaha di Destinasi Perioritas, salah satunya Kabupaten Toba Samosir, katanya.

Sebanyak 75 orang pelaku wisata yang masih aktif, yang membutuhkan pembiayaan dan investasi untuk peningkatan usaha mikro kecil dan menengah dihadirkan dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba Samosir.

Kadis Pariwisata Tobasa melalui Kabid Pengembangan Kelembagaan, Industri Pariwisata dan Pemberdayaan Masyarakat Pariwisata Tobasa, Agust Karo Karo, S.Th. MM menambahkan, pemberian kemudahan KUR bagi pelaku usaha sektor wisata di Kabupaten Toba Samosir sangat penting untuk menjaring sejuta wisatawan Mancanegara, terangnya.
Pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI), Sandiova Tarigan menerangkan, “Pinjaman yang diberikan oleh bank untuk kredit usaha rakyat (KUR) pengembangan sektor wisata, kita berikan kemudahan, tidak seperti pinjaman KUR lainnya waktu berjalan 2 tahun, namun untuk pelaku wisata cukup 6 bulan kita beri pinjaman.”

Bagian usaha yang kita layani, usaha agen travel pariwisata, sanggat seni, sanggar tari, evet organizer, homr stay, penyedia makanan dan minuman, diving, arum jeram dan lain -lain, sebut Sandiova.(acon)

Jangan Tanamkan Ujaran Kebencian Pada Anak

Arist Merdeka : Anak Harus Bebas Ujaran Kebencian.

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan : “Jangan tanamkan ujaran kebencian kepada anak, bebaskan anak dari eksploitasi untuk kepentingan Politik, sebab anak merupakan generasi yang akan membangun Bangsa Indonesia, kearah adil dan makmur.”

Dimana, sesuai dengan Undang – Undang perlindungan anak melalui semangat Internasional konvensi PBB, anak Indonesia harus bebas dari segala bentuk ujaran kebencian.

Dikatakannya, “selama proses berlangsungnya kampanye baik ditingkat Kabupaten, Provinsi maupun Pusat, jangan sekali – kali melibatkan anak demi kepentingan politik, mengingat tahun ini merupakan tahun politik.”
Anak Indonesia harus bebas dari segala pemanfaatan kegiatan politik yang terjadi di Republik Indonesia, dengan tidak melibatkan anak, yang bisa tertanam bentuk ujaran kebencian sehingga dapat menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk itu mari para pejuang perlindungan anak, kita bersatu memperjuangkan hak – hak yang layak didapatkan anak, tanpa harus mendoktrin demi kepentingan politik.

Bebaskan anak dari ujaran kebencian selama proses kampanye dan tahun politik ini demi Negara kita , yang akan diteruskan oleh generasi anak bangsa dengan pembangunan yang lebih maksimal, tegas Aris Merdeka, pada Senin (11/2/2019).(acon)

Tingkatkan Pariwisata, Seni Budaya Batak Tobasa Patut di Gelar Saat HUT Tobasa.

Masyarakat Berharap, Hari Jadi Ke – 20 Fokus Pada Seni Budaya Batak.

Sebentar lagi Kabupaten Toba Samosir akan merayakan hari jadinya yang ke – 20, biasanya dirayakan di bulan Maret, dimana seluruh masyarakat akan bersuka ria dengan terbentuknya Kabupaten ini yang dibentuk pada tahun 1998 lalu dari pemekaran Kabupaten Tapanuli Utara.
Sebagai Kawasan Strategi Pariwisata Nasional, Kabupaten Toba Samosir sudah sepantasnya menampilkan seni budaya Batak, seperti tarian (tortor) yang melibatkan masyarakat dan pelajar se – Kabupaten Toba Samosir, sebut salah seorang warga J.Manurung, pada Senin (11/2/2019).

Dikatakan dia, ” Hari jadi Kabupaten Toba Samosir dapat dikatakan pesta rakyat, jadi perlu melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari anak hingga dewasa, agar semua warga merasa memiliki dan semakin mencintai Kabupaten ini.”

Menampilkan kekayaan seni budaya tortor, baik bazar karya seni keterampilan yang dimiliki Kabupaten Toba Samosir, akan menambah nilai jual dalam peringatan hari jadi maupun moment kegiatan di Tobasa.

Selain mampu menjadi hal unik, dapat juga menjadi nilai jual pariwisata kepada dunia luar, sehingga wisatawan akan merasa bahwa Tobasa memiliki keunikan dan perlu untuk dikunjungi sebab memiliki kekayaan budaya untuk dipelajari.
Dengan demikian percepatan pembangunan pariwisata melalui seni budaya, memungkinkan mengalami percepatan naiknya kunjungan wisata di Tobasa, sehingga menguntungkan pelaku wisata seni budaya, pelaku wisata lainnya, terlebih untuk peningkatan pendapatan asli daerah, terang J.Manurung.(acon)

Milennial Safety Road Festival Tobasa.

MSRF 2019 Tobasa Menyadarkan Kawula Muda Tertib Berlalu Lintas.
Sejak 2 Februari Polres Tobasa telah melakukan sosialisasi di 16 Kecamatan Kabupaten Toba Samosir, terkait pelaksanaan Milennial Safety Road Festival, pada Minggu, tanggal, 03 Maret 2019 pukul 06.00 Wib, kata Kasat Lantas Polres Tobasa AKP Lambok Gultom, SH.
Dikatakannya, sasaran digelarnya Milenial Safety Road Festival 2019 nantinya kaum milennial semakin mengerti dan memahami arti aman berkendaraan serta tidak ugal – ugalan di jalan, disamping harus membawa kelengkapan surat – surat kenderaan.
“Kendati belum semua desa tersosialisasikan, sebanyak 231 Desa dari 16 Kecamatan yang ada di Kabupaten Toba Samosir, namun pihak Polres Tobasa akan terus berupaya agar kaum milennial semakin sadar arti aman berkendara.”
Diharap kepada seluruh kaum muda milennial se – Kabupaten ini yang berumur 17 tahun hingga 35 tahun, agar hadir di lapangan Mako Polres Tobasa untuk menyaksikan Milennial Safety Road Festival (MSRF), terang Lambok, pada Senin (11/2/2019)

Acara ditanggal 03 Maret nanti akan dimeriahkan artis Ibukota, group band TIPE X, SUARA BAND, SIANTAR HIP HOP dan kawan – kawan serta berbagai acara untuk menyenangkan masyarakat dan kawula muda seperti, jalan santai, senam kolosal, polisi cilik dengan senam lalu lintasnya, berbagai hadiah dalam lucky draw, road safety bersama dengan komunitas sepeda motor Tobasa, serta freestyle motor (atraksi). (acon)

Wisata Tobasa

KMP Ihan Batak Daya Tarik Parwisata Tobasa.

Seiring waktu, sejak dioperasikannya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) ihan Batak diakhir tahun 2018 lalu, setelah selesai dibuat di galangan kapal, di Desa Parparean Kecamatan Porsea Kabupaten Toba Samosir, banyak wisatawan yang ingin menikmati suasana mewah Ihan Batak.
Dengan menaiki KMP Ihan Batak, wisatawan dapat menikmati perjalanan Ajibata – Samosir dengan nyaman dan suguhan kemewahan yang disajikan didalam kapal, sebut salah satu wisatawan asal kota Pematangsiantar, G.Damanik, Minggu (10/2/2019).
Dikatakannya, “Sudah lama saya dan keluarga ingin menikmati perjalanan Ajibata – Samosir dengan kapal penyeberangan setara kapal pesiar seperti KMP Ihan Batak.”
Ternyata melakukan penyeberangan dengan Ihan Batak, tidak ada bosannya. Serasa ingin berada di kapal ini menikmati indahnya pemandangan Danau Toba, sebutnya.
Disamping menikmati panorama Danau Toba, KMP Ihan Batak, memberikan berbagai fasilitas seperti, ruangan AC VIV, dan juga gajebo di depan KMP Ihan Batak, dan untuk tarif sekelas kapal pesiar mereka tidak mematok harga yang terlalu mahal, hanya sekitar Rp 135.000 per mobil pribadi.
Seandainya, Pemerintah membuat kapal penyeberangan seperti KMP Ihan Batak, disetiap pelabuhan di sekitaran Danau Toba, bisa dipastikan wisatawan akan tertarik menikmati suasana Danau Toba, dan mau berlama – lama untuk meninggalkan pundi -pundi uang di Danau Toba, harap G.Damanik.