Siapa Merasuki 4 Orang Ini Tega Cabuli Gadis 14 Tahun Hingga Hamil

Gambar: Keempat pelaku pencabulan.

Ajibata, Bataknews.com I Sigap dan tanggap dilakukan Kapolres Tobasa, AKBP Agus Waluyo S.I.K dengan memerintahkan Kasat Reskrim, AKP Nelson Sipahutar, begitu mendengar terjadinya pencabulan terhadap anak dibawah umur yang masih berumur 14 tahun di Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosor, Sabtu (18/1/2020).

Sesuai arahan Kapolres, AKP Nelson Sipahutar, bersama personilnya didampingi awak media langsung menuju tempat kejadian di Desa Horsik, Kecamatan Ajibata.

“Untuk kekerasan dan perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur Polres Tobasa tidak akan ada kata maaf dan damai. Akan kita tindak secara profesional sesuai dengan UU perlindungan anak,” tegas Nelson.

Sementara menurut pengakuan korban, sebut saja Lestari (14), yang pertama melakukan hubungan badan dengan dirinya adalah A. Tindaon (61). Orang kedua S. Sidabutar (61) sebanyak dua kali, orang ketiga A. Sidabutar (61) sebanyak satu kali, orang keempat Chaniago (29) hanya meraba-raba.

“Sehabis melakukan hubungan badan, saya diberikan uang imbalan sebesar 50.000 oleh pelaku,” sebut Lestari.

Perlakuan cabul dari pelaku menyebabkan sikorban dibawah umur yang masih 14 belas tahun telah mengandung selama 4 bulan. Belum diketahui kandungan tersebut darah daging siapa dari keempat pelaku tersebut.

Atas tindakan cepat dari Polres Tobasa melalui Satu Reskrim Unit PPA, Ketua Umum Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait sangat mengapresiasi seperti disampaikan melalui pesan WhatsApp.

“Waou.. luar biasa! Kapolres Tobasa melalui Kasat Reskrim. Dewan Komisioner Komnas Perlindungan Anak Indonesia apresiatif atas kerja keras dan aksi cepatnya,” salut Arist Merdeka.

Atas tindakan cepat Sat Reskrim Unit PPA tersebut berhasil membawa ke empat pelaku dan sudah berada di Polres Tobasa, untuk penyidikan dan pengembangan lebih lanjut. (as)

Gambar: Kasat Reskrim Polres Tobasa, AKP Nelson Sipahutar saat melakukan penjemputan.

Gawat 2 Anak Ingusan Bergilir Cabuli Gadis Belia

Gambar Illustrasi.

Sigumpar, Bataknews.com I Polres Tobasa melalui Sat Reskrim Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) melakukan penangkapan dan penahanan terhadap dua sekawan DM (17) dan CS (17) yang telah melakukan persetubuhan terhadap seorang anak sebut saja Bunga (16) dirumah pelaku pada 9 Januari 2020.

Menurut Kasat Reskrim Polres Tobasa, AKP Nelson Sipahutar bahwa telah dilakukan penangkapan terhadap dua sekawan yang melakukan pelecehan seksual (persetubuhan) terhadap Bunga (16) dengan LP/10/I/2020/SU/TBS tanggal 9/1/2020.
Hasil interogasi pihak kepolisian kepada korban, semula Bunga (16) bermain kerumah CS (17) sipelaku. Bunga berada di kamar bersama ponakan CS, kemudian datanglah CS kekamar tersebut dan menyuruh ponakannya agar keluar, lalu sipelaku menutup pintu kamar sambil mematikan lampu.
Atas tindakan sipelaku, Bunga sempat terkejut dengan mengatakan “Siapa kau? Bunga tidak kenal sebab kondisi gelap akibat mati lampu. Secepat kilat si pelaku mendorong Bunga sehingga jatuh terlentang di tempat tidur.
Perseteruan diatas ranjang sempat terjadi, namun si korban kalah tenaga dengan sipelaku. Pendek cerita sipelaku berhasil menodai si korban (Bunga).
Tidak sampai disitu saja, sipelaku (CS) bahkan menyerahkan bunga untuk dinodai temannya yang berinisial DM. akhirnya Bunga dinodai dua orang sekaligus, terang Kasat Reskrim Nelson.

“Akibat perbuatan kedua pelaku dikenakan pasal berbeda, seperti CS dikenakan pelanggaran Pasal 81 ayat (1) dan (2) Jo pasal 76D subs pasal 82 ayat (1) Jo pasal 76E UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan PP pengganti UU RI Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak.”
Sedangkan untuk pelaku DM, dijerat dengan perbuatan cabul pasal 81 (1) dan (2) Jo pasal 76D subs pasal 82 ayat (1) Jo pasal 76 E UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan PP pengganti UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, pungkas Nelson.
Tambah Nelson, “Untuk diketahui pelaku CS bahkan pernah terkena kasus dan sempat ditahan di Polres Tobasa, atas tindakan pidana melakukan pencurian, bisa terhitung anak ini berkelakuan nakal.” Sebut Kasat Reskrim pada Rabu (15/1/2020). (as)

Gambar Illustrasi.

PLTS Berani Berani Investasi 13 Hingga 15 Juta Dolar di Tobasa

Balige, Bataknews.com – Pemerintah Kabupaten Toba Samosir melalui Dinas Koperindag Tobasa, melakukan pertemuan dengan investor dari PT. Equitor Waringin Indolestari di ruang rapat mini kantor bupati dalam pembahasan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kabupaten Toba Samosir, Kamis (12/12/2019).

Kepala Dinas Koperindag Tobasa, Marsarasi Simanjuntak sangat mengapresiasi PT. Equitor Waringin Indolestari yang akan berinvestasi di kabupaten ini, dengan mengembangkan listrik tenaga Surya. Untuk memenuhi kebutuhan listrik di Tobasa.

“Dengan masuknya investor akan memenuhi program pemerintah pusat dalam memenuhi 35 ribu Megawatt, salah satunya untuk Kabupaten Toba Samosir. Karena masih banyak daerah yang belum dialiri listrik,” terang Marsarasi.

Sementara menurut, Diruktur PT. Equitor Waringin Indolestari, Ir. Krisman Simorangkir bahwa Kabupaten Toba Samosir mempunyai potensi besar untuk pembangkit tenaga Surya. Pantas untuk tempat perusahaan berinvestasi.

“Besaran arus listrik tenaga Surya tahap pertama sebesar 1 megawatt, selanjutnya kita akan lanjutkan sampai 10 Megawatt. Dimana jumlah uang yang akan kita investasikan di Kabupaten Toba Samosir sebesar 13 hingga 15 juta Dolar Amerika.”
Lanjut Krisman, setelah melakukan survei, masih banyak daerah atau desa di kabupaten ini yang belum terjangkau listrik. Mengingat medan yang sulit dijangkau, sedangkan listrik dengan tenaga Surya dapat dilakukan lebih efisien.

“Kita sebagai perusahaan mengharapkan pemerintah daerah menyambut baik niat kita dalam berinvestasi, tidak mempersulit dalam memberikan ijin. Sehingga pihak perusahaan tidak mendapat kendala saat melakukan pengajuan kepada pemerintah pusat,” harap Krisman. (asri)

Gambar: Direktur PT. Equitor Waringin Indolestari.

Video, Penyataan Direktur PT. Equitor Waringin Indolestari.

Kejari Tobasa Tetapkan 2 Tersangka Disnaker Sebabkan Kerugian Negara, 264 juta lebih

Balige, Bataknews.com – Kejaksaan Negeri Kabupaten Toba Samosir telah menetapkan Kepala Dinas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tobasa Tumpal Sianturi dan PPK Nalom Sianipar, sebagai tersangka kegiatan program padat karya yang menyebabkan kerugian Negara sebesar Rp 264 juta lebih, Rabu (4/12/2019).
Dalam keterangan pers, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Toba Samosir, melalui Kasi Intel, Gilbeth Sitindaon dan Kasi Pidsus, Hiras Lumbanraja, membenarkan penetapan tersangka terhadap TS dan NS. Telah ditetapkan sekitar jam 10 pagi tadi.
Menurut Gilbeth, “Ditetapkannya TS dan NS sebagai tersangka sudah sesuai dengan hasil penyidikan yang dilakukan oleh pihak kejaksaan. Saat ini kedua tersangka sudah dititipkan di lapas Tobasa, selanjutnya menunggu putusan dari pengadilan.”

Lanjutnya, penitipan di lapas untuk menjaga segala kemungkinan yang terjadi. Semisal tersangka kabur atau melarikan diri, pengamanan yang lebih sterillah, pungkas Gilbeth.

Terpisah, Hiras mengatakan untuk saat ini memang masih dua yang ditetapkan sebagai tersangka, dengan kerugian uang negara sebesar 264 juta lebih. Namun tidak tertutup akan bertambah, sudah ada 5 orang lagi yang telah kita periksa. “Tunggu saja perkembangan selanjutnya, yang pasti kasus ini akan didalami secara serius.”
Tambah Hiras, kabar miring yang beredar bahwa kasus ini tidak ditangani secara serius. Saat ini sudah terjawab, untuk melakukan penyelidikan dibutuhkan pembuktian yang akurat maka membutuhkan waktu, tegas Hiras.

Pihak kejaksaan berjanji tidak akan berhenti sampai di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Akan terus melakukan penyidikan apabila ada pengaduan yang disampaikan oleh masyarakat. Yang pasti tidak akan berhenti sampai disini, untuk menegakkan hukum di Kabupaten Toba Samosir.
Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Samosir, Audi Murphy Sitorus saat dikonfirmasi melalui selularnya, mengakui telah mengetahui perihal penangkapan tersebut dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak Kejaksaan Negeri Tobasa.
“Surat penangkapan tersebut memang belum sampai ke pihak kita, namun kita juga menghormati proses hukum apabila ada tindakan pejabat yang berpotensi merugikan keuangan negara,” sebutnya.
Lebih lanjut, Murphy mengatakan bahwa penangkapan itu sudah diketahui Bupati Toba Samosir, Ir Darwin Siagian.

Sekda berpesan, “agar aktivitas di Disnaker berjalan seperti biasa, dan secepatnya akan dibahas terkait siapa penanggungjawab di OPD tersebut,” katanya mengakhiri. (acon)

Gambar: Dua tersangka dalam mobil tahanan.

Sejumlah Hotel di Tobasa Telah di Booking Untuk Nataru Hingga 30 Persen

Balige, Bataknews.com – Hasil dari konfirmasi Media Center Kabupaten Toba Samosir, pada Selasa (26/11/2019). Ternyata kamar hotel di Kabupaten Toba Samosir telah dibooking oleh wisatawan, untuk ditempati di liburan Natal di Bulan Desember dan Tahun Baru 2019 (Nataru), sekitar 20-30 persen.
Informasi ini didapat dari, Manager Hotel Serenauli di Kacamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir, Sonni Sipahutar. Bahwa sampai hari ini, Selasa (26/11/2019) pemesanan untuk kamar hotel mereka sudah dibooking sebanyak 20 persen.

“Sejak ditetapkannya Danau Toba sebagai kawasan pariwisata super prioritas, wisatawan yang datang di Kabupaten Toba Samosir mengalami kenaikan. Terlebih diakhir tahun akan banyak pemesanan kamar hotel.”

Hingga saat ini memang masih 20 persen booking kamar. Tetapi biasanya, menilik dari tahun 2018 lalu, lonjakan pemesanan kamar hotel terjadi pada pertengahan bulan Desember, terang Sonni.
Terpisah, Supervisor Hotel Marsaringar, Pemi Sihombing mengatakan, pemesanan kamar sampai saat ini, sudah mencapai 30 persen untuk dipakai menginap liburan Natal 25-26 Desember 2018. Rata – rata pemesan dari luar kota.

“Pengalaman sebelumnya, pemesanan menjadi meningkat terjadi saat suasana liburan sekolah tiba. Sekitar tanggal 18-20 Desember.”

Lanjut Pemi, semoga saja untuk liburan Tahun Baru 2019 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Mangingat fasilitas obyek wisata di Kabupaten Toba Samosir semakin berbenah seperti Pantai Lumban Bulbul, Pantai Pasir Putih Parparean dan lainnya.

Bahkan hotel berbintang empat, Labersa Hotel sebentar lagi, jika tidak ada aral melintang akan diresmikan di bulan Desember 2019. Memenuhi standar sebuah hotel untuk tamu mancanegara. (acon)

Festival Solu Tradisional Diharap Dapat Menjadi Agenda Tahunan di Tobasa

Tobasa, Bataknews.com I Festival Solu Tradisional di Sunset Beach, Desa Tambunan Lumban Gaol, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Toba Samosir berjalan sukses dan aman, Sabtu (23/11/2019).

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Budpar Sumatra Utara, Ria Novita Telambanua, mengatakan, Festival Solu Tradisional untuk kali kedua setelah tahun lalu digelar di tempat ini. Jumlah peserta festival saat ini diikuti 100 orang dengan berbagi nomor, baik pria maupun wanita.

Ria berharap, festival ini bisa berjalan sesuai rencana yang mengutamakan bagaimana para pengunjung bisa menikmati keindahan Danau Toba yang dilengkapi dengan kegiatan lomba solu, upaya peningkatan pariwisata di Danau Toba, Khususnya di Kabupaten Toba Samosir.

“Untuk itu, marilah kita seluruh masyarakat dan pelaku wisata menyambut tamu dengan ramah, baik dan sopan. Supaya wisatawan yang datang dapat menikmati keindahan pantai di kabupaten ini, khususnya pantai Sunset Beach, Lumban Gaol,” harap Ria.
Dilanjutkannya, di festival ini juara memang tujuan setiap peserta. Namun yang terpenting dari semua itu, marilah kita merajut kebersamaan dalam mendukung kemajuan pariwisata. Untuk mendukung program nasional, bidang pariwisata sebagai program unggulan penghasil devisa.

Sementara Sekretaris Daerah Toba Samosir, Audhi Murphi Sitorus, yang membuka Festival Solu Tradisional menyampaikan terima kasih kepada Disparbud Provinsi Sumatra Utara atas perhatiannya memilih kabupaten ini untuk penyelenggaraan festival ini.
“Sehingga kedepannya, festival Solu Tradisional dapat dijadikan menjadi agenda tahunan. Seperti Karnaval Pesona Danau Toba dan even lainnya, yang telah menjadi agenda tahunan di Kabupaten Toba Samosir, untuk mendongkrak kunjungan wisatawan,” pinta Audi Murphi.
Dalam festival Solu Tradisional tersebut, didominasi oleh peserta dari Kecamatan Balige sebagai juara. Adapun perolehan juara untuk kategori sisada sada putri, Juara I, Rina Tambunan (Balige), Juara II, Rohana Tambunan (Balige), Juara III, Teresia Tambunan (Balige) dan untuk sidua dua putri diraih, Juara I, Santi Ompusunggu/Merry Ompusunggu (Taput), Juara II, Lena Tambunan/ Suci Tambunan (Balige), Juara III, Tasia Tambunan/ Kristin Tambunan (Balige).
Sementara untuk sisada sada pria sebagai juara, Juara I, Penti Sitanggang (Ajibata), Juara II, Martahan Marbun (Balige), Juara III, Firman Manurung (Uluan). Sedangkan untuk kategori sidua dua, Juara I, Juki Sitanggang/ Iman Simangunsong (Ajibata), Juara II, Bertus Sitanggang/ Penti Sitanggang (Ajibata), Juara III, Patar Rajagukguk/ Pajar Rajagukguk (Taput). (acon)


Gambar : Sekda Tobasa dan Kadis Budpar Provinsi

Film Sang Prawira Kenyataan Terjadi di Tobasa

Tobasa, Bataknews.com I Film Sang Prawira, menggambarkan cerita anak dari keluarga miskin yang memiliki cita-cita untuk menjadi seorang Polisi Republik Indonesia (Polri). Merupakan film karya Ponti Gea bersama Mabes Polri dan Polda Sumatra Utara.

Kapolres Tobasa, AKBP Agus Waluyo SIK menerangkan, fillm tersebut tidak sekedar bercerita perjalanan Horas untuk menggapai cita-cita menjadi polisi, serta integritas kepolisian. Disamping itu, menampilkan betapa indahnya Danau Toba, adat budaya Batak yang pantas untuk dikunjungi wisatawan.

“Kebetulan salah satu lokasi syuting dilaksanakan di pantai pasir putih, Parparean Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir. Disertai peragaan tortor naposo yang menarik perhatian penonton,” sebut Kapolres, Sabtu (23/11/2019).

Terpisah, menurut Sutradara Ponti Gea, saat dihubungi melalui WhatsApp mengatakan, banyak penonton yang menyaksikan film tersebut merasa terharu dan sedih. Karena mamanya Horas harus meninggal. Disamping rasa takjub dengan keindahan Danau Toba dan adat budaya Batak dengan tortornya.

“Kendati demikian kita akan membuat sebuah film yang lebih bagus lagi untuk memenuhi selera dan memuaskan penonton. Bagi saya ini untuk menambah pengalaman agar lebih baik kedepannya,” optimis Ponti.

Namun banyak yang tidak mengetahui, kisah dibalik film Sang Prawira. Secara nyata terjadi di Kabupaten Toba Samosir. Dimana anak dari keluarga miskin yang bernama, Sabam Manurung berhasil lolos menjadi seorang polisi.

Semula ayah dan ibu Sabam tidak yakin bisa lolos menjadi Siswa Seba, dengan melihat kondisi keuangan mereka. Karena dari kabar yang didengar, untuk masuk kepolisian membutuhkan uang yang tidak sedikit.

Menurut Sabam, ketika dikonfirmasi beberapa waktu lalu, “Ketika bekerja sebagai kuli bangunan, karena mengkhayal untuk menjadi seorang polisi tangan saya hampir putus terkena gerenda. Beruntung masih tergores gerenda,” kata dia.

Namun berkat kegigihan dan semangat Sabam dirinya berhasil di Binlat Polres Tobasa sampai akhirnya menjadi siswa Seba tanpa mengeluarkan uang. (acon)
Gambar : Pemeran wanita Film Sang Prawira.

Suzuki Ertiga Tabrak Belakang Truck Rem Mendadak Hindari Lubang

Porsea, Bataknews.com – Kekuatiran masyarakat dan pengguna jalan akhirnya terbukti. Badan Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) di Lumban Sinurat Desa Patane V, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir, sebuah truck tangki akibat mengelakkan lubang, Mobil Suzuki Ertiga seruduk Truk tangki, Jumat malam (22/11/2019).

Kondisi Jalinsum di Kecamatan Porsea memang sudah banyak dipenuhi lubang dapat berdampak terhadap kecelakaan lalulintas. Hal ini terjadi pada pukul 20.00 WIB. Namun tidak mengakibatkan korban jiwa.

Menurut keterangan salah seorang supir angkot, Johan Silaban. Sebuah truck tangki mendadak menginjak rem karena ada lubang besar menganga didepannya. Sementara mobil Suzuki Ertiga dibelakang truck tersebut begitu terkejut dan langsung menabrak belakang truck didepannya.
“Mungkin supir truck tangki tidak faham kondisi Jalinsum yang berlubang, terlebih lubang dipenuhi genangan air sebab guyuran air hujan. Sehingga supir terkejut kemudian rem mendadak. Hilang kontrol mobil Suzuki Ertiga langsung menabrak hingga depan mobil masuk kolong truck,” papar Johan.

Terpisah, salah seorang warga uang enggan disebutkan menerangkan, sudah sering terjadi kecelakaan di daerah ini akibat besar dan dalamnya lubang. Terlebih kendaraan roda dua, bahkan sampai menelan korban jiwa.

“Memang kondisi jalan ini, dari tahun ke tahun tidak pernah bagus. Selain bergelombang juga dipenuhi banyak lubang. Perehapan memang dilakukan pihak provinsi, namun belum sebulan sudah hancur kembali,”

Seperti seminggu lalu penutupan lubang ditimbun dengan pasir dan batu (sirtu). Akibat timbunan tersebut malah menambah parah jalan, batu hasil timbunan berhamburan keluar membuat jalan licin, sehingga lubang menganga kembali. Apalagi saat ini musim penghujan, terangnya.

Apalagi saat ini, mendekati Natal dan Tahun Baru akan banyak pemudik melintasi Jalinsum ini. Belum lagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Danau Toba sebagai pariwisata super prioritas yang ditetapkan pemerintah pusat.
Dipastikan mereka yang mengemudi tidak faham kondisi jalan, sehingga sangat memungkinkan terjadinya lakalantas. Bukan untuk berlibur bersama keluarga tetapi berlibur di rumah sakit.

Untuk itu warga berharap, Balai Jalan Provinsi Sumatra Utara, segera bertindak cepat memperbaiki kondisi jalan. Sebelum menelan korban lebih banyak dan lebih parah lagi, pinta warga.

Mengetahui peristiwa ini, Media Center Tobasa langsung menghubungi Kasat Lantas Polres Tobasa AKP Tio Marlin Simbolon via selular. Tio Marlin berjanji akan segera mengerahkan anggotanya menuju lokasi kejadian. (asri)

Gambar : Suzuki Ertiga masuk kolong truck tangki.

Perlu Sinergitas Antisipasi Lingkaran Darurat Narkoba

Tobasa, Bataknews.com I Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia Arist Merdeka Sirait mengatakan bahwa anak Indonesia saat ini berada dalam lingkaran darurat narkoba. Menurut Arist, menjadi penting semua elemen negara dan bangsa harus bersatu padu dan bersama-sama memberantas narkoba dan memutus mata rantainya.

“Karena dampak dan permasalahan Narkoba dan psikotropika tidak lagi mengenal batas negara dan telah menjadi masalah internasional bahkan menjadi salah satu pemicu atau triger meningkatnya kejahatan seksual terhadap anak,” katanya kepada MC Tobasa via selular , Rabu (20/11/2019).
Arist melanjutkan, penyalahgunaan narkoba dewasa ini telah mengemuka dan merupakan masalah sosial yang kompleks dengan melibatkan dan memanfaatkan anak-anak baik anak sebagai kurir, pendistribusi dan pengedar serta dipaksa menjadi pemakai. Juga rusaknya berbagai aspek kehidupan yang luas seperti masalah ekonomi, pendidikan, dan perawatan kesehatan, agama dan politik.

Mengingat bahaya narkoba dan psikotropika dapat mengancam kelangsungan hidup generasi bangsa dengan merusak mental dan jiwa anak-anak sebagai generasi penerus keluarga dan negara, maka masyarakat dunia berkomitmen untuk melakukan berbagai upaya untuk melawan dan mencegah peredaran serta penyalahgunaannya narkoba, namun sampai saat ini belum mendapatkan hasil yang memuaskan.
Dengan demikian, lanjut Arist upaya pencegahan dan penanggulangannya memerlukan tindakan secara masif, terencana dengan baik serta berkelanjutan sebagai tanggung jawab bersama masyarakat (commond issue community).
Perlu dibangun kesadaran masyarakat bahwa pergerakan sindikat narkoba di Indonesia berkembang sangat pesat bermula dari Indonesia sebagai tempat transit lalu lintas narkoba internasional, kemudian berkembang menjadi lokasi atau destinasi perdagangan narkoba internasional bahkan ironidnya saat ini Indonesia telah menjadi tempat produksi narkoba.

Oleh karena itu, tutur Arist, untuk menyelamatkan anak-anak menjadi korban bahaya narkoba, semua komponen bangsa tanpa batas perlu didorong untuk menyusun langkah-langkah strategis, terukur, terintegrasi dan berkelanjutan dalam memutus mata rantai darurat narkoba di Indonesia dengan melibatkan peran serta masyarakat.

“Anak-anak kita sebagai dambaan keluarga dan generasi penerus bangsa, wajib hukumnya kita jaga, kita selamatkan dan kita lindungi anak kita,” katanya.

Dengan demikian Komnas Perlindungan Anak mengajak masyarakat untuk tidak menghambat serta menghalangi pihak berwajib dalam menjalankan tugasnya memberantas dan melawan peredaran narkoba. Sebab fakta menunjukkan bahwa jutaan usia anak di Indonesia saat ini berada pada lingkaran darurat Narkoba dan telah menjadi korban bahaya Narkoba.

Tidak sedikit anak anak saat ini hidup dan bertumbuh ditengah-tengah kehidupan keluarga yang menjadi pengedar dan pemakai narkoba, akibatnya banyak anak terpapar dan menjadi Anak Dengan Narkoba (ADN).

Tidaklah adil bagi anak, jika anak justru dieksploitasi dan dimanfaatkan serta menjadi korban peredaran Narkoba, tambah Arist.

Oleh sebab itu,kata Arist, Komnas Perlindungan Anak mengajak semua komponen bangsa dan tembus batas profesi, alim ulama, tokoh lintas agama, anggota dewan, organisasi kepemudaan, mahasiswa, jurnalis, organisasi perempuan, organisasi sosial kemasyarakatan, aktivis dan pegiat HAM serta pegiat perlindungan anak serta aparatus penegak hukum untuk melawan secara total Narkoba (total drug against). (acon)

Gambar ; Arist Merdeka bersama Wakapolri.

Rakor Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Tobasa

Porsea, Bataknews.com -Agenda rutin, Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), dilaksanakan melalui pembiayaan dari APBD Kabupaten Toba Samosir, di Sanggar Kegiatan Bersama (SKB) Kecamatan Porsea, Kamis (7/11/2019).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak (PMD-PPA) Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Henry Silalahi mengatakan, Untuk menganalisa dan evaluasi, atas pelaksanaan kegiatan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Mengkoordinasikan pelaksanaan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, merumuskan langkah pemecahan masalah yang timbul, selama pelaksanaan kegiatan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Pengendalian dan konsolidasi rencana kerja tindak lanjut serta penyampaian informasi terkini pendampingan dan pembangunan desa, kata Henry.

Ditekankan Henry, “Hal yang perlu kita sikapi dan yang perlu kita perbaiki, untuk memaksimalkan progressnya masing masing desa dan kecamatan agar lebih baik kedepannya, terutama di tahun 2020 mendatang.”

Harapan kami, melalui rapat koordinasi ini, kita bisa mengedentifikasi, mengevaluasi dan melakukan langkah nyata. Secara bersama untuk bisa mendorong meningkatkan progress diwilayah kecamatan maupun desa yang masih tertinggal.

Untuk itu perlunya sinergitas kita dalam, pelaksanaan dan pelaporan desa, hubungan kerja pendamping desa dengan pemerintah desa dan kecamatan, keikutsertaan dan partisipasi aparatur desa dan pendamping desa dalam program BPJS.

Selanjutnya, realisasi penyusunan RKPDesa tahun anggaran 2020, Strategi pengembangan Bumdes, Tindak-lanjut kegiatan program inovasi desa (PID), tahapan pelaksanaan Pilkades serentak serta informasi lainnya, tandas Henry.

Dalam hal ini, untuk kinerja ditahun 2020, jangan lagi seperti ditahun 2019 ini. Kekurangan uang ada harus segera dibenahi dengan menekan seminimnya kesalahan yang terjadi. Sebab sudah ada guru dari kesalahan yang terjadi, khususnya terkait Dana Desa.

Untuk diketahui, ditahun 2020 nanti pengawasan terhadap penggunaan dana desa akan semakin diperketat pengawasannya. “Jangan pernah bermain dengan penggunaaan dana desa. Selalulah transparan dalam penggunaan anggaran, agar tidak terjerat dengan hukum,” tegas Henry mengakhiri. (as)

Gambar: Saat pelaksanan Rakor

Bahaya Asap Rokok Bila Terpapar Terhadap Anak

Sigumpar, Bataknews.com- Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Kecamatan Sigumpar menggelar Advokasi dalam rangka, rumah bebas asap rokok (rubar). Untuk menjaga kesehatan anak-anak dari bahaya asap rokok, di kantor Kecamatan Sigumpar pada Rabu (6/11/2019).

Menurut Kepala UPT, Puskesmas Sigumpar, dr Palmina Boru Sihombing, sesuai data yang didapat, Kecamatan Sigumpar yang menjadi perokok aktif mencapai 90 persen. Hal ini sangat mengkuatirkan terhadap kesehatan khususnya bagi anak-anak.

Lanjut Palmina, “Perlu dipahami, dengan terpapar asap rokok sangat beresiko terhadap kesehatan anak. Karena tubuh mereka masih dalam tahap pertumbuhan dimana anak lebih cepat bernafas dari orang dewasa.”

Sehingga berdampak resiko kesehatan terhadap anak. Bila perokok aktif berada didekat anak akan menimbulkan resiko kesehatan seperti, sindrom kematian bayi mendadak (SIDS), lebih banyak infeksi pernafasan seperti bronkitis dan pneumonia, serangan asma lebih parah dan sering, infeksi telinga dan batuk kronis, paparnya.

Untuk diketahui, dikatakannya meskipun anda bukan perokok, bila terpapar asap rokok secara teratur, tubuh kita akan menyerap nikotin dan zat berbahaya lainnya. Paparan asap rokok mengandung lebih dari 4000 senyawa kimia dimana 250 diantaranya dikenal sangat beracun dan lebih dari 50 diantaranya dapat memicu kanker.

Zat berbahaya ini bisa bertahan di udara selama kurang lebih empat jam sehingga menghirup partikel-partikel ini hanya dalam hitungan menit dapat membahayakan kesehatan. Setelah lima menit, asap rokok yang masuk ke dalam tubuh dapat membekukan aorta, sedangkan dalam 20–30 menit bisa menyebabkan pembekuan darah dan kurun waktu dua jam bisa membuat detak jantung tidak teratur.

Dengan demikian, “Janganlah sekali-sekali merokok didekat anak. Bila memungkinkan hentikanlah menjadi perokok aktif, selain merugikan kesehatan diri sendiri, juga merugikan kesehatan orang yang kita cintai. Karena terpapar asap rokok. Terlebih didalam ruangan rumah, rapat dan kantor,” tandas Palmina.

Kegiatan yang dilakukan oleh Puskesmas Sigumpar mendapat sambutan baik dari Kepala desa dan Camat Sigumpar, Jaga Situmorang. Sehingga dengan Advokasi rumah bebas asap rokok, masyarakat menyadari resiko dari asap rokok terhadap keluarga dan orang disekitar kita. (as)

Gambar ; Saat digelarnya bagaya asap rokok di kantor Kecamatan Sigumpar

Harga Jual Andaliman di Tobasa Sekitar 200.000 per Kilonya

Porsea, Bataknews.com – Sesuai data yang didapat dilapangan, menjelang Hari Natal dan Tahun Baru. Seperti biasanya di Kabupaten Toba Samosir, khususnya Kecamatan Porsea harga rempah-rempah kebutuhan rumah tangga, seperti cabai masih normal sementara andaliman mulai merangkak naik. Meskipun Natal dan Tahun Baru 2 bulan lagi.

Salah seorang ibu rumah tangga, Yenti Silaban mengakui dirinya pasrah dengan naiknya harga andaliman menjelang Natal dan Tahun Baru. “Mau bagaimana lagi, andaliman merupakan kebutuhan pokok yang tidak lepas dari masakan kami orang Batak.”

Apalagi diakhir tahun, khususnya Kabupaten Toba Samosir, dipadati masyarakat yang berlibur untuk melepas rindu bersama keluarganya. Jelas kebutuhan bumbu andaliman akan meningkat, apalagi stok dipasaran tidak memenuhi, jadi wajarlah mengalami kenaikan, kata dia.

Hal ini dikatakan salah seorang pedagang rempah-rempah kebutuhan rumahtangga di Pasar Porsea, Riduan Aruan. “Sudah sewajarnya cabai, terlebih andaliman mengalami kenaikan menjelang hari Natal dan Tahun Baru,” pada Minggu (27/10/2019).

Untuk harga cabai rawit dan cabai merah, saat ini tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Bisa dikatakan masih normal, harga perkilonya dari petani Rp 30.000 dengan harga jual Rp 35.000 sampai Rp 40.000, jelasnya.

Dilanjutkannya, berbeda dengan harga andaliman mengalami kenaikan 85 persen perkilonya dari harga sebelumnya. Seminggu yang lalu, harga dari petani masuk masih Rp 100.000 perkilonya, kini sudah Rp 185.000. Kami pedagang terpaksa menjual andaliman seharga Rp 200.000 perkilonya.

“Ini baru tahap awal kenaikan andaliman. Semakin mendekati Natal dan Tahun Baru, harga andaliman bisa menjulang tinggi, setara dengan harga mas, sekitaran Rp 400.000 bahkan Rp 500.000 perkilonya.”

Menjulangnya harga andaliman di sekitaran Danau Toba, yang umumnya orang Batak merupakan hal yang wajar. Karena andaliman merupakan bumbu masakan khusus bagi masyarakat Batak, khususnya Kabupaten Toba Samosir.

Jadi jangan heran, jika harga andalan sedemikan tingginya. Karena bagi orang Batak, masakan tanpa andaliman ibarat makanan tanpa dibubuhi garam. Selain itu permintaan akan tinggi sebab anak rantau banyak yang mudik, terang Riduan. (as)

Gambar : Salah seorang pedagang di pasar Porsea

Bangun Pelabuhan Balige 6, 5 Miliar Digelontorkan Kementerian Perhubungan

Balige, Bataknews.com –

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Toba Samosir, Pargaulan Sianipar saat ditemui diruangannnya, Selasa (22/10/2019), “Pembangunan pelabuhan di Balige, tempat sandaran salah satu Kapal Penyeberangan yang dibuat di galangan kapal di Desa Parparean, Kecamatan Porsea Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatra Utara.”

Pembangunan pelabuhan d Balige, dilakukan dalam upaya percepatan sarana pendukung pariwisata di kawasan Danau Toba, khususnya Kabupaten Toba Samosir. Kementerian Perhubungan, Ditjen Perhubungan Darat, Balai Pengelolaan Transportasi Laut wilayah II, Provinsi Sumatra Utara, melakukan pembangunan Pelabuhan Balige, Danau Toba tahap I.

Pelabuhan yang dibangun Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, dengan Nomor kontrak : PL.I/BPTD-II/VIII/SP/BALIGE Tanggal 2 Agustus 2019. Dengan nilai kontrak sebesar : Rp 6.757.874.612, guna peningkatan sarana pariwisata. Bentuk keseriusan pemerintah pusat dalam percepatan pembangunan sektor pariwisata, tutur Pargaulan.

Dilanjutkan Pargaulan, hal tersebut pernah disampaikan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, saat peresmian Toba Caldera Resort di Desa Pardamean, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir. Pembangunan 12 Dermaga di sekitaran Danau Toba, salah satunya pelabuhan Balige.

Diharapkan, dengan pelabuhan tersebut, wisatawan yang berkunjung disekitaran Danau Toba, yang akan melakukan penyeberangan dapat terlayani dengan maksimal.

Sehingga, setiap wisatawan yang akan melakukan penyeberangan tidak terfokus pada satu titik pelabuhan. Seperti saat ini pelabuhan yang layak baru pelabuhan Ajibata dan Ambarita. Selain berdampak pemerataan kunjungan wisatawan, nantinya setiap sudut Danau Toba dapat terjangkau dinikmati wisatawan.

Adapun klasifikasi pelabuhan sudah sesuai dengan standard kelayakan, untuk kenyamanan dalam melakukan penyeberangan. Yang tentunya didukung Kapal Mesin Penyeberangan standar Internasional. Kelengkapan standar pengamanan yang sudah teruji.
Untuk itu, kita sebagai masyarakat sekitaran Danau Toba, khususnya Kabupaten Toba Samosir patut berbangga atas perhatian pemerintah pusat. Maka marilah kita mendukung percepatan pembangunan pariwisata kita. Dengan cara pembentukan karakter mental, yang ramah dan santun. Seperti karakter budaya Batak yang diwariskan leluhur kita, pungkas Pargaulan. (as)

Gambar: Pelabuhan Balige tahap pembangunan

Usung Ulos Batak dan Batik Bhayangkari Tobasa Raih 2 Juara Favorit

Bataknews.com – Bhayangkari Cabang Polres Tobasa menyabet 2 juara favorit. Dalam Lomba Busana Pesona Sumatra Utara, yang mengangkat kearifan lokal, seperti busana perpaduan tenun ulos Batak dan batik. Perlombaan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke 67, di Tiara Convention Hall, Medan Sumatra Utara, Kamis (17/10/2019).

Ketua Cabang Bhayangkari Polres Tobasa, Ny Rissa Agus Waluyo tidak menyangka bisa menyabet 2 juara favorit sekaligus di lomba busana se- Sumut yang menampilkan budaya tak benda seperti ulos dan batik. Menyingkirkan peserta sanggar top di Kota Medan.

“Keinginan untuk memberdayakan budaya non benda yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia. Dengan kemampuan seadanya, menggunakan model dari Bhayangkari, kita mengikuti lomba. Ternyata hasilnya maksimal,” terang Rissa kepada Media Center Tobasa, Sabtu (19/10/2019).

Rissa melanjutkan, ide untuk menampilkan kearifan lokal non benda, bertepatan peringatan Hari Ulos Nasional. Tujuannya untuk menyadarkan generasi bangsa, bahwa busana berbahan lokal kita memiliki keindahan dan keunikan yang tidak dimiliki negara manapun, pantas dilestarikan dan dikembangkan generasi berikutnya.

Semoga, dengan capaian ini. Akan menambah semangat dan gairah generasi muda di Kabupaten Toba Samosir, untuk mempromosikan ulos Batak yang memiliki keunikan dan keindahan untuk dikenal dunia.
Sehingga akan berdampak terhadap pariwisata sekitaran Danau Toba, khususnya Kabupaten Toba Samosir. Yang telah ditetapkan pemerintah pusat menjadi pariwisata super prioritas, khususnya tampilan Ulos Batak warisan leluhur, harap Rissa.

Terpisah, Kapolres Tobasa AKBP Agus Waluyo SIK mengatakan, “Sudah sepantasnya ulos Batak diangkat dan dipromosikan hingga mendunia. Guna meningkatkan pariwisata kita, sehingga meningkatkan ekonomi melalui pariwisata,” pungkasnya.

Adapun rencana kedepannya busana perpaduan Ulos Batak dan Batik akan di usung ke pameran yang dilakukan di Negara Australia. Namun waktu pelaksanaan belum diketahui kepastian waktu pelaksanaan pameran tersebut. (as)

Porles Tobasa Turunkan 125 Personel Kondisikan Peresmian Kaldera Resort

Sibisa, Bataknews.com – Guna menjadikan Kawasan Danau Toba, menjadi tujuan Pariwisata kelas dunia seperti Bali. Dilakukan peresmian Toba Kaldera Resort di Desa Pardamean Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir. Dihadiri Menteri Kemaritiman, Menpar dan Menteri Perhubungan, Senin (14/10/2019)

Dalam peresmian tersebut Polres Tobasa, melakukan pengamanan. Dengan menurunkan 125 personel, agar peresmian berjalan dengan aman, kondusif dan lancar.

Dikatakan Kapolres Tobasa, AKBP Agus Waluyo SIK, “Pengerahan personel sebanyak 125, bukan mengintimidasi masyarakat Kabupaten Toba Samosir, khususnya warga Sibisa, Kecamatan Ajibata,” sebutnya.

Personel yang diturunkan, lebih mengedepankan keamanan dan ketertiban. Karena untuk sebuah pariwisata, terlebih untuk kelas dunia dibutuhkan keramahan, keamanan dan kenyamanan.

Dengan POLRI, kita menyakinkan wisatawan. Pariwisata Kabupaten Toba Samosir khususnya Toba Kaldera resort, merupakan tujuan wisata yang aman dan nyaman, terang Kapolres.

“Maka dengan pengamanan yang kita lakukan. Memperlihatkan kepada masyarakat lokal dan mancanegara, bahwa Polri turut mendukung pariwisata di Danau Toba, khususnya di Kabupaten Toba Samosir, sebagai tujuan wisata yang aman, nyaman dan tertib,” terangnya pasti. (as)

Festival Paduan Suara Katolik Digelar Perdana di Tobasa

Gambar: Poto Bersama

Balige, Bataknews.com – Guna mewujudkan kesatuan hati yang lebih mendalam di kalangan umat Kristiani yang mengikuti, khususnya umat Katolik. Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Toba Samosir menggelar Festival Paduan Suara Katolik perdana, di TB Silalahi Center pada Minggu (13/10/2019).

Adapun Festival ini, diikuti oleh sebelas (11) kontingen yang terdiri, tujuh (7) kontingen dari Paroki Balige, dua (2) kontingen Paroki Parsoburan dan dua (2) kontingen Paroki Parapat. Dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten Toba Samosir yakni, Bupati, Darwin Siagian, Wakil Bupati, Hulman Sitorus dan Sekda, Audi Murphi Sitorus serta Ketua TP. PKK Ny. Brenda Ritawati Darwin Siagian.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Toba Samosir (Sekdakab Tobasa), sekaligus ketua LP3K, Audi Murphy Sitorus menuturkan, “LP3KD melaksanakan Festival Paduan Suara Katolik berdasarkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor: 35 Tahun 2016.”

Selanjutnya, Keputusan Bupati Kabupaten Toba Samosir Nomor: 774 Tahun 2018 tanggal 28 September 2018 tentang Pembentukan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani, Kabupaten Toba Samosir periode 2018 -2023, tutur Sekda.

Sementara, Pastor Vikep. Ambrosius Nainggolan, OFM, Cap mengatakan, pepatah yang sering didengar selama ini. Doa Pembuka, Doa Syukur Agung, Bapa Kami, Doa sesudah Komuni menjadi lebih bermutu ketika dilagukan. Dengan dilagukan, kata-kata doa seolah didandani dan menjadi lebih indah.

Seterusnya, “Dengan melakukan, bernyanyi dengan baik dan benar. Sama dengan melakukan doa dua kali (Qui bene cantat, bis orat). Dimana kalimat ini sering diucapkan oleh, Santo Augustinus dari Hippo, uskup dan pujangga Gereja.”

Festival ini, untuk menjadikan sebuah kegiatan dalam membina umat. Dalam rangka menggali potensi di lomba paduan suara, sekaligus meningkatkan semangat kebersamaan, kerjasama, sportifitas, dan persaudaraan. Tidak kalah penting sebagai sarana dalam peningkatan kualitas kehidupan rohani Katolik, pungkas Pastor.(as)

Gambar: Peserta Festival Paduan Suara

Ikan Mas Sangat Identik Dengan Masyarakat Batak Toba

Gambar: Kolam ikan di Desa Patane 1

Porsea, Bataknews.com -Masyarakat suku Batak sangat identik dengan budaya makan ikan. Baik dikehidupan seharinya, maupun dalam setiap kegiatan pesta adat diterapkan oleh suku Batak Toba, terlebih di tahun baru, tidak terkecuali di Kabupaten Toba Samosir.
Untuk memenuhi kebutuhan ikan mas, sebagai pengganti Ihan Batak (Ikan Batak). Saat ini semakin sulit didapat, sehingga digantikan dengan ikan mas. Petani di Kecamatan Porsea, khususnya Desa Patane 1, sehabis panen padi, menjadikan lahannya sebagai kolam ikan mas.

Warga Patane 1, Kecamatan Porsea, Muktar Sirait menerangkan, “Selain untuk memenuhi kebutuhan ketersedian ikan pada setiap tahun baru. Hasil panen ikan mas, juga membantu dalam memenuhi pembelian pupuk untuk musim tanam berikutnya.”
Sudah menjadi tradisi untuk warga Kecamatan Porsea, terlebih Desa Patane 1. Tanam padi dilakukan sekali dalam setahun secara serrntak. Setelah panen, dijadikan kolam ikan mas, tetangnya pada Sabtu (12/10/2019).
Sementara, menurut Yenti Silaban, setiap menyambut tahun baru, tanpa adanya ikan mas yang disajikan kepada keluarga yang berkunjung (mudik), serasa tidak lengkap atau sempurna.
“Hasil kolam ikan mas yang saya pelihara selama 6 bulan. Terhitung dari bulan Juli hingga Desember, 60 persennya untuk dikonsumsi keluarga yang pulang kampung (mudik), saat tahun barunya.”
Saat ini saja, akan memasuki tahun baru 3 bulan lagi. Keluarga sudah menelepon, agar disaat mereka pulang kampung. Karena menurut mereka ikan mas yang dihasilkan dari kolam saya memiliki rasa yang lebih gurih dibanding dengan ikan mas di kota.

“Memang ada benarnya juga, perbedaan ikan mas di Patane 1, lebih keras dagingnya dan gurih. Karena makanan ikan yang dipelihara tidak menggunakan pakan pelet. Dapat dikatakan besar secara alami, dengan memakan sisa padi hasil panen,” tutur Yenti.

Namun sayang ketersedian brnih ikan mas masih sulit dapatkan di Kabupaten Toba Samosir. “Belum adanya penangkaran benih ikan di kabupaten ini. Sehingga untuk benih harus memesan dari kota Siantar. Mengakibatkan banyaknya ikan mati saat ditabur dikolam, sebab kondisi air yang berbeda”

Kita harapkan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir atapun pihak Swasta dan perusahaan di yang ada mau membina atau mendidik petani ikan mas, agar tidak memesan dari Siantar, harap Yenti. (as)

Gambar : Ikan mas yang identik dengan Batak Toba

Ulos Warisan Leluhur Batak Harus Dimengerti dan Dihargai

Balige, Bataknews.com I Guna melestarikan budaya dan mempertahankan makna ulos sesuai tradisi, yang dimulai oleh para leluhur Batak Toba. Sebab di dalam kehidupan Masyarakat Batak selalu identik dengan Ulos.

Maka dirasa perlu Lembaga Adat Toba (LAT) Kabupaten Toba Samosir menggelar acara workshop tentang pemberian dan pemakaian ulos Batak Toba.

Hal ini menindaklanjuti serta merespon dan menyikapi usulan-usulan dari berbagai pihak kepada Lembaga Adat Toba (LAT) Kabupaten Toba Samosir. “Terkait pemberian dan penggunaan ulos, pada berbagai acara bagi orang Batak Toba,” terang Ketua Pengurus Harian LAT, Hot Marulak Simanjuntak, pada Jumat (4/10/2019), di Kantor Disparbud Tobasa.

“Bila tidak kita masyarakat yang tinggal di bonapasogit (asal Batak) dan sejak sekarang melestarikan ulos warisan leluhur, agar diterapkan generasi berikutnya. Supaya tidak sirna ditelan kemajuan zaman dan modernisasi.”

Untuk itu, marilah kita menghadiri Workshop Ulos di tanggal 7 Oktober 2019, digedung serbaguna HKBP Balige, agar kita memahami pemberian ulos disetiap acara adat Batak Toba. Untuk menghindari kesalahan pemberian ulos dan umpasa (wejangan) disetiap acara, pungkas Hot Marulak.

Terpisah, Kabid Penimbangan dan Pelestarian Kebudayaan, Patar Silalahi SE M.Si sangat mendukung kegiatan yang akan di laksanakan oleh Lembaga Adat Toba (LAT), melestarikan budaya sehingga mendukung pariwisata di Kabupaten Toba Samosir.

Seperti Batik, Ulos juga dapat dikatakan budaya lisan dan nonbedawi di Kabupaten Toba Samosir warisan budaya Batak. Penting untuk di promosikan agar diketahui masyarakat luar, sehingga dengan ulos, orang atau wisatawan ingat Batak Toba dan Danau Toba.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tobasa berharap, “Kegiatan melestarikan warisan budaya di Kabupaten Tobasa, sangat dibutuhkan. Sehingga nantinya budaya kita mempunyai nilai jual untuk memajukan pariwisata, marilah kita berkolaborasi untuk menampilkan seminar maupun workshop terkait budaya Batak Toba,” harap Patar. (as)

Diterpa Puting Beliung Pedagang dan Pembeli Pasar Porsea Histeris


Porsea,Bataknews.com I Dampak Cuaca  yang tidak menentu beberapa bulan terakhir terjadi di Kabupaten  Toba Samosir. Hingga pusaran angin puting beliung melintasi Terminal Kota Porsea pada Rabu (2/10/2019) sekitar pukul 14.30 wib.
    Kejadian angin puting beliung bertepatan dilaksanakan Onan (pasar rakyat) yang dilaksanakan setiap hari Rabu. Ribuan pedagang dan pembeli memadati pasar Porsea dan di terminal, demikian juga puluhan angkutan kota dan desa saat parkir.

    Seperti disampaikan, salah seorang pedagang ayam, Pak Maju Simanjuntak, “Walau pusaran angin puting beliung hanya beberapa detik, namun mampu memporak-porandakan dagangan kami. Berikut tenda yang menimpa mobil pickup pedagang ikan, menyebabkan kaca mobil pecah.”

     Dilanjutkannya, diduga angin berasal dari arah kantor camat Porsea, secara mendadak berputar menerbangkan seluruh tenda pedagang. Meski kami berusaha menahan secara beramai-ramai, Tetapi kuatnya pusaran angin tidak mampu kami tahan, pungkasnya.

 

    Spontan, warga hendak belanja ke pasar Tradisional terbesar di Kabupaten Toba Samosir, terlihat histeris ketakutan dan berlari berhamburan, menghindari kabel listrik yang hampir menyentuh tanah, akibat pusaran angin tersebut.

       Beruntung kejadian angin puting beliung tidak berlangsung lama, “Jika terjadi dlam waktu menit saja, bisa meluluhlantakkan gedung di Pasar Porsea,” sebutnya dengan wajah ketakutan.

   
     Setelah angin puting beliung menghilang, kemudian hujan deraspun turun dengan sangat kencangnya membuat suasana semakin mencekam di sekitar lokasi terminal Porsea itu.

      Ditambahkan Maju, Terkait kabel listrik yang hampir menyentuh tanah. Semoga saja pihak PLN mau memperbaiki, sebelum jatuh korban.

     “Takutnya ada masyarakat yang disengat listrik. Terlebih hujan masih turun, mudah menghantar arus listrik.”

    

      Terpisah, Sekda Tobasa, Audi Murphy Sitorus, saat dikonfirmasi via selular mengatakan, “Cuaca yang tidak stabil di Kabupaten Toba Samosir. Diharapkan kepada warga Tobasa untuk berhati-hati dan waspada.”

     Terkait angin puting beliung yang terjadi di pasar Porsea, tepatnya di terminal, kita akan coba berkoordinasi dengan Camat Porsea dan staf Kecamatan Porsea, untuk memastikan dampak angin puting beliung yang terjadi, pungkas Sekda Tobasa. (as)

Audi Murphy : Hari Batik Mari Promosikan Pakaian Promosikan Pariwisata


Tobasa, Bataknews.com I Plt. Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba Samosir, Audi Murphy Sitorus menyebut, bahwa hari batik merupakan perayaan Indonesia. Untuk memperingati telah ditetapkannya Batik, sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbedawi di tanggal 2 Oktober 2009, oleh UNESCO.



   

       Dilanjutkan Audi Murphy, “Sebagai aparatur dinas Pariwisata dan Kebudayaan, sudah sepantasnya memberikan contoh sebagai panutan untuk masyarakat Tobasa. Dalam upaya menghargai dan melestarikan warisan budaya bangsa Indonesia.”





    Dengan menjaga dan melestarikan pakaian adat seperti batik, kita telah menghargai warisan leluhur bangsa ini. Selain tentunya akan mampu meningkatkan pariwisata kita, kata Audi Murphy, Rabu (2/10/2019).





    Namun demikian, Batak juga memiliki cirikhas pakaian, yang dinamakan ulos. “Ulos merupakan karya terbesar Batak di sekitaran Danau Toba, khususnya Kabupaten Toba Samosir yang pantas untuk dilestarikan dan dipromosikan.”





    Salah satu upaya yang kita buat dalam promosikan ulos Batak saat pelaksanaan Karnaval Pesona Danau Toba ke 4 tahun 2019. Upaya promosi dengan tema “Ulos Dalam Bingkai dan Kostum” dalam karnaval tersebut.






    Hal ini untuk membangkitkan kecintaan masyarakat Batak, terlebih Kabupaten Toba Samosir terhadap Ulos, serta berkolaborasi promosikan agar diketahui masyarakat luar maupun dunia, untuk peningkatan pariwisata kawasan Danau Toba, terlebih Kabupaten Toba Samosir, terang Plt Kadis Pariwisata, Audi Murphy Sitorus.



      Hal tersebut dikatakan Audi dalam rangka Peringatan Hari Batik Nasional. Aparatur Sipil Negara (ASN), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba Samosir mengenakan Pakaian Batik pada hari Rabu, 2 Oktober 2019.





      Pada hari ini bisanya seluruh lapisan masyarakat, pelajar, perusahaan baik BUMN dan Pemerintah mengenakan Batik. Tidak terkecuali Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba Samosir. Seluruh ASN mengenakan seragam Batik. (as)


Gambar : Poto bersama Disparbud pakai Batik

Pesan Kapolres Tobasa Buat Pelajar di Hari Kesaktian Pancasila Tobasa Pupuk Rasa Persatuan

Tobasa, Bataknews.com I Kapolres Tobasa, AKBP Agus Waluyo SIK menekankan kepada peserta upacara Hari Kesaktian Pancasila hususnya pelajar di Kabupaten Toba Samosir bahwa, “Pancasila sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa menuju Indonesia Maju dan Bahagia.”

Untuk diketahui, tanggal 1 Maret 1945, pembentukan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia sudah mengajukan pertanyaan penting tentang dasar Negara Indonesia. Hal tersebut memicu upaya untuk merumuskan Pancasila sebagai dasar negara resmi.

Diawali pidato tentang ‘lima dasar’ oleh Muhammad Yamin hingga pidato pada tanggal 1 Juni 1945 yang berisi tentang ‘Lahirnya Pancasila yang dilakukan oleh Sukarno. Pada 22 Juni 1945 Pancasila kemudian disusun sehingga menjadi Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945.

AKBP Agus Waluyo S.I.K, juga menyampaikan himbauan dan Motivasi kepada Adek-adek Pelajar dari beberapa Sekolah Menengah Atas(SMA) di Kabupaten Toba Samosir, Kami berterimakasih kepada pelajar-pelajar yang ada dimana Intinya, Pelajar tugasnya adalah untuk menuntut Ilmu dan berinovasi demi keberhasilan.

Imbauan untuk pelajar-pelajar, “Agar tidak mudah di Provokasi, menolak Aksi kekerasan, Anarkis dan NKRI harga mati.” Berharap para pelajar ini menjadi generasi penerus yang berinovasi dan sukses.

Mari kita saling menghormati dan memupuk rasa persatuan dan kesatuan dengan motto, “Papua adalah Indonesia, Indonesia adalah Papua dan Kita adalah Indonesia,” pungkas Kapolres.

Adapun upacara dihadiri, Ketua DPRD Tobasa Ir. Boyke Pasaribu, Mewakili Kajari Balige, Kasubbag Bin Henry Hutabara, Mewakili Ketua PN Wakil Ketua Ibu Lenny Napitupulu, Dandenpom Balige Lettu CPM Muklis, Wakil Ketua DPRD Tobasa Tonny Simanjuntak, SE, Anggota DPRD Tobasa Maralo Sianaipar, Ketua KPU Tobasa, Para Asisten Pemerintahan Tobasa, Para OPD Pemkab Tobasa.

Serta, Kabag Ops Polres Tobasa, Kabag Ren Polres Tobasa, Ibu Wakil Ketua PKK Kabupaten Tobasa, Praeses Distrik XI Toba HasundutanPendeta Donda Simanjuntak dan pihak perusahaan BUMN / BUMD, Tokoh Masyarakat Tobasa, Tokoh Agama Satu Pleton TNI / Kompi 125 Sibisa.

Dan Satu Pleton Polres Tobasa, Tiga Pleton PNS /ASN, Satu Pleton Persit / Bhayangkari / PKK / Darma Wanita, Satu Pleton Mahasiswa Akper Balige, Perwakilan SMK N 2 Balige, Perwakilan SMP N 4 Balige, Pleton Korsik SMP Bonpas Porsea dan Pleton Paduan Suara SMA 2 Balige.

Pelaksanakan upacara Peringati Hari Kesaktian Pancasila ke 54 2019. Di Monumen Tugu DI. Panjaitan, Kelurahan Napitupilu, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, pada Selasa 1 Oktober 2019. Bupati Kabupaten Toba Samosir, Ir Darwin Siagian sebagai Inspektur Upacara. (asri)

Warga Ajibata, Kejelasan Tanah Adat Disampaikan ke Presiden RI

Ajibata, Bataknew.com I Pembangunan lokasi pusat pariwisata untuk kawasan Danau Toba, di Pardamean Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, yang dilakukan BPODT mendapat protes dari sejumlah masyarakat, salah satunya Desa Sigapiton. Diduga kurangnya sosialisai dari Pemerintah dan pihak BPODT.
Hal ini mendapat respon dari pemerintah pusat Republik Indonesia. Dengan menurunkan utusan dari Kantor Staf Presiden (KSP), Ana dan Siska Hutagalung ke Kabupaten Toba Samosir. Mendengarkan secara langsung keluhan dari masyarakat untuk disampaikan kepada Presiden. Untuk menjadi pembahasan, agar permasalahan dapat diatasi.
Hingga kemarin, Sabtu (28/9/2019) pihak Pemerintah Kabupaten Toba Samosir, Agraria Provinsi dan KSP, mendengarkan langsung keluhan warga Sigapiton. “Akan tetapi pembicaraan di Desa Sigapiton, bukan menjadi keputusan. Yang bisa kita lakukan penyampaian aspirasi warga, untuk pembahasan,” terang utusan KSP.

Aspirasi atau keluhan warga Sigapiton, yang disampaikan Manogu Manurung, Posisi letak tanah adat tersebut berada persis di atas perkampungan Sigapiton. Sejak dulu areal hutan adat tersebut, sangat penting artinya (vital) bagi masyarakat Desa Sigapiton. Sebab di areal tersebut terdapat hutan adat, yang berfungsi sebagai sumber utama air bersih, serta untuk mengairi irigasi lahan pertanian masyatakat, yang berada di lereng bukit dan lembah.

Dilanjutkannya, seluruh perbukitan dan lembah di Sigapiton sudah menjadi milik kehutanan. Padahal kami tahu sejarah tanah adat kami, dengan adanya situs – situs yang berada di desa kami. Disertai bukti yang lengkap.

“Untuk itu kami berani mengatakan bahwa ini tanah adat kami, semua sejarah – sejarah bisa kami utarakan. Maka dengan demikian, kami memohon kepada Bapak Presiden, supaya ditinjau kembali kemelut – kemelut yang ada di desa kami, terutama tanah Ulayat atau tanah adat.”
Warga Sigapiton tidak terima, dengan keberpihakan kehutanan, mengklaim tanah adat kami. Kami memohon pengembalian tanah adat kami dan penerbitan SK tanah adat kami, kata Manogu.
“Batas – batas lokasi otorita BPODT tidak ada kepastian. Takutnya, seluruh tanah kami nantinya sudah termasuk lokasi pembangunan BPODT. Kembalikan terlebih dahulu tanah adat kami, dengan penetapan batas-batas yang pasti. Barulah pembangunan BPODT dapat kembali dilanjutkan, janganlah membuat keresahan bagi warga, khususnya Desa Sigapiton,” pungkas Manogu.
Sebelumnya, KSP dan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir juga telah melakukan pertemuan dengan masyarakat marga Sirait Desa Pardamean Sibisa, namun warga Desa Sigapiton tidak hadir, yang bertempat di ruang data lantai IV Kantor Bupati, Jumat (27/9/2019).

Dalam pertemuan tersebut, Pahala Sirait warga Pardamean Sibisa menyampaikan beberapa poin di pertemuan tersebut, antara lain : Sesuai dokumen 1952, jelas pihak kehutanan (riwayat 18 Mei 1979), hak tanah adat milik marga Sirait Lumban Gambiri, Pardamean Sibisa bukan milik Sigapiton.
Sesuai penyerahan tanah adat yang dimaksud kepada pihak pemerintah, menanam Pinus untuk reboisasi, menjaga volume air. Dalam perjanjian tersebut, pemerintah dan kehutanan bukan untuk memiliki atau menyewakan kepada pihak lain. Bahwa APL tahun 2017 yang dikeluarkan kehutanan seluas 38 hektar, yang terletak di Sileang-leang desa Pardamean Sibisa, diserahkan langsung oleh kehutanan kepada marga Sirait yang ada di Lumban Gambiri. Maka APL yang dikelola BPODT, milik marga Sirait pungkas Pahala.
Berkaitan dengan pembangunan pariwisata oleh pemerintah yang dilaksanakan pihak BPODT. Dalam setiap pembangunan tersebut harus melibatkan kami, sebagai ahli waris tanah adat tersebut. Pembangunan pariwisata haruslah benar- benar membawa kesejahteraan bagi desa Paardamean secara keseluruhan.
Masyarakat Pardamean Sibisa, mempersilahkan BPODT membangun apapun di lokasi APL. Adanya pembagian keuntungan dari setiap investasi dari setiap tanah adat tersebut kepada ahli waris yang sah.

Untuk itu, “Otorita pihak pengelola, berkewajiban memberikan 10 persen laba bersih setiap tahunnya. 5 persen kepada masyarakat Pardamean Sibisa yang tinggal di Lumban Gambiri dan 5 persen lagi kepada Toga Manurung, Toga Sitorus, Toga Sirait dan Toga Butarbutar. Apabila hal ini tidak disetujui, maka akan menarik tanah kami, sesuai dengan perjanjian tahun 1952,” terang marga Sirait Lumban Gambiri. (as

Aksi ke Kantor Bupati Warga Sigapiton Ingin Hutan Adat Dikembalikan Oleh BPODT

Balige, Bataknews.com I Masyarakat adat turunan bius Raja Na Opat Sigapiton mengungkapkan kekesalannya dengan, melakukan orasi ke kantor Bupati Kabupaten Toba Samosir. Sehubungan lahan yang dikelola oleh Badan Pengelola Otorita Danau Toba, yang diklaim warga Sigapiton merupakan tanah adatnya, Kamis (26/9/2019).
Dalam orasinya, warga Sigapiton menyatakan sikap mereka, yang disampaikan Koordinator aksi, Manogu Manurung kepada Pemerintah Kabupaten Toba Samosir. Sesuai informasi bahwa dari luasan 386, 5 hektar, yang menjadi zona otoritatif BPODT, sekitar 251 hektar didalamnya adalah tanah adat dari Bius Raja Na Opat, yang berada di Desa Sigapiton.

Yang mana awalnya kepada BPODT, oleh Kementerian Kehutanan. Sesuai dengan peta lampiran Perpres No. 49 Tahun 2016, tentang Badan Otorita Pengelolaan Kawasan Pariwisata Danau Toba ( BOPKPDT), diserahkan tanah seluas 500 hektar, sebagai zona atau wilayah otoritatif Badan ini. Lalu belakangan luasan tanah tersebut berubah atau berkurang menjadi 386,5 hektar.
Selain itu, oleh pihak kehutanan kemudian menyatakan, bahwa tanah adat Bius Raja Na Opat seluas 914 hektar, tempat kami hidup secara turun temurun sejak dari leluhur kami, sebagai hutan lindung. Dimana klaim tersebut berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 579 Tahun 2014.

Berdasarkan SK tersebut, Penunjukan Kawasan Hutan di Sumatera Utara, dari seluas 914 hektar, yang tidak diklaim sebagai hutan lindung hanya seluas 81 hektar, yakni hanya areal perkampungan dan persawahan.

Sedangkan tanah – tanah yang selama ini berfungsi sebagai hutan adat, yang letaknya mengelilingi dan mengapit perkampungan kami, diklaim sebagai kawasan hutan negara (hutan lindung) sekitar 883 hektar.

Perlu diketahui, “Posisi letak tanah adat tersebut berada persis di atas perkampungan Sigapiton. Sejak dulu areal hutan adat tersebut, sangat penting artinya (vital) bagiasyarakat Desa Sigapiton. Sebab di areal tersebut terdapat hutan adat, yang berfungsi sebagai sumber utama air bersih, serta untuk mengairi irigasi lahan pertanian masyatakat, yang berada di lereng bukit dan lembah,” pungkas Manogu.

Menanggapi orasi dari masyarakat Sigapiton, Bupati Kabupaten Toba Samosir, Ir Darwin Siagian sangat menghargai kedatangan Bapak dan Ibu masyarakat Desa Sigapiton. Dalam penyampaian aspirasi ke Kantor Bupati terkait persoalan tanah.
“Perlu diketahui Bapak dan Ibu masyarakat Sigapiton. Persolan tanah BPODT saat ini, bukan lagi wewenang dari Pemerintah Kabupaten Toba Samosir. Melainkan sudah menjadi kewenangan Provinsi dan sudah ditarik ke Provinsi Sumatera Utara.”

Dilanjutkan Bupati, kendati demikian Pemerintah Kabupaten Toba Samosir, tetap memperjuangkan hak masyarakat. Selagi tidak berlawanan dengan hukum dan undang-undang yang berlaku.

Untuk itu, “Marilah kita berbicara dari hati ke hati, untuk menyelesaikan permasalahan ini. Kita bicarakan secara diskusi, dengan menghadirkan pihak Kehutanan, Lingkungan Hidup dan BPODT. Kita bersedia melakukan diskusi dimanapun, apakah itu di Desa Sigapiton, kawasan BPODT dan di Kantor Bupati.”

Namun demikian, masyarakat Sigapiton jangan mau ditutunggangi oleh pihak-pihak yang tidak memahami persoalan ini, sehingga dapat memperkeruh suasana. Jangan mau dimanfaatkn pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, pungkas Bupati. (as)

Nantinya Pajak Penggunaan Air PLTA Asahan capai Rp 110.775.000.000 Pertahunnya 

Pintupohan, Bataknews.com I Rombongan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir, dipimpin Wakil Bupati melakukan audiensi dengan PT PLN Asahan 3 yang bekerjasama dengan Nippon Koei Co. Ltd, Tokyo, Engineer dalam pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di dua Kabupaten Toba Samosir dan Asahan, yang dilaksanakan di Base Camp PLTA Asahan III, di Batu Mamak pada Selasa (24/9/2019), sekitar jam 18.00 Wib.

Mintar Manurung yang disaksikan oleh Wakil Bupati Tobasa, Hulman Sitorus mempertanyakan dampak lingkungan serta keuntungan Pemkab dan masyarakat Tobasa terkait pembangunan PLTA oleh PT. PLN yang bekerjasama dengan perusahaan asing.
Rombongan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir juga mempertanyakan, Apakah pembangunan PLTA Asahan 3, akan berdampak untuk tujuan wisata dibidang arung jeram? Seperti diketahui Sungai Asahan merupakan tempat diselenggarakan arung jeram terbaik ketiga di dunia.
Direktur Asahan 3, Agil Darmawan mengatakan bahwa perijinan proyek PLTA Asahan 3 sudah dikantongi dari Gubernur Sumatera Utara berupa, Ijin penetapan lokasi dan ijin kelayakan lingkungan hidup (persetujuan AMDAL). Demikian juga ijin lingkungan kegiatan pembangunan PLTA, kapasitas 174 MW dan jaringan transmisi 150 kV, oleh kepala BPPT Sumatera Utara.
Selanjutnya, Ijin penggunaan sumber daya air dari sungai Asahan kepada PT. PLN UIP I dan Ijin pelaksanaan konstruksi bendung gerak, intake tallrace outfall dan outlet pembilas lumpur PLTA Asahan 3, oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum. Serta Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), untuk pembangunan PLTA Asahan 3 dan jaringan transmisi 150 kV, seluas 284, 10 Ha, oleh Kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal.

Menurut Agil, manfaat PLTA Asahan 3 bagi daerah setempat yaitu, menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat dimana keberadaan PLTA Asahan akan meningkatkan mutu dan keandalan pasokan listrik di Kabupaten Tobasa dan Asahan serta daerah sekitarnya. Dengan listrik yang stabil dan handal. Maka roda ekonomi masyarakat yang saat ini masih bertumpu kepada perkebunan akan dapat ditingkatkan.
Meningkatkan pendapatan Daerah, operasional Asahan 3 akan memberikan pendapatan asli daerah berupa pajak penggunaan air PLTA Asahan yang nilainya dapat mencapai Rp 110.775.000.000 pertahunnya.

Meningkatkan peluang tenaga kerja lokal, maka akan menambah penyerapan tenaga kerja lokal dan secara tidak langsung akan membuka peluang dalam hal berbagi informasi dan pengetahuan, terangnya.
Dilanjutkan Agil, “Terkait batu hasil pengerjaan yang dilakukan Asahan 3 dengan Nippon Koei. Co Ltd, Tokyo, Engineer dan kayu dapat digunakan sendiri asalkan tidak dikomersialkan untuk diperjualbelikan. Tentang debit arung jeram yang akan berkurang akibat pengalihan sungai Asahan melalui terowongan yang akan dibangun, itu akan disurvei oleh tim ahli.”

Untuk saat ini kita belum bisa memastikan kondisi arus air sungai Asahan nantinya.Sebab hal ini masih dalam tahap penelitian para ahli, salah satu ahli yang dilibatkan dari Universitas Sumatera Utara.

“Terlalu dini dibicarakan untuk saat ini, sebab kita masih fokus dalam tahap awal pembangunan, itu akan kita tindaklanjuti berikutnya,” pungkas Agil. (as)

BPBD Tobasa Bagikan Ribuan Masker Kurangi Dampak Kabut Asap


Tobasa, Bataknews.com I Masyarat dan pengguna jalan berterimkasih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tobasa, atas pembagian masker secara gratis. Sebagai bentuk kepeduliannya mengurangi dampak yang ditimbulkan kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Toba Samosir, Senin (23/9/2019)
Seperti dikatakan salah seorang pengendara sepeda motor, saat melintas di Laguboti, S. Manurung mengaku begitu senang dan menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tobasa.
“Terimakasih atas pemberian masker ini kepada BPBD, Ini sudah banyak membantu untuk mengantisipasi terjadinya penyakit ISPA.”

Semoga hujan turun mengguyur lokasi kebakaran hutan dan lahan yang ada di Indonesia, agar api sesegera mungkin dapat padam. Sehingga warga dapat melakukan aktivitas seperti semula dengan lancar. Demikian juga bandara yang sempat ditutup dapat dibuka kembali, harapnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Kepala BPBD Tobasa, Herbeth Pasaribu telah berjanji akan memberikan masker kepada warga untuk mengurangi dampak kabut asap.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Toba Samosir (Pemkab Tobasa) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tobasa lakukan bagi-bagi masker Kepada Masyarakat di jalan Lintas Sumatera Balige dan Laguboti.

Seperti dikatakan Herbeth Pasaribu, maksud dan tujuan dilakukannya pembagian masker tersebut kepada masyarakat, guna menutup mulut dan hidung agar asap yang diduga sebagaian kiriman dari daerah Riau tersebut, tidak langsung terhirup oleh warga.

“Hari ini kita sudah bagikan masker sebanyak 4000 buah kepada warga. Baik itu kepada para pengendara motor dan juga para pejalan kaki.”
Kita berharap dengan pembagian masker ini, dapat membantu warga untuk mengantisipasi terjadinya penyakit ISPA. Ini adalah suatu bentuk kepedulian BPBD Tobasa dan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir pungkas Herbert.(as)

Kegiatan Perjusami SMA Neg I Siantar di Ajibata Berujung Maut

Ajibata, Bataknews.com I Berkat bantuan dari Basarnas Pada hari minggu tanggal 22 September 2019 pukul 10.00 wib, korban berhasil ditemukan oleh tim Basarnas, selanjutnya dilakukan pemeriksaan di UGD RSU Parapat, diketahui korban telah meninggal dunia.

Kegiatan sekolah SMA Negeri 1 Pematangsiantar menggelar Perjusami Organisasi Siswa Intra Sekolah (Osis), merupakan kegiatan tahunan yang diadakan pihak sekolah selama 2 hari 3 malam mulai Sabtu – Minggu tanggal 20- 22 September 2019 di Ajibata berujung maut bagi salah satu siswanya,
Sesuai informasi yang didapat dari Kapolres Tobasa, AKBP Agus Waluyo SIK, Pada hari jumat tanggal 20 September 2019 sekira 10.00 Wib Siswa SMA Negeri 1 Pematang Siantar sejumlah 365 Siswa berangkat menuju Hotel Jordan di dusun Jambu Desa kelurahan Parsaoran Ajibata, Kecamatan Ajibata.

Sesampainya dilokasi para siswa melaksanakan pembangunan kemah di pinggir Danau Toba, tepatnya di depan hotel untuk camping malam.
Kemudian pada hari sabtu 21 September 2019 sekira pukul 15.00 wib para siswa sejumlah 365 orang yang dibagi per kelompok yakni, Organisasi Osis , paskibra , pramuka, unpala, KIR ( Karya ilmiah Remaja ), PI(Pendalaman iman), OSK(Organisasi Siswa Katholik), PKS ( Patroli Keamanan sekolah) ,PMR , Rohis ( Rihani Islam ).

Selanjutnya pelajar berjalan di pinggir danau dengan cara bergandengan tangan, sesampainya di pinggir danau toba saksi CS, VS, AT, AM dan korban MS (16) terjatuh dan terpeleset ke air danau.

Setelah kejadian, para guru pembimbing dengan sigap menolong kepinggir danau setelah menghitung jumlah siswa akan tetapi setelah di absen siswi, PMS (16 ) ternyata siswi sekolah SMA Negeri 1 Pematang Siantar. Tidak ada di tempat , kemudian para guru dan pihak hotel mencari di seputaran danau akan tetapi tidak ditemukan. Kemudian berhasil ditemukan pihak Basarnas.

Dilanjutkan Kapolres, untuk itu langkah- langkah Intelijen fungsi Kepolisian melalui Unit intelkam melakukan monitoring kejadian tersebut. Pihak Unit Reskrim dan unit Indentifikasi polres tobasa melaksanakan rik saksi dan cek TKP

Untuk selanjutnya, pihak kepolisan Polres Tobasa dan Polsek Lumbanjulu melaksanakan pengamanan di lokasi tersebut, memerintahkan anggota untuk berjaga dilokasi dan melakukan koordinasi dengan pihak hotel dam guru yang bertanggung jawab. Upaya pemberitahuan kepada keluarga korban, serta upaya mediasi akan dilakukan Polres Tobasa melalui Polsek Lumbanjulu, pungkas Kapolres pada Minggu (22/9/2019). (as)

Putra Terbaik Tobasa Akan Bertanding di Scotlandia Mohon Dukungan Doa


Tobasa, Bataknews.com I Salah satu putra terbaik Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir, Jacob Manurung akan mengharumkan nama Indonesia khususnya daerah asalnya Kabupaten Toba Samosir, keluarga Jakob Manurung mohon doa restu dari Masyarakat Indonesia khususnya Pemerintah Kabupaten Toba Samosir dan Masyarakat, agar Jacob meraih yang terbaik di Skotlandia pada 20 September 2019.
     Seperti diketahui sebelumnya, Jacob Manurung Putra terbaik harumkan Kota Porsea Kabupaten  Toba Samosir (Tobasa) meraih ‘Best Bartender of The Year Indonesia’, Jumat (10/5/2019) di Bali dan akan mengikuti kompetisi final Diageo World Class Competition di Glasgow Skotlandia, Jumat 20 September 2019.
     Hasil ini didapat berkat kemampuan yang dimiliki Jacob Manurung dalam bidang bartender, sehingga dirinya mampu meraih ‘Best Bartender of The Year Indonesia’ yang diselenggarakan oleh World Class Competition 2019 di Bali.
      Atas prestasi yang dimiliki oleh anaknya, orangtua Jacob Manurung mohon doa dari masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir, mendoakan anaknya, agar mampu bersaing dengan Bartender kelas dunia, upaya mengharumkan Kabupaten ini dan umumnya Indonesia.
     “Melalui anak Porsea, Kabupaten Toba Samosir bangsa Indonesia akan diketahui oleh dunia melalui keahlian dalam bartender, yang selama ini didominasi oleh negara Eropa,” terang Janner Manurung, pada Kamis (19/92019).
      Kemampuan yang dimiliki oleh anak saya nantinya akan sangat sesuai dengan kawasan sekitaran Danau Toba yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagian Destinasi Super Prioritas, dengan keahlian Bartendernya.
       Jika dirinya mampu menjadi yang terbaik di kompetisi yang diselenggarakan di Scotlandia, tentu akan berimbas atau berdampak untuk Kabupaten Toba Samosir, untuk menghadirkan wisatawan kelas dunia.
       Seperti kita ketahui, masyarakat dunia terlebih benua Eropa mempunyai ciri khas menyukai minuman yang diracik oleh bartender handal, untuk menghadirkan citarasa minuman yang nikmat.
      Bukan tidak mungkin bila anak saya menjadi yang terbaik di kompetisi Scotlandia di tanggal 20 September ini, akan menarik wisatawan ke Kabupaten Toba Samosir. Dengan cara kompetisi bartender diadakan di Kabupaten Toba Samosir.
       Bayangkan jika kompetisi kelas dunia, yang dihadiri seluruh peserta dari belahan dunia di kawasan Danau Toba khususnya Kabupaten Toba Samosir, merupakan promosi pariwisata kita akan melejit, pungkas Janner. (rait)
Gambar: Jacob Manurung

Varian Kuliner Mampu Tingkatkan Pariwisata

Tobasa, Bataknews.com I Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui Politeknik Pariwisata Palembang gelar Bimbingan Teknis Destinasi Super Prioritas Danau Toba yang mengangkat tema, Diservikasi produk makanan lokal di Danau Toba, khususnya Kabupaten Toba Samosir, di Hotel Serenauli, Kecamatan Laguboti, pada Rabu (18/9/2019).

Sekretaris Dinas Parbud Tobasa, Armida Sibarani yang sekaligus membuka acara mengatakan, “Suatu anugrah terbesar Danau Toba termasuk Kabupaten Toba Samosir, menjadi Kawasan Super Prioritas Pariwisata Nasional, oleh pemerintah pusat.” Sehingga seluruh perhatian dicurahkan untuk pembangunan dibidang pariwisata, sebutnya.
Paparan yang diberikan oleh Dosen Politeknik Pariwisata Palembang, Arief Marna Sanjaya menjelaskan, diversifikasi produk merupakan salah satu upaya dalam menjamin usaha tersebut tetap berjalan dan berkelanjutan.
Diversifikasi merupakan upaya dari pelaku usaha atau perusahaan untuk membuat produk-produknya lebih beragam sehingga konsumen memiliki cukup banyak pilihan produk yang sejenis

Hal ini digunakan, memenuhi selera, kebutuhan dan harapan konsumen, memperluas pasar, mempermudah transportasi, menyerap tenaga kerja, member nilai tambah, pendapatan dan lain sebagainya.

Untuk divesifikasi produk ini diperlukan kreatifitas, inovasi, penelitian, modal, promosi atau komunikasi pemasaran, bantuan dari pemerintah untuk usaha kecil dan menegah, terang Arief.

Sementara menurut, Iwan Priadi dari Politeknik Pariwisata Medan menjelaskan, keanekaragaman dalam menentukan pilihan kuliner bagi wisatawan sangat dibutuhkan untuk memenuhi selera mereka, sehingga wisatawan dapat terpuaskan.

Untuk pariwisata yang diminati oleh wisatawan daerah tersebut harus menyediakan fasilitas yang diinginkan oleh wisatawan, dalam artian kita harus menyesuaikan selera apa yang diinginkan oleh mereka dan daerah tujuan wisata harus mampu menyediakan, terlebih bidang kuliner.
Kekayaan kuliner lokal di Danau Toba, khususnya di Kabupaten Toba Samosir perlu pembenahan dengan variasi masakan yang menyesuaikan selera pengunjung, agar ketika mereka kembali berkunjung selalu menjadi ingatan bagi mereka kuliner yang harus dinikmati.

Dan menjadi kuliner khas di Kabupaten Toba Samosir, semisal masakan arsik dan masakan Batak lainnya, mereka para wisatawan memastikan ada di Kabupaten Toba Samosir, pungkas Iwan. (as)

Tak Ingin Terjadi Kecelakaan Warga Siraituruk Gotong Royong

Simpang jalan negara siraituruk, jalan Gereja Desa Patane I sampai jembatan Parsibutong yang telah beberapa tahun mengalami kerusakan yang parah tak kunjung  mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Toba Samosir, khususnya Dinas PUPR 
      Untuk itu upaya gotong royong yang digagasi oleh calon kepala desa, Patane I Togar Sirait bersama masyarakat, dalam mencegah terjadinya kecelakaan sebab jalan sudah berlubang demikian parahnya, dengan menambal jalan memakai Sirtu.
      Seperti dikatakan Togar, “Berhubung Pemkab Tobasa khususnya dinas PUPR kurang perduli dengan pembangunan jalan di Patane I, jalan satu-satunya harus dilakukan gotong royong. Jika tidak akan terjadi kecelakaan khususnya anak sekolah.
       Sebab jalan Gereja merupakan aset jalan yang digunakan pelajar karena Patane I merupakan jalan penghubung yang setiap paginya dilalui oleh pelajar SD, SMP dan SMA Neg 1 Uluan, terang Togar.
       Hal ini juga dikeluhkan salah seorang warga, A. Sirait. Jalan Gereja, Patane I merupakan wajah desa sebab sangat jelas terhubung dengan jalan lintas Sumatera, sungguh tidak layak untuk sebuah jalan daerah pariwisata, “Seperti diketahui Kabupaten Tobasa salah satu kawasan pariwisata super prioritas.”
      Ditambahkan warga yang tidak ingin namanya dipublikasikan, mengatakan bahwa janji dari dinas PUPR , pembangunan jalan di jalan Gereja Patane I akan segera ditampung di anggaran APBD Tobasa tahun 2019. “Dan Pernyataan Kepala Dinas sudah terbit disalah satu media.”
      Namun saat dirinya mempertanyakan hal tersebut kepada Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Sikkat Sitompul, mengatakan tidak ada dianggarkan pembangunan jalan di Patane I tahun 2019 ini, terangnya.
         Warga jadi bingung dengan janji yang diutarakan kepala dinas PUPR dan sudah diterbitkan di media, kenapa dikatakan akan ditampung tahun ini, ternyata tidak jadi. Padahal sudah sering terjadi kecelakaan pengendara sepeda motor, terlebih pada malam hari saat turun hujan, sebab lubang tidak terlihat. (as)

Kapolres Tobasa Antisipasi Potensi Konflik di Sigapiton Dengan Mediasi dan Dialog

Ajibata, Bataknews.com I Kapolres Tobasa, AKBP Agus Waluyo SIK, melakukan antisipasi potensi konflik proyek BPODT di Sigapiton menempuh jalan mediasi dan mengajak masyarakat untuk berdialog dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang terjadi antara masyarakat, pemerintah dan pihak BPODT, pada Jumat (13/9/2019).

Disampaikan Kapolres kepada warga, bahwa kehadiran kami, Polres Tobasa, di tengah – tengah masyarakat, kami sebagai pihak keamanan harus menjalankan tugas dan mengajak bersama-sama masyarakat jangan sampai ada pihak lain yang mempengaruhi dalam masalah ini, sama sama mengajak supaya masalah ini berjalan tertib dan kondusif.

“Serta akan menyampaikan langkah langkah dan upaya kepada bapak Kapolda, jangan sampai masalah ini di tunggangi oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab,” terang Kapolres.
Dilain sisi, Bupati Tobasa menyampaikan, bahwa pemerintah tidak akan menyengsarakan masyarakat tetapi masyarakat harus menaati hukum. “Bahwa sebenarnya yang mendapat manfaat dari BPODT ini adalah masyarakat.”
Kemudian Bupati menyerahkan kepada pihak kepolisian supaya proyek pemerintah ini tetap berjalan. Di rencanakan Hari minggu akan di adakan pertemuan kembali di Lumban Julu pada hari minggu tanggal 15 September 2019 pukul 15.00 wib yang dihadiri perwakilan dari masyarakat dan tidak boleh orang orang yang tidak berkepentingan hadir.

Dituturkan Kapolres Tobasa, sebelumnya pada pukul 09.30 Wib dilakukan mediasi oleh pihak BPODT dan kepolisian dengan masyarakat, kemudian pada pukul 11.50 wib 2 (dua) buah alat berat eskavator masuk kewilayah zona pelebaran jalan di 1,9 Km x 18 Meter untuk menumbangkan kayu dan tanaman di dalamnya, kemudian keturunan raja bius paropat sigapiton sejumlah 40 ( empat puluh orang) orang menghadang alat berat yang masuk kedalam zona

Lalu, pada pukul 11.55 wib alat berat sudah mulai berkerja menumbangkan tanaman yang ada di dalam lokasi proyek, kemudian pukul 12. 00 Wib terjadi lagi sejumlah Ormas dari Pemuda Pancasila datang ke lokasi proyek pelebaran jalan dan langsung di bubarkan oleh anggota kepolisian.

Alat berat sekitar pukul 12.10 Wib kembali berkerja menumbangkan tanaman yang ada di dalam lokasi di hentikan oleh masyarakat bius paropat sigapiton dengan melaksanakan nyanyian rohani, sehingga pukul 12.15 Wib, pengerjaan proyek diberhentikan sementara.

Lalu sekitar pukul 12.25 wib proyek kembali dikerjakan, setelah beberapa meter pengerjaan kembali di hadang oleh masyarakat bius paropat sigapiton , kemudian pihak kepolisian kembali melakukan mediasi dan masyarakat tetap tidak dapat di pindahkan dari lokasi proyek untuk sementara, dan alat berat meninggalkan lokasi, pengerjaan dihentikan dan dilanjutkan rapat diskusi di Kantor Kepala Desa Pardamean Sibisa sekitar pukul 15.00 Wib.

Menurut masyarakat, mereka ingin kepastian tentang hak-haknya, “Kami mau proyek ini berjalan dengan baik tetapi kami ingin memperoleh titik temu, kami siap untuk berdiskusi dan di harapkan dari hasil diskusi nanti kami ingin kejelasan mau jadi apa kami kedepannya.” Sementara tokoh agama menyampaikan akan ikut membantu jemaat di desanya yang ingin mempertahankan hak haknya
Adapun yang menghadiri Rapat : Bupati Tobasa Ir Darwin Sitorus, Kapolres Tobasa Akbp Agus Waluyo, SIK, Dirut BPODT Arief Prasetyo, Wakapolres Tobasa Kompol Jhonson Butar-butar, Kabag Ops Polres Tobasa Kompol Efendi Sinaga, Kapolsek Lumban julu AKP Komando, Kasat Sabhara Polres Tobasa : AKP Mukson, Kasat Intelkam Polres Tobasa Akp Antony Rajagukguk, MH, Kasat Binmas AKP Hery S, Danramil 12 Lumban julu : Lettu Satihusaini, Kepala desa pardamean sibisa, Kertina Situmeang, Kepala Desa Sigapiton J.Gultom, Staf BPODT Wahyu
Sementara hasil diskusi, akan di adakan pertemuan kembali di Lumban Julu pada hari minggu tanggal 15 September 2019 pukul 15.00 wib yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat dan tidak boleh orang yang tidak berkepentingan hadir dalam pertemuan tersebut, terang Kapolres. (as)

Hari Pertama Karnaval di Buka Wakil Bupati dan Tiap Rumah Warga di Warnai Ulos

Tobasa, Bataknews.com I Karnaval Pesona Danau Toba untuk lomba kuliner khas masakan Batak resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kabupaten Toba Samosir, Hulman Sitorus yang didampingi oleh Sekdakab Tobasa, Audi Murphy Sitorus, dimana lomba tersebut diikuti oleh 20 peserta, Jumat (13/9/2019).

Dalam sambutannya Hulman Sitorus berpesan, agar seluruh masyarakat Kabupaten Toba Samosir turut mendukung dan berperan dalam peningkatan pariwisata yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai destinasi super prioritas, untuk meningkatkan ekonomi dari sektor wisata.
“Mari kita berbenah mulai hari ini dan seterusnya, untuk mempersiapkan diri dengan berbenah dalam menyongsong hadirnya wisatawan yang lebih besar melalui kuliner, fashion serta bidang lainnya,” terang Hulman.

Hadirnya wisatawan khususnya di Kabupaten Toba Samosir harus kita berikan rasa nyaman sehingga mereka yang datang tidak merasa kecewa melainkan mendapatkan kebahagian menikmati keindahan alam di kabupaten ini.

Cita rasa kuliner perlu ditingkatkan, khususnya pangan berbahan baku lokal dengan olahan masakan khas Batak. “Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita memiliki kekayaan kuliner yang layak dan pantas di nikmati setiap orang.
Namun demikian kita juga harus terus belajar dengan kuliner yang kita miliki dengan menyesuaikan selera atau lidah wisatawan agar mereka merindukan kembali mencicipi kuliner khas Batak di Kabupaten Toba Samosir, kata Hulman.

Dilanjutkan Hulman, persaingan semakin ketat dan pesat, daerah lain juga selalu ingin mengembangkan dengan bersiap – siap untuk melakukan yang terbaik, untuk itu jangan kita sampai ketinggalan, persiapkan diri untuk menyambut kehadiran wisatawan yang lebih besar, harapnya.

Karnaval Pesona Danau Toba yang saat ini kita laksanakan, merupakan moment yang sangat tepat untuk memperlihatkan kepada masyarakat luar bahkan dunia, kita memiliki kuliner yang tidak dimiliki selain Batak. Untuk itu even – even lomba kuliner sangat penting dilaksanakan agar kuliner kita lebih dikenal lagi.

Dampak dari kunjungan wisata bisa kita lihat, di tahun 2017 wisatawan yang datang ke Danau Toba melalui Bandara Sibisa, sebanyak kurang lebih 280 ribu lebih dan ditahun 2018 sebanyak 420 ribu lebih kurang, dalam artian perkembangan kunjungan wisata ada kenaikan dalam pertahunnya, pungkas Hulman.

Adapun 20 peserta yang ikut dalam lomba kuliner khas Batak, seperti panggang, arsik dan berbagai macam kuliner lainnya yakni, 16 kecamatan, Darma wanita, Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) dan PKK.

Dilain sisi, Ada yang menarik di Karnaval Pesona Danau Toba, Mengusung tema “Ulos dalam bingkai adat dan kostum” memang tepat dalam pelaksanaan Karnaval Pesona Danau Toba ke 4 tahun 2019 di Ibu kota Kabupaten Toba Samosir yaitu Balige yang digelar selama tiga hari, Jumat, Sabtu dan Minggu (13-15/9/2019).

Hal ini terlihat, didepan rumah warga, baik itu toko, cafe maupun warung masyarakat menampilkan ulos Batak didepan untuk memperlihatkan bahwa masyarakat turut mendukung suksesnya pelaksanaan Karnaval tahun 2019.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tobasa, Armida Sibarani mengatakan, berkat arahan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir, kepada masyarakat Balige untuk menampilkan ulos di depan rumah masing-masing disambut dengan hangat.

Hal ini dilakukan untuk mempromosikan ulos Batak kepada masyarakat luas serta memperkenalkan produk UKM yang menenun ulos di Kabupaten Tobasa, selain juga untuk meningkatkan ekonomi pelaku UKM, pungkas Armida.

Terpisah, salah seorang masyarakat Pak Napitupulu, merasa senang dan bangga dengan arahan yang diberikan Pemkab Tobasa, menampilkan ulos didepan rumah.

“Jelas kita bangga, sebab menunjukkan kekayaan dan tradisi Batak, dapat dilihat seluruh masyarakat dari luar.” Sudah seharusnya kita tonjolkan tentang ciri Batak, terlebih di even sebesar Karnaval, terangnya.(as)

Ganti Untung Kepada Masyarakat Pelebaran Jalan BPODT Sukses di Amankan Polres Tobasa

Pemerintah Kabupaten Toba Samosir mengkondisikan proyek pembangunan pelebaran jalan BPODT kepada masyarakat yang memiliki tanaman di jalur pelebaran jalan tersebut, melibatkan Polres Tobasa dalam melakukan pengamanan pada Kamis (12/9/2019).

Kapolres Tobasa, AKBP Agus Waluyo SIK, mengatakan kepada Lintangnews.com melalui selular, Polres Tobasa dan Polsek Lumbanjulu di kantor Kepala Desa Pardamean Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, telah melakukan giat pengamanan penandatanganan ganti untung kepada masyarakat.

Pengamanan terkait, untuk pembayaran tanaman tegakan yang berada di zona proyek BPODT untuk membuat pelebaran jalan dan ground breaking di 1,9 Km x 18 meter di dusun sileang-leang desa Sigapiton Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, terang Kapolres.

Dilanjutkan Kapolres, Adapun pemilik dan jumlah tanaman yang ada di jalur tersebut adalah : Tigor Sirait jumlah pohon Kopi, sebanyak 130 batang, Asken sidabutar pohon Kopi sebanyak 602 batang, Alpokat : 19 batang, pisang sebanyak 2 batang, Pondok 1 buah.

Sedangkan Jonni Vonres butar-butar pohon Kopi sebanyak 61 batang, Managatas butar-butar pohon Kopi sebanyak 110 batang, Marulak manik pohon Kopi sebanyak 100 batang, Emli sirait pohon Kopi sebanyak 50 batang kopi dan Marius halawa sebelumnya sudah didata, kata Kapolres.

Untuk pembayaran ganti untung diserahkan kepada Asken sidabutar sebesar 54 juta, Sandi Hermanto Sirait sebesar 300 ribu,Tigor H. Sirait sebesar 7 juta, Marulak Manik sebesar 5 Juta, Mangatas butar- butar sebesar 9 juta, Jonivonres Butarbutar sebesar 3 juta, Marius Halawa sebesar 54 juta, Emli Sirait sebesar 2,5 juta, Rafael Saragi sebesar 500 ribu, dan telah dilakukan penandatanganan berita acara penyerahan.

Saat ganti rugi yang dihadiri : Bupati Tobasa, Darwin Siagian Sekda Kab Tobasa, Audy Murphy Waka Polres Tobasa, Kompol J.Butar- Butar, Kabag ops Polres Tobasa, Kompol Efendi Sinaga, Camat Ajibata, Tigor Sirait, Dirut BPODT , Arie Prasetyo, Kapolsek Lumban julu, AKP Komando, Danramil 12 Lumban julu, Lettu Sathusaini, Kepala desa Pardamean Sibisa, Kertina Situmeang dan Kepala desa Sigapiton, J.Gultom.

Dimana pengamanan tersebut berjalan dengan baik dan disambut baik oleh pemilik lahan dari masyarakat yang tanamannya terkena dampak pelebaran jalan tersebut, pungkas Kapolres. (as)

3 Tahun Tak Dibayar Pemkab Tobasa Pihak Ketiga Akan Lakukan Gerakan di Karnaval

Tobasa, Bataknews.com I Dikutip melalui media sosial (FB) Renata mengungkapkan kekesalannya kepada Pemkab Tobasa, berjanji akan melakukan gerakan untuk mempermalukan Pemkab, sebab tidak membayar pekerjaan yang dilakukannya sampai tiga (3) tahun, dan sudah pernah juga dilakukannya saat rapat paripurna di gedung DPRD Tobasa beberapa waktu lalu.

Dalam cuitannya di grup FB ( TOBA SAMOSIR 2015-2020) Renata menuliskan dalam bahasa Batak bisa diartikan, “Apa makna Karnaval Danau Toba dilaksanakan, padahal hutang dinas pariwisata kepada pihak ketiga atau rekanan, sudah tiga (3) tahun tidak dibayarkan, tetapi untuk karnaval susah empat (4) kali ada dananya.”
Tuli apa butakah dinas ini, atau perlukah didoakan buta dan tuli, bila perlu dimatikan biar diam dan buta, tulisnya.

Selanjutnya Renata menuliskan, “Saya serius mengatakan di even ini, akan kami buat gerakan sampai hancurpun jadi, dan akan saya ajak pers dari ibukota, mari kita lihat siapa yang lebih kuat.”
Sudah capek saya merayu-rayu dan janji kadis dengan angin surganya yang ingkari janjinya.Main terus jika tidak malu Pemkab, akan saya buat gerakan pas di even, tak ada acci kendor, demikian tulisnya yang mendapat banyak tanggapan dari netizen.

Menanggapi hal ini, Bupati Tobasa Darwin Siagian saat ditemui di rumah dinas, pada Rabu (11/9/2019) mengatakan, “Setiap warga negara mempunyai hak dalam berpendapat di muka umum atau orasi, tetapi semua ada mekanismenya.” Apakah sudah mendapat ijin dari Polres Tobasa?

Bupati menambahkan, kita tidak bisa melarang, tetapi menghimbau boleh. Sebab ini merupakan acara resmi Kabupaten Toba Samosir, jika ada permasalahan silahkan disampaikan melalui mekanisme hukum, terlebih hal ini sudah masuk ke ranah hukum, pungkasnya.

Sementara, Kapolres Tobasa AKBP Agus Waluyo Sik, mengirim pesan melalui WhatsApp mengatakan, “Suatu permasalahan yg berbeda, siapapun dan alasan apapun tidak boleh menganggu ketertiban umum dan giat resmi.”

Ditegaskan Kapolres, “Apabila mengganggu akan kita proses secara hukum.” Untuk masalah aduan proyek silakan salurkan menggunakan saluran hukum yang berlaku, dan saat ini masalah proyek tersebut sudah bergulir secara hukum di Pengadilan Negeri Tobasa, kata Kapolres. (as)

Sinergitas Promosikan Karnaval Pesona Danau Toba Penting

Tobasa, Bataknews.com I Guna mensukseskan even yang sudah menjadi agenda kalender tahunan di Kabupaten Toba Samosir, yaitu Karnaval Pesona Danau Toba yang akan digelar selama tiga hari (Jumat, Sabtu dan Minggu) ditanggal 13 – 15 September 2019, Disparbud dan Dinas Kominfo Tobasa, berbenah ekstra, Rabu (11/9/2019).
Seperti dikatakan, Kadis Kominfo Tobasa Lalo Hartono Simanjuntak, saat ditemui di lapangan, “Kita sebagai Humas, kordinator lapangan dan sebagai media publikasi, harus benar-benar mempersiapkan pelaksanaan Karnaval Pesona Danau Toba, seapik mungkin, agar terselenggara dengan baik dan sukses.”
Terlebih pelaksanaan Karnaval ke empat (4) ini, akan dihadiri dan dibuka oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti, untuk itu panggung akan kita desain sedemikian rupa agar para peserta karnaval, masyarakat dan wisatawan dapat melihat jelas saat Ibu Susi, memberikan sambutan, kata Lalo.

Ditambah Lalo, “Sebagai media publikasi, kita juga harus mengkondisikan kenyamanan dari awak media (wartawan) untuk melakukan konferensi pers kepada ibu menteri.” Saat melakukan wawancara dilakukan dengan tertib dan efisien.

Terpisah, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Herkules Butar – Butar menerangkan, ” Pelaksanaan Karnaval Pesona Danau Toba ke empat (4) sudah memasuki tahap sembilan puluh persen, khususnya dari dinas pariwisata dan kebudayaan.”

Terkait untuk persiapan di 16 Kecamatan yang ada di Kabupaten Toba Samosir, “Saya kira ada kesamaan dengan kita persiapan dalam memeriahkan Karnaval ini, sebab sudah beberapa kali kita lakukan sosialisasi dengan seluruh Camat,” terang Herkules.

Menurut laporan yang kita terima seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten ini, sepenuhnya siap dalam mensukseskan karnaval tahun ini, dengan membawakan kreasi dikecamatannya seperti, kuliner khas Batak, Parade busana adat Batak dan Mobil hias.

Meskipun tidak seluruhnya kecamatan ikut serta dalam kreasi mobil hias, tidak berarti seluruh kecamatan yang ada di kabupaten ini, mengurangi dukungan mereka terhadap suksesnya karnaval ini, sebagai bukti mereka ikut dalam lomba kuliner dan Parade busana adat Batak.
Pesona Karnaval Danau Toba ke 4, pemerintah telah serius dan siap mensukseskan untuk meningkatkan kunjungan wisata melalui even sebesar ini, kita berharap agar masyarakat juga mendukung suksesnya karnaval ini. Terlebih kepada awak media elektronik, online, televisi dan elektronik mempunyai peran besar sebagai sarana promosi karnaval ini serta wisata Kabupaten Toba Samosir, pungkas Herkules. (as)

Gambar : Pentas mulai didirikan untuk karnaval.

Nyaman di Tanah Batak Mahasiswa Papua Raih Prestasi.

Tobasa, Bataknews.com I Kapolres Tobasa, AKBP Agus Waluyo SIK, merasa bangga dan sulut ternyata, “Elvira Wenda” salah satu putri Papua yg kemarin kita ajak Ramah tamah dan makan bersama lulus dari IT DEL dengan nilai “cumlaude” sungguh merupakan pencapaian yang luar biasa.

Dan tidak tanggung-tanggung, langsung Bapak Jenderal TNI (HOR) (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, M.P.A langsung tarik Elvira Wenda menjadi Staf Menko Maritim, merupakan hal yang tidak kita sangka sebelumnya. “Siapa sih yang tidak mau jadi staf Menko Maritim,” pungkas Kapolres.

Hal tersebut didapat dari Institut Teknologi Del (IT DEL) (Del Institute of Technology) adalah sebuah perguruan tinggi swasta terbaik dengan mutu pendidikan yang tak dapat diragukan lagi, berkedudukan di desa Sitoluama, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Indonesia.

Yang mana, IT DEL didirikan oleh Jenderal TNI (HOR) (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, M.P.A yang merupakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman 2016 sampai sekarang sekarang, sebut Kapolres.

Kita adalah Bhinneka Tunggal Ika. Hal ini membuktikan, meskipun kita berbeda dalam adat istiadat, ciri khas penampilan, juga tradisi, bukanlah alasan untuk saling membenci satu dengan lainnya, justru perbedaan tersebut untuk menyatukan kita, saling melengkapi, kata Kapolres Selasa (10/9/2019) via selular.

Hal ini dikatakan Kapolres Tobasa bukan tanpa alasan, ternyata dibalik pertemuan Bapak Kapolres Tobasa AKBP Agus Waluyo, SIK, beserta Unsur Muspida Kab. Tobasa Bupati Toba Samosir Ir. Darwin Siagian, Ketua DPRD Kab. Toba Samosir Boike Pasaribu, Wakil Ketua DPRD Kab. Toba Samosir Toni Simanjuntak, Kajari Balige Jefry Maukar ada Keseruan baru, namanya MOP PAPUA (Mop/Mob adalah Cerita Lucu), pada Kamis (29/08/2019), lalu.

Yang menarik perhatian, saat Mahasiswa asal Provinsi Papua dan Papua Barat yang kuliah di IT Del, menyanyikan lagu Batak (orang ketiga).Namun siapa sangka kalau lagu ini dinyanyikan oleh Mahasiswa Asal Papua dengan sangat fasih.

Kita menyanyikan lagu ini bersama dengan Bupati Toba Samosir, Ir. Darwin Siagian, M.M, Kajari Balige Jeffry P. Maukar, SH, MH, beserta bapak Rektor IT DEL.

Dimana kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa mereka aman dan nyaman dalam berkuliah maupun bersosialisasi disini, serta mengajak mereka agar tidak mudah untuk terprovokasi segala bentuk pemberitaan yang tidak benar/hoax. disamping untuk menyemangati Mahasiswa asal Provinsi Papua dan Papua Barat, dengan idiologi Pancasila, terang Kapolres.

Selain itu, Ternyata Kapolres Tobasa AKBP Agus Waluyo, SIK pernah bertugas di Papua, ditahun 2008-2010. Untuk mengenang selama tugas di Papua Kapolres Tobasa meminta salah satu mahasiswa utk tampilkan “ MOP Papua.”

Dikatakan Kapolres, Mob Papua merupakan sarana bercanda dan melepas lelah dikalangan orang Papua. Biasanya. Suatu topik diceritakan secara bergantian pada saat nongkrong dengan teman maupun kerabat. Mob sendiri diangkat dari hampir semua tatanan kehidupan manusia, mulai dari seni, kebudayaan, suku dan bahasa, tradisi, agama sampai dengan ketuhanan.(as)

Gambar : Elvira Wenda yang meraih cumlaude.

PAD Percepatan Pemerataan Pembangunan Tobasa

Bataknews.com I Pemerintah Kabupaten Toba Samosir menggelar gathering dan sosialisasi produk serta penandatanganan kerjasama monitoring pajak daerah online antara Pemkab Tobasa dengan PT. Bank Sumut, untuk taat pajak dan percepatan pembangunan di Kabupaten Toba Samosir, di Convention Hall Restourant Sinar Minang, pada Senin (9/9/2019).

Pemerintah Kabupaten Toba Samosir, melakukan inovasi dengan menerapkan sistem online dalam pemungutan pajak daerah, bersama PT. Bank Sumut, sehingga nantinya transaksi usaha secara online wajib pajak, administrasi perpajakan daerah dan sistem perijinan terintegrasi dengan sistem Informasi Manajemen Daerah Dinas Pendapatan Daerah Tobasa

Sehingga monitoring terhadap data transaksi usaha wajib pajak diperuntukkan kepada wajib pajak seperti Hotel, Restoran, Hiburan dan Parkir, dan lain sebagainya. Dengan pemasangan Alat Monitoring Data Transkasi Usaha secara Online (tapping box), dimana alat ini bertujuan untuk merekam dan menyimpan setiap data transaksi usaha wajib pajak yang terjadi, serta dapat dipantau dari dashboard (sistem monitoring) yang berada di Dinas Pendapatan Daerah, Kabupaten Toba Samosir.

Disambutannya, Wakil Bupati Toba Samosir, Hulman Sitorus mengatakan, “Dunia usaha yang ada di Kabupaten Toba Samosir dapat ditingkatkan kesadarannya dalam kewajiban membayar pajak dan retribusi sesuai dengan aturan baru.”

Untuk itu kami percaya, masyarakat serta dunia usaha akan turut mendukung dan mau bekerjasama dalam taat pajak, sehingga pembangunan dapat berjalan dengan maksimal, menuju masyarakat yang makmur dan sejahtera, melalui pembangunan di segala bidang, kata Hulman.

Dilanjutkannya, Kita harus merubah pola pikir yang selama ini kita lakukan, hanya sekedar bicara tanpa melakukan perbuatan tanpa ada perubahan, marilah kita berbuat dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat supaya taat pajak.

Serta memberikan pemahaman kepada masyarakat dan dunia usaha manfaat yang dihasilkan apabila meningkatnya PAD melalui pajak pendapatan, hotel, restoran, rumah makan, tempat hiburan, parkir dan lainnya, sebab pajak pendukung pembangunan yang maksimal.

Dengan demikian perlu sinergitas institusi dan lembaga dalam melakukan tugas retribusi, agar berjalan secara tertib, terukur, terarah dan terkontrol, demi peningkatan pelayanan publik supaya kewajiban membayar pajak akan didukung masyarakat..

Terwujudlah perbaikan pemerintahan sentralisasi menjadi otonomi daerah yang mandiri, mampu melaksanakan pembangunan yang mandiri melalui PAD dari masyarakat yang taat pajak, memaksimalkan pembangunan di Kabupaten ini, pungkas Hulman. (as)

Gambar : Hulman Sitorus memberi sambutan.

Wabub Hulman Sitorus Berangkatkan 16 Pramuka SD ke Tingkat Nasional.

Bataknews.com I Wakil Bupati Toba Samosir (Toba ) Hulman Sitorus berangkatkan 16 siswa dan 7 pembina Pramuka SD Swasta Bonapasongit Sejahtera untuk mengikuti Lomba Gugus Depan Unggul dan Lomba Penggalang Ceria Sekolah Dasar Tingkat Nasional 2019, Sabtu (7/9/2019) di Rumah Dinas Bupati Tobasa.

Dalam sambutannya Wabub Hulman bangga atas pencapaian SD Swasta Bonapasongit Sejahtera yang berhasil mewakili Provinsi Sumatera Utara dalam acara Lomba Gugus Depan Unggul dan Lomba Penggalang Ceria Sekolah Dasar Tingkat Nasional 2019.

“Saya memandang ini hal yang luar biasa, kalaupun ada kendala pasti dapat terselesaikan dan jangan berkecil hati” katanya.
Ditambahkannya Pemerintah Kabupaten Tobasa sangat beruntung punya anak-anak yang semangat tinggi dan pintar.”

Dimana hal ini, sesuai dengan paradigma membangun generasi emas Tahun 2045 harapan itu ada pada generasi muda sekarang ini, tambahnya.
Sementara Jontang Napitupulu selaku Ka. Kwartir Ranting dalam laporannya menyebutkan gerakan Pramuka Gugus Depan 16.003-16.004 SD Swasta Bonapasongit Sejahtera dibawah bimbingan Kwartir Ranting Parmaksian.
Dijelaskannya, Lomba Gugus Depan Unggul yakni Kepala Sekolah selaku Kamabigus mempersentasikan program unggulan Gudep didampingi oleh Pembina Putera dan Pembina Puteri, dan Lomba Penggalang Ceria yakni siswa akan mengikuti 15 kegiatan yang berkaitan dengan teknik Kepramukaan.
Lomba ini diselenggarakan di Kota Bogor pada tanggal 8-13 September 2019
Turut hadir dalm acara itu Sekdakab Tobasa Audy Murphy Sitorus, Sekdis Pendidikan Tobasa Parlindungan Naipospos, Camat Parmaksian Selaku Mabiran Paiman Butar Butar, Kabid Pengembangan dan Pelestarian Kebudayaan Patar Silalah dan Pembina Pramuka SD Swasta Bonapasogit Sejahtera.(as)

Arief Yahya : Tobasa Pusat Kuliner Semacam Jimbaran Bali

Tobasa, Bataknews.com I Kabupaten merupakan salah satu kawasan destinasi Super Perioritas Danau Toba bentukan Kaldera Gunung Berapi, yang disinyalir memiliki bibir pantai terpanjang, mulai dari Kecamatan Ajibata hingga Kecamatan Tampahan, juga memiliki pantai dengan pasir putihnya.

Untuk itu, Menteri Pariwisata Indonesia, Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc mengunjungi Pantai Lumban Bulbul, Balige Kabupaten Toba Samosir, dalam upaya percepatan pembangunan, utilitas dasar dan infrastruktur seperti sarana air dan internet, serta kemasan kuliner, pada Kamis (5/9/2019).

Menurut Arief Yahya, sebagai kawasan destinasi super perioritas Danau Toba, Kabupaten Toba Samosir perlu percepatan pembangunan infrastruktur dan utilitas dasar, sehingga wisatawan yang datang dapat terpuaskan dan menjadi tempat yang diminati.

“Sesuai instruksi dari Pak Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo tanggal 15 Juli 2020, semua infrastruktur dan utilitas dasar harus sudah selesai, seperti jalan, listrik, internet termasuk bandara,” terang Arief.

Selanjutnya, kita ingin menyakinkan kepada Pak Luhut Binsar Panjaitan, M.P.A. adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, bahwa di bulan Oktober ini, sudah ground breaking (terobosan) untuk pembangunan infrastruktur dan utilitas, seperti air di Calder Resort.

Dengan demikian, sehingga nantinya para investor yang ada, kita harapkan akan segera melakukan pembangunan di destinasi super perioritas kawasan Danau Toba, khususnya di wilayah Kabupaten Toba Samosir ini, harap Arief.

Dilanjutkan Arief, setelah kita lakukan diskusi. “Khususnya untuk Lumban Bulbul kita sarankan sebagai tempat mirip pusat kuliner, semacam Jimbaran di Bali.”

Semua itu sangat memungkinkan sebab pantai di Danau Toba, Kabupaten Toba Samosir, memiliki pantai yang bagus, dengan airnya yang bersih serta ketersediaan ikan segarnya yang bisa langsung diambil. “Terkait kuliner, Kemenpar akan turut membantu dalam pembuatan kemasan kuliner, sehingga setiap wisatawan akan bisa mampir disini,” pungkasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Arief Yahya beserta rombongan menikmati kuliner Restoran Sinar Minang, serta kuliner yang disajikan oleh UKM di Pantai Lumban Bulbul, seperti gorengan serta sambutan dari tokoh masyarakat yang diwarnai pemberian ulos kepada Arief, yang merupakan adat Budaya Batak dalam menghormati tamu.

Rombongan Menteri didampingi, Wakil Bupati, Hulman Sitorus, Sekda sekaligus Plt Dinas Parbud, Audi Murphi Sitorus, beberapa Kepala Dinas di Kabupaten Toba Samosir serta Camat Balige, Pantun Pardede, sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi BPODT, Kecamatan Ajibata. (asri)

Teganya Dugaan Korban Penganiayaan Sampai Pingsan, Polres Tobasa Akan Profesional.

Gambar : kondisi Risky saat ditemui dirumahnya.

Bataknews.com I Polres Kabupaten Toba Samosir, berjanji akan melakukan Proses hukum secara profesional dan proporsional, terhadap kasus penganiayaan yang terjadi kepada Risky Suriadi Panjaitan (26) dan Ganda Manurung, yang terjadi pada Selasa (27/8/2019) di Simakkuk, Kecamatan Parmaksian Kabupaten Toba Samosir.

Sesuai keterangan korban Rizky Suriadi Panjaitan (26), saat ditemui di rumahnya, di Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir mengatakan, pengeroyokan terhadap dirinya di cafe simangkuk,Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir, yang terjadi pada malam Rabu hingga tidak sadarkan diri.

Video : pernyataan Risky saat ditemui dirumahnya.

Menurutnya, semula mereka minum tuak di kedai sosor ladang bersama lima orang temannya, kemudian bersama temannya melanjutkan minum ke sebuah cafe di simangkuk,dan setelah sampai di cafe korban terus joget joget,
Setelahnya dirinya tidak mengetahui apa yang terjadi, tiba tiba dirinya menyadari sudah di rawat di rumah sakit porsea, dengan luka yang parah diwajahnya saya, dengan sakit yang tak tertahankan.

Kemudian keluarga saya membuat laporan ke Polsek Porsea pada hari Rabu (28/82019) untuk memproses pihak tersangka, dari keterangan saksi yang melihat korban pengeroyokan, yang diduga dilakukan, bernama AS dan VN, terang Rizky.

Korban kedua, Ganda Manurung juga mengatakan, Saya juga turut sebagai korban saat ingin melerai kejadian tersebut, sampai saya terkena pukulan besi tiang mik, hingga kepala saya menngalami luka robek, tepatnya di kening saya, sebutnya.
Keluarga dan kedua korban berharap agar kasus penganiayaan ini diusut tuntas oleh kepolisian Polres Tobasa, serta apa motif sehingga penganiayaan dilakukan sedemikian parahnya, agar tidak terjadi peristiwa yang tidak berperikemanusian ini, mohon mereka.
Mengetahui hal ini, Kapolres Tobasa, AKBP Agus Waluyo, berjanji kepada awak media, akan melakukan penyelidikan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di Indonesia. “Kita akan proses kasus ini dengan profesional dan proporsional,” terangnya.

Untuk itu peristiwa penganiayaan tersebut yang sudah ada laporan dari pihak korban ke Polsek Porsea, dengan No LP 10 /VIII/2019/SU/TBS/SEK PORSEA tidak akan kita biarkan, akan dipastikan dilakukan penyidikan dan pengembangan, kata Kapolres, Rabu (4/9/2019).

Terpisah, Kapolsek Porsea AKP Napsanto Setiarso, SH mengatakan, benar sudah ada pelaporan dari dua orang yang diduga korban penganiayaan, yaitu Rizky Suriadi Panjaitan dan Ganda Manurung, sedang dalam proses penyidikan dan pengembangan.

Proses ini akan serius kita tangani, tapi harus dengan pembuktian yang jelas dan saksi yang jelas juga, agar tidak terjadi kesalahan dalam proses hukum yang terjadi. Perlu juga diketahui oleh masyarakat, bahwa setiap laporan yang masuk ke pihak kepolisian tidak bisa serta merta dilakukan penahanan.
Tetapi harus dilakukan pengembangan dan penyidikan dengan mengumpulkan bukti – bukti dan saksi yang jelas, secara profesional dan proporsional, terang Kapolsek Porsea.(as)

Gambar : Ketika menanyakan ke Polsek Porsea.

Polres Tobasa Ajarkan Tertib Lalulintas dan Cinta NKRI Bagi Pelajar.

Seiring dengan pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2019, Polres Tobasa melakukan sosialisasi pentingnya pengetahuan tentang tertib berlalu lintas untuk kenyamanan dan keselamatan di jalan raya, yang dilakukan Saat Lantas Polres Tobasa, di SMA Negeri 2 Balige dan Yayasan Soposurung, Kabupaten Toba Samosir, pada Senin (2/9/2019). Serta Murid dan Guru lebih dekat dengan Kepolisian dan mengetahui dan mematuhi Undang-undang dan peraturan yang berlaku di Indonesia serta tertanam di hati para guru dan murid Cinta NKRI.

Dalam sambutannya, Kapolres Toba Samosir AKBP AGUS WALUYO Sik, mengharapkan agar murid SMA Neg 2 Balige, harus punya karakter disiplin karena Murid SMA Negeri 2 mempunyai IQ tinggi, sebab murid SMA Neg 2 Balige adalah calon-calon Pemimpin Negara dan Bangsa.
Adapun maksud dan tujuan Kegiatan,melakukan pendekatan dan mengajak bersama sama para Guru dan murid guna meningkatkan stabilitas Keamanan di Wilayah Kabupaten Toba Samosir serta mencegah terjadinya Provokasi dari pihak pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat menimbulkan konflik sosial berlatar belakang Rasisme, Etnis dan menjauhkan Narkoba.
Ditambahkan Kapolres, Agar para murid dan guru dalam menggunakan Android dilakukan dengan yang benar dan tidak membuat berita Hoax dan terlalu percaya dengan berita berita di Medsos yang memperluas berita Hoax.
Sebab hal itu dapat membelah persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati. Juga agar para Murid dan guru menjauhi Narkoba karena merusak diri kita dan Negara, mari kita bersatu membasmi Narkoba, menjauhi yang melanggaran Peraturan dan Undang2 yang berlaku di Indonesia, pungkas Kapolres.
Sementara Inspektur upacara, Kasat Lantas AKP Tio Marlin Simbolan mengatakan, sekarang Polres Tobasa dan Kepolisian di Indonesia sedang melaksanakan Operasi Patuh dan dia arahkan kepada murid dan guru untuk mematuhi peraturan berlalu lintas untuk menjaga Keselamatan kita bersama.
Kegiatan yang dilakukan di SMA Negeri 2 dan Yayasan Soposurung meliputi, Permainan Kreatif dari Tim Kreatif Polres Tobasa, dampakasil dari permainan para murid di minta memberikan kesimpulan dari permainan tersebut, agar kita serius tapi santai setiap melakukan Kegiatan.
Untuk menjalin kerjasama dan saling menghargai serta kompak dan cerdas agar selesai mengerjakan sesuatu pekerjaan dengan tuntas, jangan pantang menyerah setiap manusia pasti mengalami jatuh dalam menuju tujuan tidak semuanya berjalan dengan lancar dan baik.
Untuk selanjutnya setiap ada kegiatan kelompok harus ada pemimpin untuk mengarahkan dan mengambil keputusan suatu kegiatan, serta junjung sportifitas dan serius setiap kegiatan supaya hasilnya memuaskan dan maksimal.
Adapun yang hadir, saat itu Kapolres Tobasa AKBP Agus Waluyo, SIK, Kepala Sekolah Negeri 2 Balige Aldon Samosir. Spd, Kasat Binmas AKP Herry Sugiharto SH, Kasat Intelkam AKP Drs A. Rajaguguk MH, Kanit Binmas Balige Iptu M. Sitanggang Kanit Regident Iptu B. Samosir Kanit Bintibmas Aipda Jansen Siahaan, Kanit Binpolmas Aiptu Betmen Panjaitan, Personil Lantas Polres Tobasa dan Tim Kreasi, Kanit Intelkam Polsek Balige Aiptu Tarzan Siahaan. (as)

Wakil Ketua DPRD Tobasa : Label Halal Tidak Tepat di Tobasa

Tobasa, Bataknews.com I Hangat dibicarakan wacana , yang akan memberlakukan wisata halal disekitaran Danau Toba, yang menuai protes oleh masyarakat baik itu di media sosial, demikian komentar Wakil Ketua DPRD Tobasa, Tonny Simanjuntak.

Tonny Simanjuntak mengatakan saat dihubungi via selular, Senin (2/9/2019), “Perlu diketahui dengan label halal tersebut, akan membatasi kuliner khas Batak yang sudah menjadi budaya didalam masyarakat, merupakan kebiasaan yang sudah lama dilakukan.”

Tambahnya lagi, makanan khas Toba, seperti babi panggang serta kuliner lainnya merupakan sumber pendapatan bagi masyarakat dari sektor kuliner, lantas dengan label halal tentu kita menutup sumber mata pencaharian yang ada dimasyarakat, jadi tidak boleh diganggu.

Silahkan saja rumah makan dari etnis atau suku mana membuka rumah makan disekitaran Danau Toba, misalnya Kabupaten Toba Samosir, untuk memenuhi selera dari wisatawan, mereka bebas untuk menentukan singgah di rumah makan mana.

Seperti yang terjadi, saat peresmian rumah makan Sinar Minang, beberapa waktu lalu, pemerintah dan saya sebagai Wakil Ketua DPRD serta elemen masyarakat hadir saat peresmian, membuktikan kita terbuka dengan kehadiran rumah makan tersebut.

Untuk itu, biarlah keberagaman yang terjadi di sekitaran Danau Toba, khususnya Kabupaten Toba Samosir terus berlanjut. “Sebab selama ini masyarakat tidak pernah mempermasalahkan keberagaman itu, karena Bhineka Tunggal Ika masih dipegang erat khususnya di Kabupaten Tobasa.

Janganlah dengan label halal, membuat masyarakat di kabupaten ini menjadi terkotak – kotak, sebab selama ini kebersamaan dan toleransi sudah ada sejak ratusan tahun, sebab masyarakat selalu hidup dalam kerukunan tanpa ada gesekan dari golongan, etnis dan agama.

Karena warisan yang diberikan oleh leluhur Batak kepada generasinya, “Untuk selalu menghargai sesama tanpa harus membedakan aliran kepercayaan, agama dan etnis, untuk menghindari benturan atau gesekan yang tertuang dalam “Dalihan Natolu” , dimana selama ini dengan kuliner Batak tidak ada masalah.

Dan selama ini, wisatawan yang datang ke Kabupaten Toba Samosir nyaman – nyaman saja dengan kuliner yang ada di kabupaten ini, tidak ada kendala, ingin makanan yang halal ada di rumah makan berkat dan restoran Sinar Minang yang baru saja diresmikan, pungkas Tonny. (as)

Gambar : Tonny Simanjuntak

Kapolres Tobasa Gelorakan Bhinneka Tunggal Ika di Masyarakat.

Tobasa, Bataknews.com I Kapolres Tobasa, AKBP Agus Waluyo SIK, menggagasi pertemuan seluruh etnis di Kabupaten Toba Samosir dalam upaya merajut kebersamaan untuk mewujudkan kerukunan dalam Bhinneka Tunggal Ika, serta menciptakan Kamtibmas diwilayah hukumnya, yang dilakukan di Panatapan Rumah Dinas Bupati Tobasa, pada (31/8/2019).

Seperti disampaikan Kapolres Tobasa, “Sesuai arahan dari Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memerintahkan seluruh Kapolda agar menjamin keselamatan dan keamanan mahasiswa asal Papua dan Papua Barat, sehingga tidak tidak ada lagi kejadian serupa seperti yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (1/9/2019).

Untuk itu, Masyarakat diluar Papua ini saya minta para Kapolda tetap menjamin keamanan adik-adik kita mahasiswa yang belajar di semua kota di Indonesia, agar pelajar atau masyarakat yang datang dari Papua yang belajar atau berdomisili di Kabupaten Toba Samosir, dikatakan Kapolres melansir arahan Kapolri.

Rasa bangga diperlihatkan Kapolres, terlihat dimana memang kerukunan di Kabupaten ini sangat dijunjung tinggi, walaupun berbagai etnis tinggal di kabupaten ini, terlihat tidak ada perselisihan diantara masyarakat.

Seperti yang disampaikan mahasiswa asal Papua, kesan bahwa selama tinggal di Asrama IT Del Sitoluama sangat diperlakukan sama seperti mahasiswa lainnya dan mengaku bahwa masyarakat Tobasa sangat Baik dan menerimanya layaknya seperti anak kandung. Sehinga diantara mahasiswa banyak yang telah mendapatkan marga Batak Toba antara lain Silalahi, Pangaribuan, Siahaan, Simanjuntak dan Aruan.

“Bahkan masyarakat Batak tidak jauh beda karakternya dengan Papua, yang keras dalam berbicara terapi punya hati yang lembut.”
Adapun pertemuan tersebut dihadiri, Bupati Tobasa Ir. Darwin Siagian, Wakil Bupati Tobasa Ir. Hulman Sitorus, Sekda Tobasa Drs. Audi Murphy Sitorus, Wakapolres Tobasa Kompol J. Butarbutar, Kabag Ops Polres Tobasa Kompol Efendy Sinaga, Asisten I Pemerintahan Harapan Napitupulu, Asisten II Pemerintahan Janfiter Silalahi, Asisten III Pemerintahan Parlidungan Siregar, Para OPD Kab. Tobasa, Kasat Intelkam Polres Tobasa Akp A. Rajagukguk.

Dan Kasat Bimmas Polres Tobasa Akp Herry, Kasat Lantas Polres Tobasa Akp T. Simbolon, Camat Balige Pantun Pardede, Kapolsek Balige AKP JP. Aruan, Kapolsek Laguboti AKP Bazoka.
Tokoh Agama dan tokoh masyarakat seperti, Praeses Distrik XI Toba Hasundutan Pdt Donda Simanjuntak, Praeses Metodis, Kepastoran, Wakil Ketua Mui Haji Imran Napitupulu, Tokoh Masyarakat Parlin Sianiar, Tokoh Masyarakat Binahar Napitupulu, Tokoh Agama.Undangan setiap Etnis / Suku yang ada Kecamatan Balige dengan menggunakan pakaian adat masing masing.

Serta, Pendamping Mahasiswa/i IT Del yang berasal dari Tolikora Papua : Rektor IT – Del Bapak Togar Simatupang Arnando Sinaga ( Purek II IT Del), Santi Br Manalu ( Dosen IT Del) dan mahasiswa asal Papua yaitu, Otomi Wenda, Dekiles Wenimbo, Dekinus Wendik, Welince Gurik, Elvira Wenda, Premi Yigibalom, Derinus Wandik, Lemi Wenda, Merinus Kogoya

Yang menarik saat pertemuan tersebut, acara makan bersama dilakukan dengan menu kuliner asli Tolikara tanpa nasi, hanya Sayur-sayuran, Ubi dan Daging yang dimasak dengan cara bakar batu. (as)

DESTINASI WISATA KAWASAN DANAU TOBA HARUS RAMAH ANAK

Komnas Perlindungan Anak

Tobasa, Bataknews.com I Jika perkembangan wisata Kawasan Danau Toba (KDT) tidak diantisipasi dalam penataan dan pertumbuhannya sejak dini, KDT dimungkinkan berpotensi rawan terhadap segala bentuk eksploitasi ekonomi dan eksploitasi seksual komersial serta pelanggaran-pelanggaran hak anak lainnya..Anak sangat berpotensi menjadi korban perdagangan narkoba dan obat bius, pornografi fedofilia dan bentuk-bentuk sekploitasi seksual komersial bentuk lainnya, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak kepada sejumlah media di Studio Komnas Anak TV di bilangan Jakarta Timur, Sabtu (31/08).

Lebih jauh Arist mengingatkan pengelohad KDT bahwa penataan wisata seperti penataan lingkungan hidup dan sanitasi, prilaku wisata kuliner, pembangunan infrastruktur daerah wisata, serta pengembangan dan pertunjukan seni dan budaya wajib mengedepankan kepentingan terbaik anak. Mari kita jaga dan lindungi anak dari segala dampak negatif dari perkembangan wisata kita (the best interest of the child). Inilah prinsip dasar pembangunan destinasi wisata “Ramah Anak” yang harus menjadi komitmen kita semua. “Saya belum melihat pembangunan destinasi wisata KDT sebagai tujuan wisata dunia yang dicanangkan pemerintah pusat beberapa waktu lalu, penataan dan pembangunannya memperimbangkan kepentingan terbaik anak, “pendek cerita belum kearah sana”.

Lebih jauh Arist mengingatkan, di beberapa negara seperti Thailand, Filipina, Vietnam dan beberapa negara Asean lainnya sudah mengantisipasi sejak dini pembangunan wisata tiap-tiap negara selalu mengedepankan kepentingan terbaik anak dengan cara salah satunya mengkampanyekan wisata ramah anak dan wisata yang mengedepankan kepentingan terbaik anak, seperti mewajibkankan setiap hotel dan tempat-tempat hiburan widata dan hiburan malam dan destinasi wisata lainnya untuk dilarang melibatkan anak dalam tujuan wisatanya seperti penggunaan sexual anak (child prostitusi anak) dengan mengingatkan wisatawan dengan ancaman pidana maksimal sehingga anak-anak terjaga dan terlindungi dari segala bentuk tujuan eksploitasi seksual komersial, fedofila, eksploitasi ekonomi, perdagangan obat bius, narkoba, pornografi dan bentuk-bentuk pelanggaran hak anak lainnya.

Tanda-tanda kearah eksploitasi telah terlihat di KDT seperti tingginya anak-anak terpapar HIV/AID, tingginya pengguna akun pornografi fan porno aksi, banyaknya anak-anak di Kawasan Wisata Danau Toba saat ini menjadi pekerja dengan menawarkan dagangannya kepada wisatawan-wisatawan lokal dan international pada event-event wisata tertentu misalnya pada hari Sabtu dan Minggu dan pada hari-hari besar lainnya serta berkembangnya tempat-tempat hiburan malam di pinggir atau tepi pantai atau Danau dengan menawarkan praktek-praktek prostitusi dan narkoba “Nah,…jika situasi ini tidak diantisipasi sejak dini, maka Wisata KDT dimungkinkan berpotensi menjadi surganya bagi penikmat fedofilia, seksual komersial anak, perdagangan dan peredaran narkoba seperti yang pernah diduga terjadi di Bali,”
Atas tanda-tanda dan ciri fari destinasi wisata ini, Komnas Perlindungan Anak Indonesia sebagai lembaga yang diberikan mandat untuk melakukan penghormatan, pembelaan dan perlindungan bagi Anak Indonesia, meminta dan mendesak serta mengingatkan pengelola KDT dan kepada semua pemimpin daerah di KDT untuk segera mengkampanyekan Destinasi wisata KDT sebagai wisata Ramah Anak, paling tidak Kabupaten Toba Samosir dan Kabupaten Samosir ramah anak, dengan melibatkan tekat bersama semua stakeholder termasuk pengelola hotel dan penginapan daerah-daerah tujuan wisata, tempat kuliner, dan tempat-tempat hiburan serta kebijakan-kebijakan pemerintah yang mengarah pada memberikan perlindungan bagi anak dari dampak negatif wisata.
“Tidaklah berlebihan demi masa depan dan kepentingan terbaik anak, sudah saatnya Destinasi Wisata KDT menjadi wisata Ramah Anak.”
Untuk mewujudkan ke arah sana diperlukan komitmen pemerintah dan wakil Rakyat (DPRD) melahirkan Peraturan Daerah (Perda) dan masing-masing kepala Desa di KDT membuat Peraturan Desa (Perdes) Tentang Gerakan Perlindungan Anak Sekampung (SAHUTA) dengan menggunakan kearipan lokal dengan cara menggerakkan kembali sistim kekerabatan yang ada ditengah-tengsj masyarakat dan adat Bangso Batak yakni “SISADA ANAK SISADA BORU” sebagai antisipasi dampak negatif dari perkembangan wisata, dengan demikian masyarakat KDT dan pemerintah bisa berkomitmen Destinasi Wisata KDT menjadi wisata Ramah anak di masa depan, kata Arist kepada media Tobasa, Minggu (1/9/2019). (as)

Jaga Kearifan Lokal Kuliner Lokal Masakan Babi di Perlombakan di Karnaval Danau Toba.

Gambar : Tanggotanggo

Tobasa, Bataknews.com I Even besar yang menjadi kalender Tahunan di Kabupaten Toba Samosir, yaitu pelaksanaan Karnaval Pesona Danau Toba yang dilaksanakan di Balige Kabupaten Toba Samosir, tinggal menghitung hari, yaitu tanggal 13 – 15 September 2019. Dimana hal yang menarik ada tiga bahan makanan yang akan diperlombakan salah satunya kuliner masakan daging babi, yang menjadi salah satu kearifan lokal kuliner, masyarakat Batak Toba.

Terlepas dari label halal yang marak dibicarakan di media sosial yang menuai pro-kontra, Pemerintah Kabupaten Toba Samosir saat Karnaval Pesona Danau Toba memasukkan kuliner daging babi untuk diperlombakan, selain ikan dan daging ayam, hal ini dipaparkan Pemkab Tobasa, kepada wartawan Tobasa di ruang balai data, lantai 4 Kantor Bupati Tobasa, Jumat (30/8/2019).
Menurut Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Tobasa, Herkules Butarbutar, “Pameran serta perlombaan kuliner terdiri dari, masakan daging babi, ayam dan ikan, yang pengolahan sesuai dengan cirikhas lidah masyarakat Batak.”

Seperti pengolahan, daging babi dengan cara dipanggang, arsik, saksang, tanggotanggo, untuk daging ayam diolah menjadi, panggang, padar, sirapege sementara untuk ikan dengan diarsik, niura, panggang dan nitombur, semua jenis masakan ini menggunakan bumbu masakan andaliman, terang Herkules.

Ketiga jenis kuliner ini merupakan cirikhas makanan yang tidak dapat lepas dari lidah masyarakat Batak, terlebih saat pertemuan keluarga maupun pesta adat.
Bisa dikatakan sudah menjadi kuliner kearifan lokal yang tidak dapat dirubah oleh waktu dan perkembangan jaman, sehingga memang layak untuk ditampilkan dalam even besar, seperti Karnaval Pesona Danau Toba, sehingga seluruh wisatawan mengetahui apa makanan khas di Batak Toba, khususnya Kabupaten Toba Samosir.

Bukan berarti kita tidak menghargai masyarakat maupun agama yang lain, “Tetapi kearifan lokal makanan khas masyarakat Batak Toba juga perlu dilestarikan untuk menjaga kearifan lokal itu sendiri, yang sudah diwariskan leluhur Batak,” pungkas Herkules.
Sambung Herkules, maka untuk menghormati masyarakat dan agama lain, Dinas Pariwisata akan melakukan zonasi, berupa lokasi atau tempat makan yang standard halal atau non halal, sehingga wisatawan akan mengetahui daerah mana saja kuliner halal dan tidak halal.
Dengan demikian terwujudlah kerukunan saling menghargai satu dengan lainnya, tanpa harus mengorbankan kearifan lokal yang ada di masyarakat Batak Toba, pungkasnya.(as)

Gambar : saksang

Menteri Susi Pudjiastuti Akan Meriahkan Karnaval ke 4 di Tobasa

    Tobasa, Bataknews.com I Karnaval Pesona Danau Toba (KPDT) sudah menjadi kalender agenda tahunan, dalam upaya peningkatan pariwisata di Kabupaten Toba Samosor, saat ini sudah memasuki tahun keempat (4) yang akan diselenggarakan selama tiga (3) hari pada tanggal 13 – 15 September 2019, di Ibukota Kabupaten Tobasa, Balige dan akan dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti.
     Upaya peningkatan pagelaran Karnaval Pesona Danau Toba (KPDT) agar lebih semarak dari tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Toba Samosir mengajak awak media (wartawan) cetak, elektronik maupun online, agar berkolaborasi penyebarluasan informasi agenda kalender tahunan ini.

     Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Herkules Butarbutar, berharap melalui pemberitaan yang dimuat oleh wartawan terkait KPDT, baik sebelum maupun sesudah pelaksanaan, dapat diketahui oleh masyarakat luas, bahwa kabupaten ini, memiliki adat, budaya dan tujuan wisata indah yang layak untuk dikunjungi wisatawan.
     Perlu diketahui, saat karnaval nanti akan dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Ri, Susi Pudjiastuti, sekaligus akan memberikan alat – alat perikanan kepada nelayan di Kabupaten Toba Samosir, sebut Herkules.
     Selain dampak dari pemberitaan yang dimuat wartawan di media masing – masing, tentunya akan banyak diketahui oleh masyarakat lokal maupun luar kabupaten, bukan tidak mungkin akan mendatangkan wisatawan mancanegara, harap Herkules.
      Dilanjutkan Herkules, Untuk hari pertama (13/9/2019) digelar festival kuliner Toba (Toba cooking festival), berupa masakan (kuliner) khas masakan Batak, seperti arsik, naniura, panggang dan lain sebagainya, serta berbahan baku ikan, ayam dan ciri khas Batak B2, untuk menunjukkan kearifan lokal makanan Batak.
      Untuk hari kedua (2) tanggal 14 September, diadakan Pameran produk ulos dan Usaha Kecil Menengah (UKM) kepariwisataan serta karnaval mobil hias dan parade kostum adat Batak, yang kemudian hari terakhir (15/9/2019) menampilkan sebuah panggung hiburan yang ditampilkan artis lokal dari sanggar seni. Selanjutnya acara hiburan menampilkan artis Ibukota atau Nasional.
    Ditambahkan, Kepala Dinas Kominfo Tobasa, Lalo Hartono Simanjuntak, “Peran serta wartawan sangat dibutuhkan untuk mensukseskan Pesona Karnaval Danau Toba ke 4 yang akan kita laksanakan di bulan September 2019.” Pemkab Tobasa berharap wartawan yang bertugas di Kabupaten ini secara bersamaan melakukan pemberitaan yang dapat menjual kabupaten kita, untuk perkembangan pariwisata, pungkasnya.
     
    Adapun pertemuan Pemkab Tobasa dengan wartawan yang bertugas di Kabupaten Toba Samosir, dilaksanakan di ruang balai data, lantai empat, Kantor Dinas Bupati, pada Jumat (30/8/2019). Yang dihadiri, Dinas Pariwisata, Kadis Kominfo Kalo Simanjuntak, Asisten 2 Jhonpiter Silalahi dan Asisten 3 Parulian Siregar. (as)

Kominfo Tobasa dan PT TPL Siap Jalin Kolaborasi Bentuk Wartawan Profesional

Tobasa, Bataknews.com I Kadis Kominfo, Drs. Lalo Simanjuntak, menyambut baik niat dari PT TPL. Lalo berharap PT TPL dapat membantu program Kominfo untuk selalu mendukung dalam peningkatan kompetensi dan juga memberikan dukungan edukasi khususnya kepada para jurnalis yang berada di Kabupaten Tobasa.

“Para jurnalis harus kita edukasi, sembari kita menjalin hubungan yang dekat dengan mereka, tetapi kita juga harus meningkatkan kompetensinya, tujuannya agar media mampu membedakan mana hal yang baik dan buruk sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya. Lalo berharap agar kedepannya para jurnalis dapat menulis sesuai dengan fakta dan juga memperhatikan kode etik jurnalistik dalam penulisannya.
Seperti diketahui, PT. Toba Pulp Lestari, Tbk adalah perusahaan penghasil bubur kertas (pulp) dengan menggunakan Pohon Ekaliptus sebagai bahan baku utamanya yang dikelola di lima wilayah konsesi di Sumatera Utara. Dalam mewujudkan visi perusahaan, yaitu “Good for Community, Country, Climate, Customer and Company” PT. Toba Pulp Lestari, Tbk berkomitmen untuk memberikan kontribusi yang maksimal kepada stakeholders dalam pengembangan bidang ekonomi dan sosial.

Untuk mendukung terwujudnya visi tersebut, diperlukan juga dukungan dari media massa dan rekan pers agar pesan serta informasi mengenai perusahaan dapat disampaikan dan juga menciptakan pemahaman bagi masyarakat.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang bertugas untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan dibidang komunikasi dan informatika menjadi salah satu sumber informasi dan jurnalistik di wilayah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa)

PT Toba Pulp Lestari, Tbk melakukan pertemuan resmi untuk menjalin silahturahmi dengan Kepala Dinas Kominfo Tobasa, Drs.Lalo Hartono Simanjuntak, Kabid. Kominfo Jhonson Sirait, beserta staf pada Rabu, 28 Agustus 2019 di Balige, Kab. Tobasa.

Dalam pertemuan ini, turut hadir Manager Corporate Communications PT TPL, Norma Hutajulu, Media Relations Coordinator, Juliandri Hutabarat dan Media Relations Officer, Natalia Pangaribuan. Norma Hutajulu menyampaikan bahwa tujuan diadakannya pertemuan ini untuk menjalin keakraban sekaligus menyampaikan informasi terkait perusahaan dan operasionalnya sehingga terbentuk kerjasama jangka panjang untuk kemajuan di bidang komunikasi.
“PT Toba Pulp Lestari, Tbk siap untuk menjalin kerjasama dan mendukung program-program yang dimiliki oleh Dinas Kominfo, agar perusahaan dan juga media dapat berjalan sinergis dan saling mendukung,” ucapnya.(as)

Tabrak Truk Bermuatan Seng Baja Leher Sobek dan Tewas.

Tobasa, Bataknews.com I Satu unit Sepedamotor yang diduga tidak memiliki lampu yang dikendarai JT berboncengan dengan DS, menabrak truck bermuatan seng baja ringan, menyebabkan nyawa JT melayang setelah lehernya sobek, pada Rabu malam, (28/82019).

Menurut keterangan warga, JT yang berboncengan dengan DS yang diketahui warga Desa Simpang Siguragura, Kecamatan Porsea Kabupaten Toba Samosir, melaju kencang dari arah Siantar menuju Balige, di Jalinsum Desa Simpang Siguragura diduga Sepedamotor tidak memiliki lampu.

Namun naas bagi pengendara sepedamotor, JT yang berboncengan dengan DS, menabrak belakang truk yang bermuatan seng baja ringan.

Sebab, tidak melihat sebuah truk milik pengusaha baja ringan BB, yang juga warga Simpang Siguragura, yang ingin memasukkan truknya kegarasi depan rumahnya, sekaligus tempat usahanya,

Akibatnya leher sipengendara Sepedamotor JT, sobek terpotong seng baja ringan yang menyembul dibelakang truk, sedangkan yang dibonceng DS mengalami luka lecet ditangan.

Peristiwa ini sudah mendapat penanganan dari pihak Satlantas Polres Tobasa. Seperti dikatakan Brigadir Siagian saat ditemui di TKP, ” Korban JT saat ini berada di rumah sakit dengan luka robek di leher dalam keadaan tidak bernyawa.”

Untuk informasi detailnya belum dapat kita berikan, informasi selanjutnya, akan kita kabari setelah penyelidikan dan pengembangan serta mengumpulkan bukti dan saksi, kita tunggu saja kabar dari Satlantas setelah semua dilengkapi, Pungkas Siagian.(as)

Gambar : Korban Meninggal (JT) saat berada di RSUD Porsea

Bringjen TNI Ardiansyah Bangga Terjaganya Kerukunan Batak di Tobasa

Idiologi Pancasila masih kental bagi Batak di Kabupaten Toba Samosir, terbukti kerukunan umat beragama dan rasa persaudaraan dan kebersamaan sangat terasa dalam kehidupan bermasyarakat.

Tobasa, Bataknews.com I Kesbangpol Toba Samosir bersama Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Idiologi Pancasila (BPIP), Dr Lia Kian, Kasat Sahlih Bidang Idiologi Politik, Brigjen TNI Ardiansyah Triono, aliran kepercayaan Parmalim dan Yayasan Taman Eden, dalam membangun sinergi dengan komunitas keagamaan melalui dialog saling silang dengan komunitas kepercayaan dan tujuan wisata, Rabu (28/8/2019).

Dalam Sambutannya, Dr. Lia Kian mengatakan, Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia yaitu Pancasila merupakan kaidah penyelenggaraan negara yang bersifat fundamental, yang berarti Pancasila itu merupakan hukum dasar, yang mencakup semua bidang kehidupan baik mensejahterakan dan keamanan untuk Negara Kasatuan Negara Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Kepala Badan Kesbangpol Tobasa, Jhon Maurids Siagian, merasa bangga dengan “Dalihan Natolu” yang diajarkan leluhur Batak, sehingga menjadi pedoman pola hidup didalam masyarakat Batak, khususnya Kabupaten Toba Samosir, yang menjadi aturan yang harus dipatuhi untuk saling menghargai satu dengan lainnya, mewujudkan kerukunan beragama dan bermasyarakat.
Tujuan dari kegiatan ini, upaya memberikan penghormatan kepada penghayat Parmalim sebagai bentuk kearifan lokal, dan merupakan cikal bakal terbentuknya nilai – nilai Pancasila khususnya sila 1, Ketuhanan Yang Maha Esa, serta membangun dialog tentang sinergi dalam pembinaan idiologi Pancasila.
Dimana, warga penganut atau penghayat sistem religius (agama) Batak asli, yang hingga kini masih eksis, terutama tersebar di daerah Toba, Sumatra Utara, yang berada di Huta Tinggi sebagai pusat komunitas Patmalim yang dipimpin Ir. R. Naipospos.

Selanjutnya, Mengapresiasi laku baik (best practises) warga negara dalam mengelola lingkungan dan mengambil inspirasi dari pejuang – pejuang lingkungan seperti Taman Eden 100 yang terletak di Desa Sionggang Utara, Kecamatan Lumbanjulu, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatra Utara, yang dipimpin Marandus Sitait, terang Jhon Maurids.

Brigjen TNI Ardiansyah Triono, sangat mengapresiasi dengan kerukunan yang terjadi dimasyarakat Kabupaten Toba Samosir dimana masih terpatri didalam hati dengan kuat Idiologi Pancasila untuk hidup saling menghormati satu dengan lainnya, sehingga terbentuk keamanan secara politik, ekonomi dan sosial budaya.

Untuk itu jangan pernah berpikir untuk tidak mengamalkan Idiologi Pancasila sebagai dasar negara, yang dapat merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia, seperti yang terjadi di beberapa daerah lain di Indonesia. “Maka itu selalu pertahankan semangat nasionalisme berdasarkan nilai – nilai Idiologi Pancasila sebagai pedoman kehidupan bermasyarakat dan bernegara Indonesia, pungkas Ardiansyah.

Adapun kegiatan yang diselenggarakan Kesbangpol Tobasa bersama Dewan Pengarah BPIP, Kapok Sahlih Bidang Idiologi, digelar tempat, yakni SKB Porsea dan Taman Eden 100, yang dihadiri penganut kepercayaan Parmalim, petani dan juga Tentera Nasional Indonesia (TNI) dan Polri. (as)

Polres Tobasa Bina Pelajar Tobasa Amalkan Sila ke – 2 Pancasila.

Guna mengamalkan idiologi Negara Pancasila dalam Sila ke 2, Kemanusiaan yang adil dan beradab, upaya peningkatan
rasa persaudaraan dan kebersamaan dalam wilayah hukum Polres Tobasa, diawali dari pelajar sebagai generasi penerus dalam upaya mewujudkan situasi aman dan kondusifnya Kamtibmas dikalangan pelajar, yang harus ditanamkan sejak dini.

Seperti dikatakan oleh Kapolres Tobasa, AKBP Agus Waluyo SIK bahwa pemahaman semangat kebersamaan dan rasa persaudaraan sudah seharusnya di berikan kepada pelajar yang ada di Kabupaten Toba Samosir, dalam bentuk himbauan dan kegiatan kreatif pelatihan kebersamaan dan persaudaraan antar pelajar, pada Selasa (27/8/2019).

“Terbentuknya semangat kemanusiaan yang ditanamkan dari tingkat pelajar, mewujudkan jiwa seseorang, sehingga membentuk mata batin yang memandang orang lain apapun latar belakang pada dirinya sebagai saudara yang harus dihargai dan disayangi,” terang Kapolres.

Hal ini sesuai dengan idiologi Negara Indonesia Pancasila sila ke 2, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, yang mengajarkan supaya warga bangsa dalam kehidupan bersosial selalu konsisten memiliki sikap hormat terhadap sesama,

Serta dapat menghormati harkat dan martabat manusia, secara konkret, yang saling menghormati dan menjamin terselenggaranya pemenuhan hak-hak asasi manusia itu sendiri, maka dari itu sikap demikian mencerminkan sifat warga bangsa yang beradab dan bermoral, pungkas Kapolres.

Pelaksanaan ini dilakukan Polres Tobasa di setiap Mako Polsek, kegiatan tim kreatif, seperti yang dilaksanakan di halaman Mako Polsek Balige, yang di pimpin oleh Iptu Bungaran Samosir, pada Senin 26 Agustus 2019, untuk menghindari perkelahian antar sekolah, di wilayah hukum Polres Tobasa.

Adapun kegiatan dimaksud, upaya memberikan himbauan dan arahan kepada siswa-siswa yang berkelahi, Memberikan Pengertian dan kerjasama antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendidik anak sekolah bersama POLRI dalam lingkungan sekolah dan sekitar kampungnya.

Serta menampilkan permainan yang menumbuhkan kebersamaan dan persaudaran dimana kita, di Kabupaten Toba Samosir masih mempunyai ikatan tali persaudaraan yang kuat, serta masih satu rumput dalam adat Batak. (as)

Gedung Sekolah Rubuh Sekda Tobasa Janji Segera Bangun Kembali.

Nassau, Bataknews.com I Sekda Audi Murphi Sitorus, akan segera tangani pembangunan, Rubuhnya bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri 173623. Sipange, Unit Hasan, Desa Cinta Damai Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosor, yang diakibatkan hujan deras, sudah pernah diusulkan setahun lalu pembangunannya oleh pihak sekolah sebelum rubuh pada Minggu (25/8/2019).

Terkait hal ini dibenarkan oleh, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Tumpal Panjaitan, melalui selular dikatakannya, “Benar telah terjadi rubuhnya gedung bangunan Sekolah Dasar di Kecamatan Nassau, yang diakibatkan oleh hujan deras, dihari Minggu kemarin (25/8).”

Untuk saat ini tim kita dan saya sebagai Kabid, sedang menuju lokasi, dalam melakukan pemantauan, sejauh mana kondisi bangunan yang rubuh akibat dari tanah longsor yang ditimbulkan oleh hujan deras tersebut, agar kita mengajukan kepada Kepala Dinas, selanjutnya kepada Pemkab Toba Samosir untuk ditampung di dalam anggaran, sebutnya.

Selanjutnya, setelah pengecekan kelokasi, serta laporan yang akan kita berikan kepada kadis dan selanjutnya ke Sekdakab Tobasa, serta usulan pembangunan gedung tersebut akan kita usulkan dalam P – APBD, ataupun APBD Kabupaten Tobasa, semoga akan ditampung.

Namun pembangunan Sekolah Dasar yang rubuh tersebut, tidak mungkin dibangun di lokasi yang sama, mengingat lokasi sebelumnya merupakan titik rawan longsor, besar kemungkinan akan dipindahkan lokasi yang baru untuk pembangunan gedung yang baru, pungkas Tumpal.

Menanggapi ini, Wakil Ketua DPRD Tobasa, Tony Simanjuntak menyarankan agar Dinas Pendidikan, Setdakab dan Bupati Tobasa, membicarakan ini dalam pembahasan P – APBD 2019, setidaknya pembangunan sekolah yang rubuh menggunakan dana taktis, atau dana lain, agar anak didik tidak terganggu dalam proses belajar mengajar, terang Tony.

Terpisah, Sekda Kabupaten Toba Samosir, Audi Murphi Sitorus mengatakan, “Kita tunggu saja laporan dari Dinas Pendidikan, yang pasti secepatnya akan kita tangani, sebab ini menyangkut kepentingan anak bangsa, generasi penerus.”

Pembangunan sekolah tersebut pasti direalisasikan secepatnya, meskipun tidak melalui dana taktis, semisal dari dana bantuan perusahaan yang ada di Kabupaten Toba Samosir atau apapun itu untuk kenyamanan siswa dalam proses belajar mengajar, terang Audi Murphi.(as)

Tabrak Pohon Supir Truck Meninggal, 4 Penumpang Luka Ringan.

Tobasa, Bataknews com I Sat Lantas Polres Tobasa melakukan Cek TKP dan amankan barang bukti, Catat dan introgasi saksi, Menentukan titik kordinat tkp dgn alsus tab_4, Koordinasi dgn pihak jasaraharja, dan mengirim laporan ke Dirlantas Poldasu, terhadap satu unit truk yang mengalami laka tunggal di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kabupaten Toba Samosir.

Dimana satu unit Truck dengan nopol BB 8128 LB telah menabrak sebatang pohon, sehingga menewaskan pengemudi dan empat lainnya luka ringan, yang terjadi di Jalinsum, Desa Sinar Sabungan, Kecamatan Bonatualunasi, Kabupaten Toba Samosir, Sabtu, sekitar jam 01.30 Wib.

Menurut informasi dari, Kasat Lantas Polres Tobasa AKP Tio Marlin Simbolon, telah terjadi Laka Lantas di Desa Sinar Sabungan, Kecamatan Bonatualunasi Kabupaten Toba Samosir, satu unit Truck dengan plat, BB 8128 LB, dari arah Medan menuju Tarutung di jalinsum KM 202-203, pada Minggu (25/8/2019).

Kecelakaan berawal, Truck yang dikemudikan oleh Lukman Tambunan (26), hendak mengelak kendaraan yang datang dari arah berlawanan, secara tiba – tiba membanting stir kearah kiri, kemudian hilang kendali dan menabrak pohon yang berada di pinggir jalan, sebelah kiri, menuju arah Medan – Tarutung.

Akibat dari laka lantas tunggal tersebut, merenggut nyawa pengemudi truck nopol BB 8128 LB, yaitu LT , Lk (26), yang beralamat di Desa Sinar Sabungan, Kecamatan Bonatualunasi Kabupaten Toba Samosir, dengan luka robek pada pelipis dan pipi kanan benturan pada kepala, dan meninggal dunia di RSUD Porsea.

Sementara untuk korban luka ringan yang menjadi penumpang yaitu, AB, Lk (27), Alamat : Panggarutan Desa Partoruan Lumbanlobu Kecamatan Bonatualunasi, dengan luka lecet di kepala, selanjutnya AB, Lk (29), Alamat : Sosor Simangambil Desa Silombu Kecamatan Bonatualunasi Kabupaten Toba Samosir, selaku penumpang luka lecet pada tangan dan kaki.

Dan dua penumpang lainnya, LM, Lk (26) Thn, Alamat : Desa Sibaruang Kecamatan Bonatualunasi Kabupaten Toba Samosir, mengalami luka robek pada tangan dan kaki, serta SRN, Lk (32), Alamat : Sait Nihuta, Desa Parsambilan Kecamatan Silaen Kabupaten Toba Samosir, mengalami luka lecet pada kaki kiri dan dibawa berobat ke RSUD Porsea, demikian disampaikan Kasat Lantas Polres Tobasa, AKP Tio Marlin Simbolon. (as)

Percepatan Pariwisata di Tobasa Tergantung Bupati Sebagai CEO.

Tobasa, Bataknews.com I Direktur Politeknik Pariwisata Palembang, Dr. Zulkifli Harahap M.M.Par, Che, mengatakan, sport tourism merupakan acara yang mengkombinasikan olahraga, sekaligus mempunyai tujuan mempromosikan pariwisata suatu daerah, melalui keberadaan acara olahraga yang besar, dengan harapan daerah wisata yang dilalui semakin populer.

Untuk memajukan pariwisata suatu daerah, semisal kabupaten ini, salah satunya desa Meat yang mempunyai potensi untuk pelaksanaan Sport Tourism, harus berani mengambil terobosan sebuah kegiatan, namun harus dibarengi dampak yang ditimbulkannya melalui rincian yang akurat, kata Zulkifli.

Dengan Sport Tourism tersebut, sebagai penggerak inklusif ekonomi masyarakat di desa Meat, Kecamatan Tampahan dan umumnya masyarakat Kabupaten Toba Samosir.

Dilanjutkan Zulkifli, CEO Republik Indonesia (presiden) sudah mengatakan, bahwa pariwisata menjadi leading sector, maka semua kementerian lembaga sudah seharusnya mendukung untuk memajukan pariwisata, jika komitmen sudah ada, maka akan cepat sekali perkembangan pariwisatanya.

Demikian juga dengan Kabupaten Toba Samosir yang menjadi CEO adalah Bupati, yang seharusnya mampu menggenjot pariwisata dan semua SKPD turut membantu dengan terobosan sarana yang mendukung pariwisata. “Untuk itu perlu keseriusan Bupati Tobasa Darwin Siagian, mengarahkan seluruh dinas mengembangkan pariwisata.”

Anggaran lebih kurang 9 Milyar untuk Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba Samosir, saya rasa terlalu sedikit, untuk sebuah Destinasi Super Prioritas Danau Toba. “Saya tidak mengetahui sejauh mana keseriusan Bupati Darwin Siagian, dalam upaya mengembangkan pariwisata, Kabupaten Toba Samosir.

Anggaran seperti itu, bila digunakan di Palembang, akan habis dalam waktu dua bulan, untuk kegiatan – kegiatan atraksi upaya peningkatan pariwisata, seharusnya Bupati memanfaatkan kesempatan bahwa Kabupaten Tobasa salah satu, diantara kabupaten di Danau Toba yang dijadikan pemerintah pusat sebagai Destinasi Super Prioritas.
Keinginan kita, seharusnya Bupati Tobasa hadir dalam kegiatan Bimtek di Hotel Serenauli, Kecamatan Laguboti, agar kita mengetahui sejauh mana upaya dan terobosan untuk memajukan pariwisata di kabupaten ini, serta dukungan dari setiap dinas untuk pembangunan pariwisata.
Intinya pesatnya kemajuan pariwisata Kabupaten Toba Samosir berada ditangan CEO (Bupati), jika Bupati tidak serius dalam visi dan misinya untuk pariwisata. kemajuannya akan lambat, dapat dibilang jalan ditempat, sesungguhnya Bupati harus mampu, menarik sebanyaknya anggaran pariwisata pusat kedaerahnya, pungkas Zulkifli.

Dr. Zulkifli Harahap, M.M.Par, Che, beserta rombongan memberikan bimtek kepada pelaku wisata, pemandu wisata dan Disparbud Kabupaten Toba Samosir untuk memajukan dunia wisata di Kabupaten ini, melalui Sport Tourism, yang telah berhasil di lakukan di Palembang, yang digelar di Hotel Serenauli, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir, Jumat (23/8/2019). (asri)

Anggrek Toba Punya Potensi Pariwisata Tobasa Dalam Ekowisata Anggrek.

Tobasa, Bataknews.com I Tanaman anggrek (Orchidaceae) merupakan tanaman yang dikenal orang sebagai tumbuhan yang mempunyai bunga dengan berbagai keanekaragamannya, serta memiliki bunga yang begitu indah dan berwarna – warni, serta ada jenis anggrek yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, seperti kantong Semar (genus nepenthes) yang banyak ditemui di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Toba Samosir.

Melihat dari keanekaragaman aggrek yang ada di Kabupaten Toba Samosir, sudah sepantasnya membudidayakan anggrek, bila penting dijadikan ekowisata anggrek untuk menarik minat wisatawan, yang datang ke kabupaten ini, bahkan Taman Eden yang saya kelola sudah membudidayakan 112 spesies anggrek, sebut Marandus Sirait.

Sementara, masukan yang diberikan oleh pengelola Taman Eden, Marandus Sirait mendapat apresiasi yang serius dari Plt Kadis Parbud Kabupaten Toba Samosir, Audi Murphi Sitorus, pada Kamis(22/8/2019).

Audi mengatakan, sangat memungkinkan untuk dijadikan ekowisata anggrek untuk menarik wisata agar datang ke Kabupaten Toba Samosir, mengingat ragam tanaman anggrek yang ada di hutan Kabupaten ini.

Seperti misalnya, kantong semar yang oleh negara lain telah menemukan manfaat enzim yang terkandung didalam tumbuhan karnivora ini, sebagai bahan obat dan kosmetik, demikian juga Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), tengah melakukan penelitian terkait kantong semar.

Dilanjutkan Audi, jika tidak salah ada 9 jenis tanaman kantong semar, di wilayah hutan kabupaten kita, namun tidak tertutup akan bertambah jika di eksplor, jika dibudidayakan menjadi ekowisata, sangat besar manfaatnya bagi masyarakat dan kabupaten ini.

Namun kita perlu, memiliki tenaga ahli untuk penangkaran pembudidayaan anggrek khususnya kantong semar, agar lebih maksimal pertumbuhannya, dalam menghasilkan tanaman berkualitas, atau bisa jadi ada pihak swasta yang mau mendukung pengelolaan ekowisata tersebut, yang pasti program ini menjanjikan, terang Audi Murphi.

Terpisah, Manager Lingkungan Hidup, PT. TPL Tbk, Ir. Mangasi Sianipar, Msc menyambut baik, jika pembudidayaan anggrek di Kabupaten Toba Samosir dilakukan dan dikembangkan untuk masyarakat, baik berupa ekowisata anggrek, dalam upaya peningkatan kunjungan wisata di kabupaten ini.

Perusahaan menyambut dengan tangan terbuka, bila dibutuhkan menjalin kerjasama dalam melakukan pelatihan terhadap masyarakat untuk budidaya tanaman anggrek yang ada di Tapanuli Raya ini, sebutnya.

Satu hal yang perlu diketahui, sudah menjadi tanggungjawab sosial dari perusahaan untuk melakukan pelatihan dan pembinaan kepada masyarakat yang berada di wilayah kerja maupun konsesi TPL, terlebih jalinan kerjasama kepada seluruh pemangku kepentingan untuk mensejahterakan masyarakat.

Untuk itu bila pemerintah mengajukan permohonan pembuatan penangkaran perusahaan akan menyambut baik, yang kebetulan PT. TPL memiliki keahlian dalam melakukan kloning tanaman, seperti yang dilakukan saat ini pengkloningan Equaliptus yang menjadi bahan baku perusahaan, sambut Mangasi. (as)

Polres Tobasa Temukan Identitas MR X di Simpang Siguragura

Dengan menggunakan Inafis Portable System, milik Polres Tobasa,  akhirnya berhasil ungkap identitas  mayat MR X yang ditemukan di desa Simpang Sigura-Gura , yang diketahui warga Langso Baro Provinsi Aceh, Kamis (22/8/2019).


Seperti disampaikan oleh Kapolres Toba Samosir, AKBP Agus Waluyo SIK, “Dengan score akurasi 846 dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan perbandingan sidik jari awal pada jempol tangan kanan  dan jari manis tangan kiri MR X dengan data hasil INAFIS PORTABLE SISTEM dinyatakan identitas sama dengan nama Justin Bieber, dengan jenis kelamin laki-laki, agama Islam, yang beralamat, dusun Pendidikan, jalan Ahmad Yani, Langso Baro, Provinsi Aceh.


Sesuai keterangan dari Kapolres, dari informasi yang di dapat dari masyarakat, PP menerangkan, Pada hari Selasa, tgl 20 Agustus 2019 sekira pukul 20.00 WIB saksi melihat korban berada di depan ponsel pudan Porsea lagi berjalan kaki ke arah Siraituruk seorang diri.


Saksi lain WN juga menerangkan, memang ada seseorang meminta tolong didepan rumahnya, pada Rabu (21/8/2019), sekitar pukul 05.00 Wib, namun dirinya enggan keluar dari rumahnya, selanjutnya AM juga menerangkan, pada Rabu (21/8/2019) sekira pukul 06.30 WIB masih melihat korban sedang duduk di atas tanah di depan rumahnya akan tetapi korban tidak bicara.



Hasil cek dan Olah TKP, Ditemukan mayat Mr.X di TKPhalaman rumah tempat tinggalsaksi Abdul Manurung, diperkirakan umur krg lbh 30 thn, tinggi 155 cm, kurus, kulit sawo matang, rambut hitam lurus, ada pen di kaki sebelah kiri pada bagian betis, posisi terbaring telungkup di tanah, mengenakan pakaian kaos warna, biru dongker lengan warna biru, muda, celana jeans warna biru, dan cincin warna putih pada, bagian jari manis sebelah kiri.



Lalu dalam saku/kantong celana korban ditemukan 1 (satu) unit HP merek Motorola warna Gold, pada saat dilakukan VER luar, ditemukan luka pada korban, luka lecet pada bagian kening kiri, luka robek pada bagian kepala, belakang, luka lecet pada bagian jari kaki kanan, luka lecet pada bagian lutut kiri dan kanan, luka lecet pada bagian bahu kiri.



Kemudian jenazah korban dibawa ke RSUD Umum, Pematangsiantar untuk dilakukan,autopsi mayat, interogasi saksi-saksi, sudah melakukan penyelidikan sebab, kematian korban. Korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga, ujar Kapolres. (as)


Pahlawan NKRI Akan Menangis Melihat Bangsa Ini Bercerai – Berai

Bataknews.com I Melihat yang terjadi saat ini, bisa dikatakan para pahlawan kita sedang menangis melihat kita sebagai generasi penerus bangsa yang mana rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, semakin tergerus oleh rasa egois. Tidakkah kita sadari pengorbanan yang diberikan pahlawan kita untuk NKRI, Nyawa, Darah, Harta benda dan keluarga, yang diberikan untuk kita.

Keinginan dari Pahlawan kita, hanyalah agar kita generasi Bangsa, meneruskan perjuangan mereka dengan Semangat Persatuan dan Kesatuan Republik Indonesia, dalam pembangunan untuk mensejahterakan NKRI, demi kepentingan Masyarakat Indonesia.

Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk dari kekuatan, keinginan yang besar guna untuk melepaskan diri dari penjajahan, yang merupakan sebuah persamaan nasib yang dimana dikarenakan terjajah oleh bangsa asing yang terjadi selama 350 tahun, serta memiliki jiwa kesatuan, dalam mencapai sebuah cita-cita bersama yang dimana berguna untuk mencapai sebuah kemakmuran dan juga keadilan bagi sebuah bangsa, sebut Kepala Badan Kesbangpol Tobasa, Jhon Maurids Siagian, Rabu (21/8/2019).

Untuk menumbuhkan semangat Nasionalisme berbangsa dan bernegara dibutuhkan pembentukan karakter, berupa doktrin kepada generasi Bangsa Indonesia sejak dini, agar semangat patriotisme dalam menghargai dan meneruskan jasa para pahlawan untuk Kesatuan dan Persatuan Negara Republik Indonesia (NKRI) tetap utuh.

“Peran dunia pendidikan sangat menentukan untuk mengusung jiiwa patriotisme dalam mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta menghargai jasa para pahlawan kita.”

Melihat yang terjadi saat ini, sudah pantas kita kuatirkan, sebab semakin tergerusnya rasa nasionalisme dan patriotisme yang berkembang di masyarakat akan melemahkan kecintaan kepada bangsa ini.

Untuk itu perlunya dibangkitkan kembali pelajaran disekolah Pendidikan Moral Pancasila (PMP), Sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan idiologi Pancasila, sejak usia dini mulai dari tingkat Paud atau Taman Kanak – Kanak.

Dari tingkat anak – anak, sangat penting diberikan pengetahuan PMP, sejarah perjuangan pahlawan dalam membela dan memerdekakan NKRI, serta bagaimana mempersatukan perbedaan dalam Bhineka Tunggal Ika. Sebab Indonesia dibentuk dari keberagaman, kata Jhon Maurids.

Yang terpenting, perlunya pembekalan terhadap generasi, tentang fungsi Pancasila sebagai Ideologi Negara, Menyatukan bangsa Indonesia, memperkokoh dan memelihara kesatuan dan persatuan, Membimbing dan mengarahkan bangsa Indonesia untuk mencapai tujuannya.

Memberikan kemauan untuk memelihara dan mengembangkan identitas bangsa Indonesia, Menerangi dan mengawasi keadaan, serta kritis kepada adanya upaya untuk mewujudkan cita-cita yang terkandung di dalam Pancasila.

Sebagai pedoman bagi kehidupan bangsa Indonesia dalam upaya menjaga keutuhan negara dan memperbaiki kehidupan dari bangsa Indonesia.

Masih segar dalam ingatan saya, dulunya Aparatur Sipil Negara, sangat penting pendidikan disiplin yang dilatih TNI, untuk pembentukan semangat bela negara, seperti yang pernah saya alami ketika masuk sebagai PNS, pelatihan yang saya alami di Rindam (markas TNI), pungkas Maurids. (as)

Kunjungan Satgas KPK ke Tobasa Terkait Dana Desa Diapresiasi Camat Sinar

Tobasa, Bataknews.com I Kunjungan dari Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk Dana Desa di Kabupaten Toba Samosir, mendapat sambutan dan apresiasi baik dari Camat Siantar Narumonda, Pintor Pangaribuan, agar kepala desa lebih berhati – hati dalam penggunaan dan mengelola dana desa.

Hal ini dikatakan Pintor Pangaribuan di ruangannya, pada Senin (19/8/2019), “Baik juga tim Satgas KPK pusat melakukan kunjungan tentang dana desa yang diselenggarakan oleh kepala desa, khususnya desa yang ada di Kecamatan Siantar Narumonda, pada Juli 2019 lalu.”
Dengan kehadiran KPK di kecamatannya, merupakan dampak positif, agar kepala desa lebih teliti dalam penggunaan dan mengelola keuangan desa, baik dari segi administratif, agar tidak ada penyalahgunaan anggaran keuangan dana desa.

Untuk itu setiap kepala desa, khususnya di Kecamatan Narumonda, jangan pernah bermain – main dengan keuangan dana desa, yang diperuntukkan guna mensejahterakan masyarakat desa, terang Pintor.
Ditambahkan Pintor, tentang pekerjaan fisik yang belum selesai di Desa Narumonda VI, tahun anggaran 2018 lalu, memang benar, tetapi seminggu yang lalu sudah rampung. Adapun kendala tidak selesainya pekerjaan fisik tetsebut, disebabkan kondisi lapangan yang kurang mendukung.

Hal itulah yang menyebabkan terkendalanya pencairan dana desa anggaran 2019, namun saat ini semua sudah final, seluruh desa yang ada di Kecamatan Siantar Narumonda, sudah dalam tahap pencairan.

Sambung Pintor, “Perlu diingat kunjungan Satgas KPK pusat di Kecamatan Siantar Narumonda, bukan terkait pengerjaan fisik Dana Desa, untuk pekerjaan fisik Dana Desa tahun anggaran 2018 sampai saat masih baik – baik saja, dan bukan menjadi faktor kunjungan Satgas KPK pusat.

Tetapi, yang menjadi faktor kedatangan KPK, berhubungan dengan BUMDES ditiga desa, dimana ada kekurangan masalah administratif, dimana masalah tersebut sudah dibenahi, berkat arahan dan pembelajaran yang diberikan oleh Satgas KPK. Untuk itu kepada Kepala Desa, agar kunjungan KPK dijadikan cambuk dalam membenahi segala sesuatunya, demi kesejahteraan Masyarakatnya, pungkas Camat. (as)

Gambar : Camat Siantar Narumonda.

Video : Danau Toba Dijadikan Syuting Film Layar Lebar “Sang Prawira”

Tobasa, Bataknews.com I Syuting film “Sang Prawira” salah satunya tempat syuting di Pantai Pasir Putih Danau Toba Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara, Republik Indonesia. Yang akan ditayangkan pada tanggal 1 Oktober 2019.

Hal ini dilakukan dalam upaya pengembangan wisata Danau Toba bentukan Kaldera Gunung Berapi terbesar yang juga sumber ilmu pengetahuan tentang letusan gunung berapi terdahsyat yang ada di muka bumi ini. (as)

Tonton videonya.

Batak Paling Pintar Dalam Mengatur Keseimbangan Hidup.

Tobasa, Bataknews.com I Guna penyeimbang kehidupan didalam masyarakat Batak, Leluhur Batak mewujudkan tatanan dalam bentuk norma kehidupan untuk generasinya agar terjalin keselarasan dalam kehidupan bermasyarakat diciptakanlah sebuah mahakarya “Dalihan Natolu” sebagai panduan cara berinteraksi sosial. Bisa diartikan, Leluhur Masyarakat Batak, salah satu yang terpintar di Dunia.

Dalihan Na Tolu adalah filosofis atau wawasan sosial-kulturan yang menyangkut masyarakat Adat Batak, sehingga Dalihan Natolu menjadi kerangka yang meliputi hubungan-hubungan kerabat darah dan hubungan perkawinan yang mempertalikan satu kelompok, kepada kelompok lainnya.

Adapun isi dari Dalihan Natolu yaitu : “Somba marhula-hula, manat mardongan tubu, elek marboru.” Angka na so somba marhula-hula siraraonma gadongna, molo so Manat mardongan tubu, natajom ma adopanna, jala molo so elek marboru, andurabionma tarusanna.

Yang dimaksud dari hula-hula, saudara laki – laki dari ibu kita atau saudara laki – laki dari istri kita, yang sering disebut tulang. Dalam masyarakat Batak Somba Marhula-hula, kita harus menaruh hormat kepada mereka, jika ingin mendapatkan segala berkah baik kesehatan maupun rezeki, sebab hula-hula merupakan Tuhan yang terlihat di muka bumi ini.

Dan Manat Mardongan Tubu, kita harus bersikap hati-hati kepada saudara (sesama lelaki) baik saudara lelaki satu ibu maupun saudara dalam hubungan marga, sebab jika kita tidak bijak dalam bersikap dan berbicara maka bisa terjadi pertikaian yang berujung perkelahian, sampai menghilangkan nyawa.

Sementara Elek Marboru, Boru (saudara kita yang perempuan) merupakan kaum yang manja, lembut dan pengertian. Untuk itu kita harus memberikan perhatian kepada Boru agar dirinya tidak bersedih, berikanlah maaf kepadanya apabila saudara perempuan kita sudah meminta maaf atas kesalahan yang dia perbuat, jangan biarkan dirinya terlalu lama bersedih dan meneteskan air mata atas penyesalan yang dilakukannya.

Jadi intinya, apabila salah satu dari “Dalihan Natolu” ini tidak dipenuhi dalam kehidupan Adat Batak, maka bisa dipastikan akan terjadi kekacauan, karena tidak ada lagi saling menghormati, menjaga tutur kata yang berkaitan dengan norma kehidupan yang sopan dan santun.

Ibarat sebuah tungku api, dalam masyarakat Batak dulunya terbuat dari tiga batu yang disusun untuk memasak makanan dan minuman, bila tiga batu tungku tidak seimbang ataupun tidak sama besarnya maka dapat dipastikan masakan tidak akan tersaji kan sebab masakan akan tumpah karena terjatuh, demikian juga filsafat Dalihan Natolu, jika tidak dijalankan dalam kehidupan bermasyarakat di Adat Batak akan terjadi kekacauan.
Untuk itu, percaya atau tidak percaya, yakin tidak yakin, sesungguhnya Leluhur Bangso Batak merupakan seorang yang teramat pintar, menciptakan Mahakarya Dalihan Natolu, agar keturunannya menjalani hidup yang aman, damai dan sejahtera, terlebih dalam hubungan interaksi sosial.

Yang tentu saja, Leluhur pintar dapat dipastikan generasinya juga pintar, terbukti setiap masyarakat Batak, apabila merantau ke negeri orang, Batak selalu di senangi dan dapat melakukan interaksi sosial kepada masyarakat tempatnya merantau, “Jadi Banggalah sebagai Masyarakat Batak.” (as)

Dirgahayu RI ke – 74 Dirayakan Kabupaten Tobasa Dengan Semangat Juang 45.

Tobasa, Bataknews.com I Perayaan Dirgahayu Republik Indonesia ke – 74 yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2019 dirayakan masyarakat, Pemkab Tobasa, TNI dan Polri dengan semangat juang 45 dengan penuh hikmat.

Dirgahayu Republik Indonesia yang dilaksanakan di lapangan Sisingamangaraja, Balige dihadiri jajaran Pemkab Tobasa, Bupati dan Wakil Bupati, TNI, Polri dan DPRD Tobasa.

Dirgahayu RI Ke-74 Kapolres Tobasa Memberikan Bingkisan Kepada Rutan Kelas II Balige.

Tobasa, Bataknews.com I Rutan Balige, kelas II B, Kabupaten Toba Samosir, mengadakan upacara Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, yang dihadiri oleh Kapolres Tobasa, AKBP Agus Waluyo SIK, Bupati Darwin Siagian dan Wakil Bupati Hulman Sitorus, Sekda, Audi Murphi Sitorus dan Wakil Ketua DPRD, Tony Simanjuntak, pada Sabtu (17/8/2019).

Dimana, warga binaan lapas Balige kelas II B, sebanyak 391 (tiga ratus sembilan puluh satu) orang, sementara yang mendapatkan remisi sebanyak, 219 (dua ratus sembilan belas) orang, dan yang dibebaskan sebanyak 3 (tiga) orang, dan mendapatkan bingkisan dari Kapolres Tobasa dan Pemkab Tobasa.(as)

AKBP Agus Waluyo SIK, saat memberikan bingkisan kepada Tahanan.

Video : Lebih Dicintai Warga, Begini Cara Kapolres Tobasa, Agus Waluyo

Bataknews.com I Guna membina hubungan dengan masyarakat Kabupaten Toba Samosir, agar Polri semakin dekat di hati dan dicintai masyarakat, Kapolres Tobasa, AKBP Agus Waluyo SIK, mendekatkan diri dengan berolahraga, turun ke desa – desa.

Seperti yang dilakukan Kapolres, bersama personelnya dengan olahraga sepeda, mengunjungi setiap desa di Kabupaten Toba Samosir, berinteraksi langsung dengan masyarakat, sambil memantau suasana kondusifnya Kamtibmas di wilayah hukum Polres Tobasa.

Sekaligus untuk memahami karakter, sifat maupun keinginan dalam menjaga situasi kamtibmas dari masyarakat Kabupaten Toba Samosir.

Konon di Danau Toba Kecamatan Porsea Ada Dinosaurus Yang Membatu.

Bataknews.com I Gunung Toba merupakan gunung berapi terbesar (super vulkano) yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Republik Indonesia,dimana letusan pertama terjadi sekitar 800 ribu tahun lalu, akibat dari letusan tersebut, membuat kaldera di selatan Danau Toba, meliputi daerah Prapat dan Porsea.

Dampak dari letusan Gunung Toba, menghasilkan Danau Toba yang begitu luas, sepanjang 100 kilometer (62 mil), lebar 30 kilometer (19 mil), yang dikelilingi tujuh (7) Kabupaten, salah satunya Kabupaten Toba Samosir.

Misteri dan cerita rakyat bermunculan akibat luasnya Danau Toba, salah satunya sebuah legenda “BATU ILIK” atau disebut binatang merayap (dinosaurus) yang membatu, di salah satu pantai pasir putih parparean, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir.

Menurut warga setempat di Kecamatan Porsea, ditengah danau ada tumpukan batu yang menyerupai binatang melata raksasa seperti dinosaurus yang dalam bahasa Batak disebut “BATU ILIK”. jika air Danau Toba sedang surut batu tersebut dapat terlihat dari pantai.

Jika kita melihat dari jarak dekat, atau mendarat di tumpukan batu tersebut, memang terlihat tumpukan batu tersebut terlihat seperti sisik binatang melata, dimana panjang tumpukan batu memanjang sampai ratusan meter, dan bila kita menginjak batu tersebut sungguh terasa sangat dingin.

Bahkan dikatakan warga, tumpukan batu yang seperti dinosaurus yang membatu tersebut menyambung hingga ke pantai, disebut sebagai ekor dari dinosaurus, menuju jalan keluar air Danau Toba (sungai Asahan) dan menjadi tempat yang di sakralkan.
Untuk menuju tumpukan batu, yang menyerupai badan dinosaorus yang membatu tersebut, dengan menaiki speed boat, hanya membutuhkan beberapa menit saja.

Tentang kebenaran dari “BATU ILIK” merupakan dinosaurus yang menjadi batu, belum ada yang bisa memastikan secara ilmiah, namun jika dilihat dari kemiripan tumpukan yang menyerupai sisik yang terbentuk dari batu, memang seperti binatang merayap yang bersisik.
Untuk itu jika ingin memastikan bisa saja berkunjung ke Danau Toba, tepatnya Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara, Negara Republik Indonesia (14/8/2019). (as)

Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan di Tobasa Berkurang Dengan Turun Hujan di 7 Kecamatan.

Bataknews.com I Hampir sebulan Kabupaten Toba Samosir dilanda kemarau, yang menyebabkan lahan dan hutan mengalami kekeringan dapat berpotensi timbulnya kebakaran hutan dan lahan, yang dikuatirkan pemerintah dan Polres Tobasa, demikian juga masyarakat petani merasa gusar dengan tanaman mereka.

Namun pada Rabu (14/8/2019), rasa kuatir akan kebakaran hutan dan lahan sedikit berkurang, sebab 7 kecamatan di Kabupaten Toba Samosir diguyur hujan yang cukup deras, yakni : Kecamatan Porsea, Parmaksian, Pintu Pohan, Lumbanjulu, Uluan, Siantar Narumonda dan Kecamatan Sigumpar.

Terkait guyuran hujan di 7 kecamatan, di Kabupaten Toba Samosir Kapolres Toba Samosir AKBP Agus Waluyo SIK, merasa bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan berkahnya.

“Baru kemarin, kita mengadakan sosialisasi untuk penanganan terhadap kebakaran hutan dan lahan di Polres Tobasa, bersama pemerintah, TNI dan Polres Tobasa, Tuhan memberikan berkahnya, dengan menurunkan hujan,” terang Kapolres.

Akan tetapi, bukan berarti dengan turunnya hujan hari ini, upaya semua pemangku kepentingan dalam menanggulangi potensi dampak kebakaran hutan dan lahan, berhenti sampai disini.

“Marilah kita terus sosialisasikan kepada masyarakat agar tidak membakar sembarangan, sebab kebakaran dapat merusak ekosistim alam,” pesan Kapolres.

Terpisah, Camat Parmaksian Paiman Butarbutar juga bersyukur turunnya hujan di Kecamatannya, sehingga rasa kuatir bahaya kebakaran di Kecamatannya sedikit berkurang.

Sesungguhnya inilah yang diharapkan, sudah hampir sebulan Kecamatan Parmaksian tidak diguyur hujan, akhirnya hari ini dengan turunnya hujan lahan menjadi basah dan efek kebakaran semakin berkurang.

Sebagai camat, saya kuatir dengan masyarakat yang membakar batang padi sisa panen padi (jerami) yang jika dibakar dapat menimbulkan kebakaran hutan dan lahan, sebab Kecamatan Parmaksian memiliki kawasan hutan, terang Paiman, (as)

Dengan Hotline Pengaduan PT TPL Menghormati Hak-Hak Masyarakat Adat dan Mendorong Program-Program Kemitraan.

Bataknews.com I PT Toba Pulp Lestari (TPL) menegaskan bahwa dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Perseroan senantiasa menghormati hak-hak komunitas dan masyarakat Adat di seluruh wilayah operasionalnya.  Perusahaan selalu menjunjung tinggi peraturan dan undang-undang yang berlaku dalam menjalankan kegiatan industri hutan tanaman dan pabrik pengolahan bahan baku pulp, Rabu (14/8/2019)

Direktur Perseroan, Mulia Nauli menyatakan, “Kami senantiasa memberikan penghormatan yang tinggi terhadap hak-hak masyarakat dan secara khusus hak-hak masyarakat Adat di seluruh wilayah operasional kami.

Bila ada klaim yang disampaikan terkait wilayah atau hutan adat yang bersinggungan dengan wilayah konsesi HTI Perseroan, kami mendorong upaya-upaya penyelesaian sesuai dengan aturan yang berlaku sebagaimana telah diatur di dalam Undang-Undang Kehutanan no 41 serta aturan dan ketentuan lain yang terkait.”

“Sebagai Perusahaan Terbuka dan Objek Vital Nasional, kami menjunjung tinggi transparansi dan keterbukaan di dalam menyelesaikan semua persoalan yang ada sesuai dengan mekanisme yang telah di atur di dalam Undang-Undang.”

Kami pun selalu mendorong upaya-upaya penyelesaian win-win solution dengan menjalankan program kemitraan dengan masyarakat desa terkait wilayah atau area yang di-klaim sebagai wilayah Adat dalam mendukung program-program pemberdayaan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Program kemitraan yang telah berjalan dengan baik kami lakukan bersama komunitas adat Nagahulambu, di mana Perseroan mendukung penyiapan lahan pertanian, penyediaan bibit tamanan, pupuk serta pendampingan agar program kemitraan tersebut dapat sukses.”

Perseroan menjunjung tinggi dan menghormati izin yang diberikan oleh negara pada tanah konsesi dan telah dijalankan sesuai dengan aturan yang berlaku.

TPL sebagai pemegang izin juga berkewajiban untuk memastikan konsesinya tidak berubah peruntukan, termasuk mencegah terjadinya kerusakan akibat perambahan, penyerobotan, pembalakan liar, dan semacamnya.

Menurutnya, TPL sangat menghormati hak masyarakat adat, dan hak komunitas yang ada di wilayah kerja perusahaan.

Dengan mengedepankan proses dialog yang transparan serta melibatkan pemerintah, dan para pemangku kepentingan seandainya ada klaim dari masyarakat dan mendorong penyelesaian masalah, sesuai undang undang dan peraturan yang berlaku.

Salah satu penghormatan lain yang telah dicapai oleh Perusahaan terhadap masyarakat adat adalah dengan melepas sekitar 5172Ha lahan atas izin konsesi untuk masyarakat adat Pandumaan Sipituhuta.

Dalam keterbukaan informasi, Mulia juga menjelaskan, perusahaan membuka diri untuk kebutuhan informasi akan perusahaan, dan proses pembangunan hutan yang dilaksanakan oleh perusahaan. 

Mulia menyebutkan, perusahaan saat ini memiliki hotline Pengaduan perusahaan di nomor 0812 – 6210 – 461, dan email Pengaduan di Pengaduan@tobapulp.com.

Bagi setiap pihak dengan kebutuhan informasi terkait dengan operasional perusahaan, dapat menggunakan layanan-layanan diatas. “Ini adalah salah satu bentuk pelaksanaan 5 komitmen perusahaan bahwa Perusahaan harus memberikan manfaat bagi MAsyarakat, bagi  Negara, bagi Iklim, bagi Pelanggan dan akhirnya bagi Perusahaan,” tutup Mulia.(asri)

Diduga Kakek 74 Tahun Dianiaya Hingga Berdarah – Darah Oleh Mantan DPRD Tobasa

Terkait dugaan penganiayaan yang terjadi Desa Parsaoran Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, pada Selasa (30/7/2019), dimana RS yang seorang mantan DPRD Toba Samosir, bersama AS dan CS dituding telah melakukan penganiayaan terhadap Kakek yang sudah berumur 74 tahun (MS).

Menurut Kapolres Tobasa AKBP Agus Waluyo SIk, “Polres Tobasa akan menjalankan Proses hukum secara profesional dan proporsional, terkait peristiwa yang terjadi di Kecamatan Ajibata,” terangnya melalui WhatsApp.

Menanggapi hal ini, Kapolsek Lumbanjulu, AKP Komando Tarigan mrnerangkan melalui selular, “Benar telah terjadi peristiwa di Desa Parsaoran, Kecamatan Ajibata, saat ini dalam tahap penyidikan dan pengembangan.

Dalam waktu dekat pihak Polsek Lumbanjulu akan memanggil kedua belah pihak, sebab kedua belah pihak sudah melakukan pelaporan, untuk selanjutnya akan di proses sesuai hukum yang berlaku di negara kita, terang Komando, pada Selasa (13/8/2019).
Terpisah, melalui selular anak si korban BS, “Benar pihak Polsek akan melakukan mediasi kepada kami pada, Kamis (15/8/9), untuk itu kami berharap kepada polisi dalam hal ini Kapolres Tobasa Polres Tobasa untuk menangkap para pelaku penganiayaan terhadap orang tua saya, sehingga masyarakat tidak menuding terjadi tebang pilih, tuturnya

Sambung BS, sudah jelas penganiayaan tersebut dilakukan oleh para pelaku, ini sudah sangat keterlaluan dan melukai rasa keadilan, apalagi terjadi di depan banyak orang bahkan di depan Camat Ajibata Tigor Sirait yang hanya menonton saja tanpa mau melerai, dilukai sampai berdarah-darah.

Ada banyak saksi. Hukum harus tegak, harus adil, tak perduli apakah pelakunya mantan pejabat, orang hebat atau apa. Integritas polisi tidak bisa bisa dibeli dengan uang, sambung Batara mengingatkan massa akan berhadapan dengan Polres Tobasa jika bersikap tidak adil, kata BS.

Dilanjutkan BS, bila hal ini tidak dilakukan aparat penegak hukum secara adil kepada kami masyarakat kecil, bukan tidak mungkin hal ini terulang kembali, kejadian ini bukan sekali ini saja terjadi, sudah pernah terjadi pada masyarakat Ajibata.
Maklumlah sipelaku merupakan orang terkaya di Kecamatan Ajibata, apabila ini diperlambat prosesnya akan ada dugaan di masyarakat, bahwa proses hukum tumpul kebawah, sehingga masyarakat kalangan bawah semakin ditindas, tutur BS, Selasa (13/8/2019). (as)

Kapolres Tobasa : Sinergitas Semua Elemen Penting Hindari Kebakaran.

Bataknews.com I Rapat koordinasi lintas sektoral tentang langkah – langkah pola penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan ( KARHUTLA) di wilayah hukum Polres Tobasa, di Aula Harungguan Mardemak Polres Tobasa, bersama, TNI, Polri, Pemerintah Tobasa dan KPH IV Balige, pada Selasa (13/8/2019).

Dalam arahannya Kapolres Tobasa AKBP Agus Waluyo SIK, mengarahkan supaya terjadi sinergitas TNI, Polri, Pemerintah dan masyarakat dengan segala potensi yang ada untuk menghindari bahaya kebakaran lahan dan hutan di wilayah hukum Polres Tobasa.

“Mari kita cari solusi serta langkah – langkah agar kebakaran di Kabupaten Toba Samosir tidak terjadi, melalui potensi – potensi yang terorganisir dengan baik dalam upaya pencegahan terjadinya kebakaran yang dapat merusak ekosistim di kabupaten ini,” terang Kapolres.
Sementara Kepala UPT KPH Wilayah IV Balige, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Leonardo AB. Sitorus, S.Hut mengatakan, Faktor kebakaran hutan dan lahan dapat terjadi akibat kondisi alam, seperti musim kemarau, sambaran petir dan aktivitas vulkanik.

Tetapi tidak tertutup kemungkinan akibat ulah manusia itu sendiri, sebagai contoh membuka lahan dengan cara melakukan pembakaran demikian juga ketika masyarakat melakukan pembakaran saat pembersihan lahan, terang leo.
Selanjutnya menurut Leo, upaya yang telah kita lakukan untuk mencegah kebakaran, dengan melakukan pembentukan masyarakat peduli api (MPA), Posko Dalkarhutla, dan pemantauan hotspot (titik api), Patroli pencegahan Dalkarhutla dan Apel siaga gabungan Dalkarhutla.
Namun yang terpenting, untuk menyadarkan masyarakat, memberikan himbauan kepada masyarakat, baik secara tertulis kepada camat dan kepala desa, himbauan melalui radio, yang telah kita lakukan 3 kali dalam sehari saat kemarau, serta permohonan penyiaran himbauan kepada kadis Kominfo Tobasa, jelas Leo.

Dalam rapat tersebut, yang dihadiri TNI, Polres Tobasa, KPH IV Balige, Pemkab Tobasa melalui asisten I Harapan Napitupulu, Camat dan Kepala Desa se Kabupaten Toba Samosir, sepakat bersinergi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, dimana akan membuat grup WA agar komunikasi berjalan sinergi.(as)

Diduga Bandar Shabu Warga Siantar di Amankan Polres Tobasa.

Bataknews.com I Guna memberantas Narkotika di wilayah hukumnya, Polres Tobasa kembali mengamankan atas kepemilikan Shabu seberat 28, 83 gram, pada Selasa (13/8/2019) sekitar pukul 00.00 Wib, di jalan Justin Sirait, Desa Parsaoran, Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Samosir.

Sesuai keterangan yang diberikan oleh Kapolres Tobasa, AKBP Agus Waluyo SIk, telah ditangkap dua orang warga Pematangsiantar, TRS (42) warga jalan Gereja Kelurahan Martimbang, Siantar Selatan dan, LAH warga jalan Silimakuta, kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat.
Menurut Kapolres, atas informasi yang diberikan oleh masyarakat bahwa di Jalan Justin Sirait, Desa Parsaoran, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir tepatnya di warung kopi Sidabutar seorang pria dan wanita diduga memiliki narkotika jenis Shabu.
Kemudian, Polres Tobasa melalui Sat Narkoba, bersama pelapor dan saksi melakukan penangkapan terhadap seorang pria yang bernama, TRS dan berhasil mengamankan tiga paket diduga narkotika jenis Shabu.
Selanjutnya, setelah dilakukan pengembangan, menuju tempat tinggalnya, di sebuah homestay Sihala yang beralamat di jalan Justin Sirait, Kecamatan Ajibata, ditemukan seorang perempuan bernama LAH.
Dari homestay ditemukan 19 (sembilan belas) paket diduga Narkotika jenis Shabu, berikut barang bukti lainnya yang berhubungan dengan tindak pidana narkotika, yang selanjutnya dibawa ke kantor Sat Narkoba Polres Tobasa, untuk dimintai keterangan selanjutnya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, 22 paket diduga narkotika jenis Shabu dengan berat bruto, 28,83 gram, 2 lembar tissue, 5 buah plastik klip, 9 buah paket klip bekas, 1 buah timbangan elektrik, satu buah sendok dari kertas, satu buah sedotan berbentuk sendok.
Berikutnya, 2 buah kaca pirex bekas pakai, 2 buah karet dot, 1 buah bong, 4 buah sedotan, 3 buah mancis, dua buah botol permen merek Xylitol, 2 buah kotak merek sampoena, satu buah jaket merek DC dan satu buah helm merk Honda, demikian disampaikan Kapolres Tobasa. (rait)

Karnaval Tobasa Dengan Tema Ulos Dalam Bingkai Adat Dan Kostum

Bataknews.com I Guna mempromosikan daerah tujuan wisata serta menarik wisatawan untuk datang ke Kabupaten Toba Samosir, maka pemerintah menjadikan Karnaval Pesona Danau Toba sebagai agenda kalender tahunan, dimana dilaksanakan setiap tahunnya di Kabupaten Tobasa.

Agar terlaksana dengan sukses digelar rapat pematangan pelaksanaan Karnaval Pesona Danau Toba (KPDT)ke 4 yang dipimpin oleh Sekda Kabupaten Toba Samosir yang sekaligus Plt Kadis Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Toba Samosir, Audi Murphi Sitorus, di ruang data kantor Bupati Tobasa, Senin (12/8/2019).

Dalam sambutannya, Audi Murphi Sitorus mengatakan, “Karnaval Pesona Danau Toba (KPDT) di Kabupaten Toba Samosir yang digelar di kota Balige, mengusung tema Ulos Dalam Bingkai Adat dan Kostum, digelar selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 September 2019.”

Yang mana Karnaval Pesona Danau Toba sudah di lounching oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia di Tanggal 25 April 2019, merupakan kalender agenda tahunan, untuk dilaksanakan setiap tahunnya, upaya peningkatan kunjungan pariwisata Kabupaten Toba Samosir, terang Audi.

Dilanjutkan Audi, rapat ini bertujuan untuk persiapan pematangan pelaksanaan Karnaval Pesona Danau Toba agar lebih meriah dari tahun lalu, sehingga perlu masukan dari setiap pemangku kepentingan, baik pemerintah, Polres, TNI, pelaku wisata, pelaku usaha pariwisata dan komunitas pengelola kepariwisataan dan lain sebagainya.

Sesungguhnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tobasa, telah menyusun alur dari kegiatan selama tiga hari, untuk hari pertama, 13 September diadakan, Festival Kuliner, Hiburan/ Tampilan seni budaya di Tugu DI Panjaitan, Pembukaan (Smile Cofee), Cooking Festival, Scoring dan makan bersama.

Untuk hari kedua, Sabtu 14 September, diadakan Pameran produk di bahu jalan depan mapolsek hingga depan balerong Balige, Hiburan dan tampilan seni budaya, Pelaksanaan Karnaval dan hari ketiga 15 September yang merupakan hari terakhir digelar Panggung Hiburan artis di lapangan Sisingamangaraja Balige.

Tetapi bukan tidak mungkin alur kegiatan yang di susun oleh Disparbud Tobasa, bisa saja berubah sesuai hasil rapat hari ini, tergantung dari masukan dari peserta rapat, yang kemungkinan mengusulkan ide – ide cemerlang untuk mensukseskan acara karnaval, pungkas Audi Murphi Sitorus.

Dalam rapat karnaval tersebut menghadirkan 16 camat se Kabupaten Toba Samosir, TNI, Polres Tobasa, Lembaga layanan publik, BUMN, BUMD, BUMS, Perusahaan swasta nasional dan daerah, pelaku usaha perdagangan, industri dan pariwisata, Komunitas pengelola kepariwisataan, UKM dan usaha Mikro, Sanggar seni budaya dan lainnya. (as)

Selain Tujuan Wisata Terindah Danau Toba Sumber Ilmu Kaldera Gunung Berapi.

Bataknews.com I Danau Toba yang dikelilingi oleh tujuh (7) Kabupaten yakni : Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Karo, Kabupaten Dairi dan Kabupaten Samosir, yang memiliki keragaman keindahan alam kepingan surga disamping bisa dijadikan sumber ilmu tentang Kaldera Gunung Toba super vulkano, Minggu (11/8/2019).

Seperti diketahui bahwa Danau Toba sepanjang 100 kilometer (62 mil), lebar 30 kilometer (19 mi), Danau ini terletak di tengah pulau Sumatra bagian utara dengan ketinggian permukaan sekitar 900 meter (2953 ft).

Yang mana Danau Toba, membentang dari 2°53′N 98°31′E / 2.88°N 98.52°E sampai 2°21′N 99°06′E / 2.35°N 99.1°E. Ini adalah danau terbesar di Indonesia dan danau vulkanik terbesar di dunia.

Banyak orang tidak mengetahui bahwa Danau Toba mengalami tiga kali letusan, dimana letusan pertama, terjadi sekitar 800 ribu tahun lalu. Letusan ini membuat kaldera di selatan Danau Toba, meliputi daerah Prapat dan Porsea.
Yang kemudian terjadi letusan kedua yang memiliki kekuatan lebih kecil, terjadi 500 ribu tahun lalu, sehingga membentuk kaldera di utara Danau Toba. Tepatnya di daerah antara Silalahi dengan Haranggaol. Dari dua letusan ini, letusan ketigalah yang paling dashyat.
Dan terakhir, letusan ketiga 74.000 tahun lalu membentuk kaldera, dan menjadi Danau Toba sekarang dengan Pulau Samosir di tengahnya, yang kini menjadi Kabupaten Samosir setelah pemekaran dari Kabupaten Toba Samosir.
Dari hasil letusan Gunung Toba yang diperkirakan gunung berapi terdahsyat di dunia, menghasilkan keindahan alam Danau Toba yang begitu menakjubkan sehingga pemerintah pusat Republik Indonesia menjadikan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Selain untuk tujuan wisata yang memiliki keindahan dan berbagai macam tumbuhan langka, seperti Haminjon (Kemenyan), Anggrek serta andaliman, masih banyak lagi hal lain yang dapat digali di sekitar Danau Toba, seperti ilmu pengetahuan terkait letusan Gunung Toba yang maha dahsyat, konon katanya merubah kehidupan dunia kala itu.

Seperti penemuan, jejak-jejak batuan Toba di Samudra Hindia dan Teluk Benggala, juga peneliti Van Bemmelen juga Aldiss dan Ghazali (1984) yang menduga Toba tercipta lewat sebuah letusan maha dahsyat.
Misalnya peneliti lain, Vestappen (1961), Yokoyama dan Hehanusa (1981), serta Nishimura (1984), menduga kaldera itu tercipta lewat beberapa kali letusan. Peneliti lebih baru, Knight dan sejawatnya (1986) serta Chesner dan Rose (1991).
Dapat dikatakan jika berbicara tentang Danau Toba tidak akan ada habisnya, perlu penilitian yang lebih akurat dan berkesinambungan untuk mengungkap misteri ledakan maha dahsyat yang konon merubah kehidupan, baik iklim maupun sejarah manusia.
Untuk itu sangat penting penelitian seputar Danau Toba, untuk mencari jawaban terkait kedasyatan letusan gunung berapi Toba, dalam artian “Masih banyak misteri di balik Gunung raksasa yang sedang tidur, kita tidak tahu kapan akan meletus atau erupsi kembali, jika ini terjadi kehidupan manusia bahkan mahkluk hidup akan terasa sulit.
Jika letusan atau erupsi terjadi dunia akan gelap selama bertahun – tahun yang tentunya mahkluk hidup akan mengalami kepunahan sebab matahari tidak terlihat ditutupi kabut asam gunung Toba.(asri)

Dituding H.Siringoringo Korban Rampok Terendam 15 Jam di Air Tak Sadarkan Diri.

Bataknews.com I Salah seorang warga Desa Lumban Holbung, Kecamatan Uluan, H. Siringoringo dituding masyarakat mengalami korban perampokan dan dilemparkan kedalam parit, hingga saat ini belum sadarkan diri sampai akhirnya dirujuk ke rumah sakit Medan dari RSUD Porsea, Jumat (9/8/2019).

Diperkirakan Pak H. Siringoringo terendam didalam air parit selama 15 jam, sejak pukul 00.00 Wib, Kamis dini hari hingga ditemukan Sore harinya pukul 15.30 Wib, dengan keadaan tidak sadarkan diri.

Sesuai keterangan dari Istri (Br Sitorus), saat ditemui di RSUD Porsea, bahwa suaminya meminjam mobil dari temannya (DP), pada hari Senin (5/8) untuk berangkat ke Sibolga hari Selasa (6/8) bersama tiga orang temannya, namun dirinya tidak mengetahui urusan keberangkatan tersebut.

Dilanjutkan Br. Sitorus, setelah dari Sibolga hari Rabu (7/8), “Suami saya dan tiga orang temannya, sempat singgah dirumah sekitar jam 15.30 wib, namun sekitar jam 20.00 wib, mereka keluar kembali tidak tahu kemana, sebab suami saya tidak permisi.” Hingganya ditemukan terkapar tak sadarkan diri di parit, Desa Sihubakhubak, pada Kamis sore (8/8), terangnya.

Menurut warga setempat, rombongan Siringoringo sempat minum tuak di Warung T. Manurung di Desa Sihubakhubak Kecamatan Uluan, Kabupaten Toba Samosir hingga jam 23.30 wib.

Pemilik warung tuak, T. Manurung, membenarkan Siringoringo pada Rabu malam bersama temannya memang minum tuak di warungnya, “Mereka minum disini, tetapi pak Siringoringo saat pulang tidak bersamaan dengan ketiga temannya dengan mobil yang mereka bawa ke warung saya,” ujarnya.

Selanjutnya saya tidak mengetahui kejadian, hingga ada kabar dari masyarakat pada hari Kamis sekitar jam 15.00 wib ditemukan seorang yang terendam di air parit dalam kondisi terduduk, ternyata H.Siringorongo yang minum tuak di warung saya, kata T. Manurung.

Terpisah, menurut salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya, bahwa yang pertama kali melihat pak H. Siringoringo pegawai Kantor Camat Uluan, yang kebetulan melakukan bersih – bersih menyambut Digahayu Republik Indonesia ke 74.

Semula Pak Siringoringo yang berada di parit dalam posisi duduk sempat diabaikan, sebab warga mengira, orang yang sedang istirahat setelah kelelahan mencari ikan di parit, yang kebetulan air parit sedang kecil.

Namun setelah diamati secara teliti, barulah kami warga menyadari bahwa pak Siringoringo sedang duduk didalam parit tidak sadarkan diri, kemudian kami warga mengangkatnya, lalu menghubungi istrinya, jelas warga.

Saat melihat kondisi dari Pak Siringoringo yang mengalami luka robek di bagian kepala, dituding bahwa dirinya dirampok seseorang, seperti luka robek benda tajam, menurut perawat RSUD Porsea luka tersebut sekitar sedalam 3 cm.

Kejadian ini dibenarkan oleh, Kasat Reskrim Polres Tobasa, AKP Nelson Sipahutar, “Telah ada pelaporan kepada Polres Tobasa dari keluarga Pak Siringoringo pada Jumat (9/8).” Kasus ini sudah ditangani dan dalam penyidikan dan pengembangan dari Polres Tobasa, terang Nelson. (asri)

Akper YTP Arjuna Angkatan XVI Gelar Capping Day. 

Tobasa, bataknews. com – Capping Day merupakan Hari Pemasangan Cap/ Topi Perawat kepada seluruh mahasiswi tingkat I yang menyelesaikan studi semester I dan akan menempuh studi di semester II sebagai simbol bahwa para mahasiswa/i Akademi Keperawatan YTP Arjuna, telah siap praktek lapangan ke Rumah Sakit dan Puskesmas, pada Sabtu (23/2/2019).

Mahasiswa/i Keperawatan Yayasan Tenaga Pembangunan akademi keperawatan angkatan XVI tahun 2019, setelah mendapatkan pendidikan satu semester ilmu keperawatan untuk diterapkan saat praktek lapangan, melalukan capping day penyematan pita kepada calon perawat.

Perwakilan YTP Arjuna, Arbaik Manurung mengatakan, ” Dengan Capping Day ini, seluruh mahasiswa yang telah mempelajari dunia keperawatan selama satu semester, dapat menerapkan dalam praktek lapangan.”

Jadilah seorang perawat yang melayani setiap masyarakat yang membutuhkan pertolongan, seperti Florence Nightingale pelopor perawatan, yang benar – benar mengedepankan kepentingan manusia dalam melayani perawatan, terang Arbaik.

Sementara, Perwakilan Dinas Kesehatan, Mery Ernawati Naibaho mengatakan dalam arahannya, ” Kepada calon perawat yang sudah menjalani pendidikan selama satu semester di YTP Arjuna, jika nanti praktek lapangan harus menunjukkan etika.”
ISebagai seorang perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien kita harus berpegang teguh pada nilai- nilai dan kode etik sehingga kejadian pelanggaran etik dapat dihindarkan.

Perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan menghargai harkat dan martabat manusia, keunikan klien, dan tidak terpengaruh oleh pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik, dan agama yang dianut serta kedudukan sosial.
Sehingga perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan senantiasa memelihara suasana lingkungan yang menghormati nilai- nilai budaya, adat istiadat, dan kelangsungan hidup beragama dari klien, terang Mery.
Mahasiswa/i Akademi Perawat YTP Arjuna mendapatkan Indeks Prestasi (IP) yang memuaskan rata – rata 3 – 3,65 dari 28 Mahasiswa/i dalam semester pertama ini, pelaksanaan capping day digelar di gedung pertemuan YTP Arjuna, Desa Pintubosi Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba Samosir.(acon)

4 Tahun Kedepan Tobasa Jadi Sumber Bibit Kopi Terbesar di Sumut.

Balige, bataknews.com

Menggantikan penangkaran kopi Siarang – arang Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Toba Samosir sudah memulai penangkaran kopi di Kecamatan Lumbanjulu, untuk pemenuhan stok benih di Provinsi Sumatera Utara.

Keseriusan tingkat tinggi dilakukan Dinas Pertanian, Peternakan, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Toba Samosir membangun penangkaran untuk mengisi stok benih kopi berkualitas unggul.

“Mengingat penangkaran kopi yang ada di Siarang – arang Kabupaten Tapanuli Utara, sudah berjalan selama 24 tahun, menyisakan 3 tahun lagi dalam beroperasi, sangat penting melakukan penangkaran kopi di Kabupaten Toba Samosir,” kata Kadis Tanakbun Sahat Manullang, pada Jumat (15/2/2019).

Dalam empat (4) tahun kedepan, penangkaran di Kabupaten Tobasa akan menggantikan yang ada sekarang di Kabupaten Tapanuli Utara, untuk memenuhi kebutuhan benih kopi di Kabupaten ini bahkan Provinsi Sumatera Utara.

Dapat dikatakan Kabupaten Toba Samosir akan menjadi sumber benih kopi di Provinsi Sumatera Utara kedepannya, sebab sumber benih yang ditangkarkan sejak 2018 lalu berasal dari Jember, yang mempunyai kualitas unggul, dan sudah terjamin, terang Sahat Manullang.(acon)

Seleksi PPPK Tobasa Sesuai Data Base BKN 118 Orang.

Balige, bataknews.com – Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang lulus seleksi wajib menyerahkan kelengkapan administrasi, nantinya sama dengan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Bedanya, PPPK tidak mendapatkan jaminan pensiun seperti PNS, tapi mendapatkan jaminan hari tua.

Untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) untuk Kabupaten Toba Samosir, sesuai data base Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebanyak, 101 orang untuk tenaga guru honorer, 17 orang tenaga penyuluh pertanian dan kosong untuk tenaga kesehatan honorer, terang Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Toba Samosir, Drs. Kasten Panjaitan, M. Si, Selasa (19/2/2019).

Penyeleksian P3K Kabupaten Toba Samosir sudah ditentukan dari data base BKN, khusus menyeleksi X tenaga honorer kategori dua (2) tenaga honorer guru harus Strata satu (S1) , tenaga honorer kesehatan minimal diploma tiga (D3) sedangkan untuk tenaga penyuluh minimal SLTA, harus ada sertifikat penyuluh.

“Untuk itu jangan dikira, Badan Kepegawaian Daerah yang menentukan calon P3K untuk diseleksi, semua itu sesuai data base BKN dan sudah ada terdaftar dari info GTK Kemendikbud,” kata Kasten.

Selanjutnya, tahapan jenjang dari PPPK didata dari tenaga honorer tahun 2005, diseleksi tanggal 3 November 2013 ada yang lulus dan ada juga yang tidak lulus menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Dimana tenaga honorer yang tidak lulus tersebut, selanjutnya menjadi eks tenaga honor K2, yang terdiri dari : tenaga administratif, tenaga guru dan tenaga kesehatan, untuk kemudian diseleksi menjadi PPPK, terang Kasten. (acon)
Ket poto.

Kasten Panjaitan

Kabupaten Tobasa Akan Miliki Hotel Berbintang Dukung Pariwisata.

Balige, Bataknews.com – Sarana hotel berbintang di tempat tujuan wisata dapat mendukung kemajuan pariwisata di obyek wisata, di kawasan strategi pariwisata nasional, seperti Kabupaten Toba Samosir.

Tampaknya, kemajuan wisata di Kabupaten Toba Samosir akan semakin berkembang, mengingat sedang berjalannya pembangunan Labersa Hotel di Tampubolon Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir.

Menurut salah seorang security proyek Arif, ” Setahu saya Labersa Hotel yang dalam tahap pembangunan sekelas hotel berbintang empat, namun lebih pastinya tanya saja security sebelah atau langsung kepada pimpinan,” katanya pada Sabtu (16/2/2016).

Sementara salah seorang warga Sogar Manurung menanggapi antusias pembangunan Labersa Hotel kelas berbintang di Kabupaten Toba Samosir.

Dikatakannya, terlepas dari tanggapan yang negatif dari pembangunan, marilah kita ambil hal pasitif dari pembangunan hotel tersebut.

Sebagai warga Tobasa, kita pantas bangga dengan bangunan hotel berbintang, untuk menambah daya tarik wisata di Kabupaten Toba Samosir, yang nantinya akan menarik wisatawan yang bertaraf Internasional, kata Sogar.

Semoga kedepannya, semakin bertambah investor menanamkan modalnya di Kabupaten Toba Samosir, baik di perhotelan maupun bidang lainnya untuk medukung kemajuan pariwisata di Kabupaten ini, terangnya.(acon)

Story Telling Dihari Jadi Tobasa Ke – 20 Begini Dampaknya.

Story Telling Sangat Tepat Digelar Saat Hari Jadi Ke – 20 Tobasa.
Balige, Bataknews.com – Sinkronisasi sosialisasi yang dilakukan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia tahun lalu, kepada pemandu wisata dan Dinas Pariwisata Tobasa, dalam penyampaian cerita rakyat (Workshop Story Telling), dapat diterapkan di hari jadi Kabupaten Toba Samosir, dinilai sangat tepat dalam mendukung pengembangan pariwisata agar lebih maksimal.
“Banyak cerita rakyat Kabupaten Toba Samosir yang patut dan layak untuk digali, serta penting diketahui oleh masyarakat Tobasa dan luar Tobasa yang dapat menarik minat wisata dalam mengembangkan pariwisata kita,” sebut seorang mahasiswa Universitas Sumatera Utara, Aldi Sirait pada Minggu (17/2/2019).

Ungkapan cerita rakyat untuk masyarakat Batak, dulunya dikenal dengan “Opera Batak”, menceritakan kisah legenda tanah Batak, yang digemari seluruh suku Batak sekitaran Danau Toba, sekarang di pemerintahan dikatakan Workshop Story Telling.

Moment hari jadi ke – 20 Kabupaten Toba Samosir, bisa dikatakan sangat tepat untuk memulihkan serta membangkitkan dongeng cerita rakyat Batak, yang hampir pudar dimakan kemajuan jaman, sebut Aldi.
“Sangatlah tepat jika hari jadi Kabupaten Toba Samosir, dijadikan ajang pengembangan bakat generasi muda seperti anak sekolah, juga orang dewasa perlombaan Story Telling,”

Dengan adanya lomba dongeng cerita rakyat (story telling) akan muncul ribuan bahkan jutaan cerita rakyat yang hampir terlupakan oleh masyarakat Kabupaten Toba Samosir.
Tampilan cerita rakyat yang beragam, tentu menarik minat pengunjung wisata. Mereka pasti ingin tahu, seperti apa legenda Batak di Kabupaten Toba Samosir, sehingga nantinya kita memiliki ciri khas wisata yang selalu ingin dinikmati setiap wisatawan, akan datang berulang kali.
Semoga saja Pemerintah Kabupaten Toba Samosir, memanfaatkan hari jadi Kabupaten ini, menjaring pemandu wisata yang handal dengan lomba cerita dongeng, sehingga pariwisata Danau Toba di Kabupaten Toba Samosir, semakin diminati wisatawan, untuk peningkatan ekonomi masyarakat dan PAD, harap Aldi Sirait. (acon)

Kemenpar akan Sosialisasi KUR Untuk Pelaku Wisata di Tobasa.

Kementerian Pariwisata Permudah KUR Pelaku Usaha Wisata.
Balige, bataknews.com – Sesuai hasil rapat, koordinasi pariwisata ke III tahun 2018, tentang investasi dan pembiayaan, diperlukan dukungan dan peran dari perbankan dalam menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR), upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi usaha mikro kecil dan menengah pada sektor pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata, Kabupaten Toba Samosir Audi Murphy Sitorus mengatakan, “Kredit Usaha Rakyat (KUR) diharapkan dapat meningkatkan kualitas di sektor pariwisata seperti, usaha mikro kecil dan menengah, pelayanan transportasi dan perhotelan.”
Jika selama ini pihak perbankan enggan memberikan pinjaman modal untuk usaha bisnis UMKM sektor pariwisata, sebab pihak bank tidak ingin mengambil resiko memberikan pinjaman, semoga kedepannya tidak demikian.
Semua itu untuk pencapaian target 20 juta Wisatawan Mancanegara dan dan 275 juta Wisatawan Nusantara, pada sektor pariwisata khususnya di destinasi pariwisata prioritas sebagai pendukung dunia usaha pariwisata, jelas Audi Murphy, pada Jumat (8/2/2019).

Sehingga dalam waktu dekat, Kementerian Pariwisata melalui Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, akan melakukan : “Sosialisasi dan Coaching Clinik Kredit Usaha Rakyat (KUR),” pada sektor pariwisata di Kabupaten Toba Samosir, terangnya.(acon)

Ket gambar,

Kadis Pariwisata Tobasa.